berdaulat untuk berutang
On Friday, July 31, 2020, 12:52:44 PM PDT, Sunny ambon
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
#yiv9226002888 #yiv9226002888 -- #yiv9226002888
.yiv9226002888ygrp-photo-title{clear:both;font-size:smaller;min-height:15px;overflow:hidden;text-align:center;width:75px;}#yiv9226002888
div.yiv9226002888ygrp-photo{background-position:center;background-repeat:no-repeat;background-color:white;border:1px
solid black;min-height:62px;width:62px;}#yiv9226002888
div.yiv9226002888photo-title a, #yiv9226002888 div.yiv9226002888photo-title
a:active, #yiv9226002888 div.yiv9226002888photo-title a:hover, #yiv9226002888
div.yiv9226002888photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv9226002888
div.yiv9226002888attach-table div.yiv9226002888attach-row
{clear:both;}#yiv9226002888 div.yiv9226002888attach-table
div.yiv9226002888attach-row div {float:left;}#yiv9226002888 p
{clear:both;padding:15px 0 3px 0;overflow:hidden;}#yiv9226002888
div.yiv9226002888ygrp-file {width:30px;}#yiv9226002888
div.yiv9226002888attach-table div.yiv9226002888attach-row div div a
{text-decoration:none;}#yiv9226002888 div.yiv9226002888attach-table
div.yiv9226002888attach-row div div span {font-weight:normal;}#yiv9226002888
div.yiv9226002888ygrp-file-title {font-weight:bold;}#yiv9226002888
#yiv9226002888 #yiv9226002888 #yiv9226002888 --#yiv9226002888ygrp-mkp
{border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0
10px;}#yiv9226002888 #yiv9226002888ygrp-mkp hr {border:1px solid
#d8d8d8;}#yiv9226002888 #yiv9226002888ygrp-mkp #yiv9226002888hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv9226002888 #yiv9226002888ygrp-mkp #yiv9226002888ads
{margin-bottom:10px;}#yiv9226002888 #yiv9226002888ygrp-mkp .yiv9226002888ad
{padding:0 0;}#yiv9226002888 #yiv9226002888ygrp-mkp .yiv9226002888ad p
{margin:0;}#yiv9226002888 #yiv9226002888ygrp-mkp .yiv9226002888ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv9226002888
Rezim Soeharto komparador, rezim Jokowi tidak ada bedanya.
On Fri, Jul 31, 2020 at 8:48 PM 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45]
<[email protected]> wrote:
Prof Sri Edi Swasono: Dulu Merdeka Untuk Berdaulat, Sekarang
Kedaulatan Justru Dijual Dengan Berutang Ke Asing
Admin @idntodayco - Juli 31, 2020
https://www.idntoday.co/2020/07/prof-sri-edi-swasono-dulu-merdeka-untuk.html
IDNTODAY.CO - Indonesia saat ini sudah tidak mandiri lantaran selalu
bergantung pada luar negeri. Namun sayangnya, pemerintah seolah tak
sadar bahayannya bila ketergantungan terhadap utang luar negeri.
Begitu kata Gurubesar Ekonomi Universitas Indonesia, Prof Sri Edi
Swasono saat menjadi narasumber di Bravos Radio Indonesia.
"Kebesaran ekonomi kita bukan kebesaran ekonomi kemandirian. Dulu kita
merdeka itu untuk mandiri, untuk berdaulat. Kita sekarang menjuali
kedaulatan, tidak mandiri, sembarangan utang, utangnya kebanyakan.
Enggak peduli utang lagi, utang lagi, utang lagi," ujar Prof Sri Edi
Swasono dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (31/7).
Melihat kecenderungan pemerintah yang rajin berutang, ia pun ragu bahwa
pemerintah sebenarnya tak sadar dengan bahaya bila terus-terusan
berutang ke luar negeri.
"Bahayanya pembangunan kolaps, banyak orang meramalkan bahwa kita tidak
bisa membayar utang. Utang tidak akan terbayar, (imbasnya) membebani
generasi mendatang. Padahal tempo hari kita bersyukur Pak Mahathir
waktu jadi Perdana Menteri (Malaysia) sempat mengingatkan kita,
hati-hati dengan utang dari China, karena ini adalah jebakan utang,"
jelas Prof Sri Edi.
Pemerintah, kata dia, harusnya segera berbenah dengan merombak
pembangunan dalam negeri berdasarkan kemandirian serta kesadaran
kedaulatan nasional, termasuk meningkatkan kewaspadaan.
"Bagaimana orang-orang keturunan asing, semua WNI keturunan asing tak
cuma China saja, juga yang Arab, juga yang India, juga yang lain-lain,
itu lahir di sini, besar di sini, menikmati hidup di sini. Mbok ya
mencintai Ibu Pertiwi ini. Jangan hatinya kepada negara leluhur
masing-masing, cintalah pada Ibu Pertiwi," terang Prof Sri Edi.
Hal tersebut ditekankan karena ia merasa nasionalisme dan pembangunan
karakter bangsa sendiri masih amburadul dan semrawut selama hampir 75
tahun merdeka.
"Jadi sesungguhnya siapa yang gagal? Barangkali yang gagal sistem
pendidikan kita, tidak membentuk nation building and character building
dengan baik," pungkasnya. (Rmol)