Masyarakat Kecamatan Minning:
Berbekal Mimpi Baru setelah Transmigran dari Pegunungan
http://indonesian.cri.cn/20200803/fb09ef5d-9704-ee2a-519f-29f5535dc07b.html
2020-08-03 17:55:49
Xihaigu di Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia dulu adalah salah satu daerah
paling miskin di Tiongkok. pada 1972, Xihaigu dikategorikan PBB sebagai
“tempat yang tidak layak untuk dihuni manusia”. Kini tidak sedikit
penduduk di Xihaigu telah direlokasi melalui program transmigran tingkat
nasional. Mereka kini menetap di Kecamatan Minning di dataran Hetao,
kota Yinchuan, Ningxia.
Dalam beberapa hari ini, tanaman lobak di Minning sudah memasuki musim
panen. Lobak yang dihasilkan akan dijual ke Provinsi Fujian dan Provinsi
Guangdong.
Masyarakat Kecamatan Minning: Berbekal Mimpi Baru setelah Transmigran
dari
Pegunungan_fororder___172.100.100.3_temp_9500049_1_9500049_1_6012_b58ed167-9c3e-447e-b1d2-48273fac2227
Xie Xingchang, pejabat Desa Funing, Kecamatan Minning mengatakan, pada
20 tahun lalu, tanah ini masih berstatus lumpur kering yang tandus.
Sekarang sudah ditanam sayuran lobak yang tumbuh subur. Penghasilannya
pasti lumayan.
Xie Xingchang adalah penduduk kelompok pertama yang dipindahkan ke
Xihaigu. Pada 24 tahun lalu, dia dan penduduk sekampungnya masih hidup
di Kabupaten Xiji, kota Guyuan, Ningxia, yang merupakan pusat Xihaigu,
yang merupakan daerah pegunungan dengan tanahnya gersang dan tidak subur.
Masyarakat Kecamatan Minning: Berbekal Mimpi Baru setelah Transmigran
dari
Pegunungan_fororder___172.100.100.3_temp_9500049_1_9500049_1_6012_f4f3f0b4-7a82-46d3-a448-215919fa3501
Perubahan terjadi pada musim semi 1997 ketika pemerintah pusat
melaksanakan kebijakan pengentasan kemiskinan di bagian barat dengan
bantuan tepat sasaran dari bagian timur yang ekonominya relatif maju.
Saat itu Provinsi Fujian bergotong royong dengan Ningxia untuk
menanggulangi kemiskinan. Wakil Sekretaris Jenderal Provinsi Fujian
waktu itu, Xi Jinping khusus mendatangi Ningxia untuk melakukan
peninjauan. Ia mengusulkan memindahkan penduduk miskin dari daerah yang
tidak layak dihuni ke dataran Hetao untuk melakukan reklamasi di tanah
tandus untuk membangun kampung halaman yang baru. Ia memberikan nama
desa transmigran itu dengan nama Minning.
Masyarakat Kecamatan Minning: Berbekal Mimpi Baru setelah Transmigran
dari
Pegunungan_fororder___172.100.100.3_temp_9500049_1_9500049_1_6012_97a57b3d-1326-41f9-b7c6-c93ccbd24548
Ia dengan tegas mengatakan, Desa Minning sekarang adalah hamparan pasir
kering, tapi ke depannya pasti akan menjadi hamparan emas.
Dengan bantuan Provinsi Fujian, Desa Minning dibangun di hamparan pasir.
Sebanyak 8000 petani dalam kelompok pertama dipindahkan ke desa ini.
Demi kehidupan yang bahagia, siapa pun tak ketinggalan dalam membangun
fasilitas irigasi dan pembenahan tanah. Air Sungai Kuning pun disalurkan
ke ladang sekitar desa ini. Fujian pun mengirim ahli ke sini untuk
membantu masyarakat setempat mengembangkan usaha pembudidayaan
sayur-sayuran dan jamur.
Dengan bantuan dana dan teknologi Fujian, masyarakat setempat berusaha
mengembangkan usaha tanaman unggul seperti anggur dan wolfberry. Pada 19
Juli 2016, Presiden Xi Jinping sekali lagi datang ke Kecamatan Minning
untuk melakukan peninjauan.
