Kalau partai sudah setuju, apa perlu dihebohkan

https://www.beritasatu.com/politik/660789/ketua-dpp-pdip-ingatkan-pemilihan-bobby-di-pilwalkot-medan-adalah-keputusan-partai
*Ketua DPP PDIP Ingatkan Pemilihan Bobby di Pilwalkot Medan Adalah
Keputusan Partai*


*karta, Beritasatu.com* - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang
Keanggotaan dan Organisasi, Sukur Nababan, mengingatkan kader partai di
Medan, Sumatera Utara, bahwa keputusan calon kepala daerah yang diusung di
Pilwalkot Medan sudah berdasarkan hasil pleno DPP PDIP yang dipimpin Ketua
Umum Megawati Soekarnoputri.

Maka siapapun yang akhirnya diusung, termasuk apabila itu adalah menantu
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bobby Nasution, maka itu sudah berdasarkan
aturan dan dilaksanakan sesuai etika yang ada.

Dijelaskan oleh Sukur, PDIP sudah memiliki mekanisme baku dalam segala
proses. Dengan aturan yang sudah pasti, maka semua anggota harus mengikuti
semua aturan itu jika masih ingin berada di PDIP.

Nah terkait dengan Pilkada 2020 di 270 wilayah, siapapun berhak untuk
mendaftar sebagai bakal calon dengan proses politik sesuai aturan yang ada.
Di PDIP, aturannya dimulai dari bawah, di mana pengurus cabang mengumpulkan
aspirasi yang diteruskan ke pengurus tingkat provinsi. Dan proses itu tidak
boleh dipotong-potong.

Kemudian bakal calon juga bisa mendaftar di pengurus tingkat provinsi, baik
kader maupun nonkader. Jika kemudian si pendaftar bersedia sekalian menjadi
kader, maka sekalian diuruskan kartu anggotanya. Selanjutnya, pengurus
tingkat provinsi akan menyerahkan ke pengurus pusat (DPP).

"Dan oleh DPP, keputusan final diambil melalui rapat pleno DPP yang
dihadiri ketua umum Partai (Megawati Soekarnoputri, red)," kata Sukur
Nababan, Kamis (30/7/2020).

Dan di dalam rapat yang dipimpin oleh Megawati itulah semua aspek dan hal
dibahas. Ada 27 orang pengurus tingkat DPP yang menyampaikan informasi yang
diperolehnya dan sifatnya rahasia, tak boleh dikeluarkan ke publik.

"Saya tidak bisa, ini kita orang Timur, saya tidak bisa menjelaskan kenapa
si A tidak kami pilih, itu kan tidak etis, buka borok orang. Tetapi yang
bisa saya jelaskan kenapa orang B dipilih, kan begitu. Saya disumpah untuk
tidak menyampaikan informasi itu ke mana-mana, tugas saya memastikan itu.
Itu hanya konsumsi kami dan itulah nanti parameter pengambilan keputusan,"
bebernya.

Lebih lanjut, Sukur mengatakan harus dipahami bahwa di PDIP, setiap kader
harus memahami bahwa setiap keputusan dibuat berdasarkan ideologi, serta
prinsip jabatan adalah pengabdian dan bukan tujuan. Dalam berpartai di
PDIP, tujuan utama itu adalah menyejahterakan rakyat serta bekerja untuk
rakyat.

Terkait dengan Bobby, Sukur mengatakan sampai sekarang pun PDIP belum
mengumumkan keputusan final terkait pilwalkot Medan. Namun publik bisa
membuka jejak digitalnya, di mana Bobby memang mendaftar ke DPD PDIP Medan
dan sekaligus diberi kartu tanda anggota.

"Dan itu semua tanpa ada jaminan dia mendapat rekomendasi. Menurut kamu,
sebagai menantu Presiden, bagaimana? Tapi dia ikuti semua proses itu. Jadi,
tidak ujug-ujug suruh stafnya dan dia duduk tenang-tenang, tiba-tiba PDIP
memberi rekomendasi. Kalau itu kami lakukan, tak benar dan saya akan merasa
dilecehkan kalau begitu modelnya," beber Sukur.

"Tetapi kalau dia ikuti semua proses itu, sebagai anak bangsa mengikuti
aturan di kami, ya saya harus hormati dong. Dia menghormati partai kami,
maka saya harus menghargai. Hidup itu kan harus begitu."

"Bobby menghormati partai saya, dia ikuti semua prosedural. Nah, kami tidak
ada dari awal (memberi kepastian, red), semua itu disaring. Keputusan DPP
sudah ada ke Bobby belum? Belum kan," kata Sukur.



Sumber: BeritaSatu.com

Kirim email ke