Kritik Pedas Jokowi Sebab Jajaran Tak Tahu Prioritas

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 04:23 WIB
29 komentar <https://news.detik.com/berita/d-5119197/kritik-pedas-jokowi-sebab-jajaran-tak-tahu-prioritas?single=1#comm1> SHAREURL telah disalin <https://news.detik.com/berita/d-5119197/kritik-pedas-jokowi-sebab-jajaran-tak-tahu-prioritas?single=1> Presiden Jokowi saat ratas percepatan penyerapan anggaran. (Foto: Biro Pers Setpres)Foto: Presiden Jokowi saat ratas percepatan penyerapan anggaran. (Foto: Biro Pers Setpres)

*Jakarta*-

Presiden Joko Widodo (Jokowi) <https://www.detik.com/tag/jokowi>meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja kementerian maupun lembaga dalam mengendalikan lonjakan pandemi virus Corona (COVID-19). Jokowi menyentil keras jajarannya yang tidak tahu prioritas.

Unek-unek itu disampaikan Jokowi saat membuka 'Rapat Terbatas PenangananCOVID-19 <https://www.detik.com/tag/covid_19>dan Pemulihan Ekonomi Nasional' yang disiarkan Sekretariat Presiden, Senin (3/8/2020).

Jokowi mengungkapkan kementerian hingga Lembaga masih terjebak dengan pekerjaan harian sehingga tidak tau prioritas.

"Kementerian-kementerian, lembaga-lembaga ini aura krisinya belum betul-betul belum.... ya belum, masih sekali lagi kejebak pada pekerjaan harian," kata Jokowi.

*Baca juga:*Jokowi Sebut RI Butuh 600 Ribu Pekerja Digital Setiap Tahun <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5118168/jokowi-sebut-ri-butuh-600-ribu-pekerja-digital-setiap-tahun>

Menurut Jokowi, kementerian dan lembaga di Indonesia masih belum bisa menentukan prioritas dalam penanganan COVID-19.

Untuk itu, Jokowi kemudian meminta agar pekerjaan Kementerian Lembaga didetilkan.

"Nggak tahu prioritas yang harus dikerjakan oleh sebab itu saya minta ini pak ketua urusan ini didetilkan satu per satu dari menteri menteri terkait sehingga manajemen krisis kelihatan," ujar Jokowi.

"Lincah, cepat, trouble shooting, smart shortcut, dan hasilnya betul-betul efektif. Kita butuh kecepatan," imbuhnya.

*Baca juga:*Jokowi: Angka Kematian Corona RI 0,8% Lebih Tinggi dari Global, PR Besar Kita <https://news.detik.com/berita/d-5117931/jokowi-angka-kematian-corona-ri-08-lebih-tinggi-dari-global-pr-besar-kita>

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga kembali menyoroti terkait stimulus anggaran penanganan COVID-19 yang baru 20 persen direalisasikan oleh Kementerian.

Bahkan, lanjut Jokowi, ada Kementerian yang belum membuat daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA).

"Rp 695 triliun baru 20 persen yang terealisasi, baru Rp 141 triliun yang terealisasi, baru 20 persen sekali lagi, masih kecil sekali. Kecil sekali, penyerapan yang paling gede di perlindungan sosial 39 persen, UMKM 25 persen, hati-hati ini, yang belum ada DIPA-nya aja gede banget mungkin 40 persenan, belum ada DIPA, DIPA aja belum ada bagaimana mau realisasi," ungkap Jokowi.

*Baca juga:*Jokowi: Angka Kematian Covid-19 di RI Lebih Tinggi 0,8% dari Global <https://news.detik.com/detiktv/d-5117932/jokowi-angka-kematian-covid-19-di-ri-lebih-tinggi-08-dari-global>

*(aan/idn)*



 Menlu AS Mike Pompeo Telepon Menlu Retno, Bahas Isu Laut China Selatan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 07:22 WIB
3 komentar <https://news.detik.com/internasional/d-5119244/menlu-as-mike-pompeo-telepon-menlu-retno-bahas-isu-laut-china-selatan?tag_from=wp_nhl_1#comm1> SHAREURL telah disalin <https://news.detik.com/internasional/d-5119244/menlu-as-mike-pompeo-telepon-menlu-retno-bahas-isu-laut-china-selatan?tag_from=wp_nhl_1> Menlu AS Mike Pompeo saat bertemu Menlu Retno Marsudi tahun 2018.Menlu AS Mike Pompeo saat bertemu Menlu Retno Marsudi tahun 2018 silam. (Foto: State Department file photo)

*Washington DC*-

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Michael Richard'Mike' Pompeo <https://www.detik.com/tag/mike-pompeo>menelepon Menteri Luar Negeri RIRetno Marsudi <https://www.detik.com/tag/menlu-retno>membahas kemitraan strategis AS-Indonesia. Lewat sambungan telepon, Pompeo juga membahas mengenai isuLaut China Selatan <https://www.detik.com/tag/laut-china-selatan>.

Dilansir dari situs resmi Departemen Luar (Deplu) Negeri AS, Selasa (4/8/2020), Pompeo menelepon Retno pada hari Senin (3/8) waktu setempat. Isu mengenai Laut China Selatan sebelumnya pernah disinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi <https://www.detik.com/tag/jokowi>) saat berbicara mengenai situasi geopolitik global.

*Baca juga:*Australia Tolak Desakan Amerika Serikat untuk Lebih Tegas Menentang China <https://news.detik.com/abc-australia/d-5113603/australia-tolak-desakan-amerika-serikat-untuk-lebih-tegas-menentang-china>

"Sekretaris Negara Michael R Pompeo berbicara dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi hari ini tentang Kemitraan Strategis AS-Indonesia yang berkelanjutan dan kuat serta tujuan bersama kedua negara untuk menghormati hukum internasional di Laut China Selatan," tulis pernyataan Deplu AS.

*Baca juga:*Ogah Perang soal Laut China Selatan , Duterte: Saya Tak Berdaya <https://news.detik.com/detiktv/d-5113536/ogah-perang-soal-laut-china-selatan--duterte-saya-tak-berdaya>

Deplu AS juga menjelaskan, Pompeo dan Retno menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama bidang kesehatan serta ekonomi.

Jokowi sebelumnya mengatakan hubungan antara China dan AS tengah memanas. Imbasnya juga berdampak di Laut China Selatan.

"Apa yang ingin saya sampaikan dengan kondisi yang ada. Hati-hati ini sudah mengimbas kepada geopolitik global. Ini semuanya harus tahu Laut China Selatan mulai memanas, China-Amerika semakin memanas," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Peserta Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) Tahun Anggaran 2020 melalui video conference yang disiarkan akun YouTube Setpres, Selasa (28/7).

*(dkp/isa)*

Kirim email ke