Rezim Soeharto komparador, rezim Jokowi tidak ada bedanya.

On Fri, Jul 31, 2020 at 8:48 PM 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Prof Sri Edi Swasono: Dulu Merdeka Untuk Berdaulat, Sekarang
> Kedaulatan Justru Dijual Dengan Berutang Ke Asing
>
> Admin @idntodayco - Juli 31, 2020
>
>
> https://www.idntoday.co/2020/07/prof-sri-edi-swasono-dulu-merdeka-untuk.html
>
> IDNTODAY.CO - Indonesia saat ini sudah tidak mandiri lantaran selalu
> bergantung pada luar negeri. Namun sayangnya, pemerintah seolah tak
> sadar bahayannya bila ketergantungan terhadap utang luar negeri.
>
> Begitu kata Gurubesar Ekonomi Universitas Indonesia, Prof Sri Edi
> Swasono saat menjadi narasumber di Bravos Radio Indonesia.
>
> "Kebesaran ekonomi kita bukan kebesaran ekonomi kemandirian. Dulu kita
> merdeka itu untuk mandiri, untuk berdaulat. Kita sekarang menjuali
> kedaulatan, tidak mandiri, sembarangan utang, utangnya kebanyakan.
> Enggak peduli utang lagi, utang lagi, utang lagi," ujar Prof Sri Edi
> Swasono dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (31/7).
>
> Melihat kecenderungan pemerintah yang rajin berutang, ia pun ragu bahwa
> pemerintah sebenarnya tak sadar dengan bahaya bila terus-terusan
> berutang ke luar negeri.
>
> "Bahayanya pembangunan kolaps, banyak orang meramalkan bahwa kita tidak
> bisa membayar utang. Utang tidak akan terbayar, (imbasnya) membebani
> generasi mendatang. Padahal tempo hari kita bersyukur Pak Mahathir
> waktu jadi Perdana Menteri (Malaysia) sempat mengingatkan kita,
> hati-hati dengan utang dari China, karena ini adalah jebakan utang,"
> jelas Prof Sri Edi.
>
> Pemerintah, kata dia, harusnya segera berbenah dengan merombak
> pembangunan dalam negeri berdasarkan kemandirian serta kesadaran
> kedaulatan nasional, termasuk meningkatkan kewaspadaan.
>
> "Bagaimana orang-orang keturunan asing, semua WNI keturunan asing tak
> cuma China saja, juga yang Arab, juga yang India, juga yang lain-lain,
> itu lahir di sini, besar di sini, menikmati hidup di sini. Mbok ya
> mencintai Ibu Pertiwi ini. Jangan hatinya kepada negara leluhur
> masing-masing, cintalah pada Ibu Pertiwi," terang Prof Sri Edi.
>
> Hal tersebut ditekankan karena ia merasa nasionalisme dan pembangunan
> karakter bangsa sendiri masih amburadul dan semrawut selama hampir 75
> tahun merdeka.
>
> "Jadi sesungguhnya siapa yang gagal? Barangkali yang gagal sistem
> pendidikan kita, tidak membentuk nation building and character building
> dengan baik," pungkasnya. (Rmol)
> 
>

Kirim email ke