Camat Minning, Wang Yongqiang mengatakan, saat ini 5000 penduduk imigran
dipekerjakan oleh pabrik-pabrik yang dibangun 13 perusahaan Fujian di
Minning.
Wanita yang tampak mempromosi dagangannya melalui live streaming ini
bernama Ma Yan, berusia 28 tahun. Dulu Wang Yan yang berpendidikan
rendah mau tak mau harus diam di rumah. Tahun lalu, dia dipekerjakan
sebuah bengkel pengentasan kemiskinan yang diselenggarakan pedagang
e-commerce. Berangsur-angsur ia pun mahir menggunakan internet untuk
melayani para pelanggan dari seluruh negeri.
Masyarakat Kecamatan Minning: Berbekal Mimpi Baru setelah Transmigran
dari
Pegunungan_fororder___172.100.100.3_temp_9500049_1_9500049_1_6012_77d41442-7257-41f6-804b-b97de960b025
Manajer bengkel pengentasan kemiskinan, Xu Meijia mengatakan, bengkel
ini total merekrut 52 karyawan, termasuk 44 karyawan yang berasal dari
keluarga miskin. Gaji bulanannya sebanyak 2.400 hingga 3.000 yuan,
ditambah komisi atau imbalan dari hasil penjualan.
Selama 24 tahun ini, semakin banyak penduduk direlokasi ke Minning yang
populasinya kini naik menjadi 66 ribu orang. Pada 2019, pendapatan
disposabel per kapita di Minning sebanyak 13970 yuan. Xihaigu telah
berubah dari hamparan pasir pada waktu lalu menjadi hamparan emas yang
makmur.
Gurun Pasir Menghijau di Mongolia Dalam Tiongkok
http://indonesian.cri.cn/20200803/7c82a669-7e8c-b58a-a892-f118d84ea0cf.html
2020-08-03 17:10:09
Tayangan video bisa dilihat dari flash detikNews link dibawah,
bagaimana rakyat Tiongkok bekerja keras merubah gurun pasir menjadi
wilayah-hijau yang layak dihuni manusia!
detikFlash
Upaya China Menghijaukan Gurun Pasir Terluas
Isfari Hikmat - detikNews
Rabu, 31 Jul 2019 06:51 WIB
*https://news.detik.com/video/190731005/upaya-china-menghijaukan-gurun-pasir-terluas*
<https://news.detik.com/video/190731005/upaya-china-menghijaukan-gurun-pasir-terluas#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/video/190731005/upaya-china-menghijaukan-gurun-pasir-terluas>
Kota Aksu di Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, barat jauh China merupakan
contoh nyata kerja keras manusia dapat mengubah ekologi. Daerah di tepi
gurun pasir terbesar China kini telah berubah dari padang pasir tandus
menjadi tanah subur dan penghasil buah-buahan bermutu tinggi.
Gurun Pasir Maowusu yang seluas 42,2 ribu km persegi terletak di Ordos,
Daerah Mongolia Dalam Tiongkok. Mulai dari tahun 1960-an, masyarakat
setempat memulai kampanye pembenahan gurun pasir. Melalui upaya selama
60 tahun, gurun pasir kini telah menghijau dengan hamparan padang rumput
yang terbentang semakin luas.
Pak Jirigalatu yang sekarang mempunyai ladang rumput seluas 700 hektar
mengenangkan kehidupan pada 30 tahun lalu. Dikatakannya, pada waktu itu,
desa yang tempat dia tinggal hanya terdapat 1400 hektar padang rumput
dari 11333 hektar tanah. “Semuanya terbenam pasir, tiada warna hijau,
ladang rumput keluargaku hanya dapat menyediakan pakan untuk belasan
kambing dan seekor sapi.”
Untuk membenahi pasir, keluarganya bertekad menanam/artemisia
desertorum/(semacam tumbuhan yang tumbuh di gurun pasir). Namun menanam
artemisia desertorum bukanlah hal yang mudah, dalam lima tahun pertama,
artemisia desertorum yang ditanam keluarganya tidak bertumbuh.
Akhirnya pada tahun kelima, mereka kembali menanam artemisia desertorum,
dan kali ini tidak semuanya yang mati.
Jirigalatu menyatakan, semua tanah milik keluarganya kini telah ditanam
rumput mulai tahun 2005. Dewasa ini, keluarga Jirigalatu memelihara 200
lebih kambing dan 40 lebih sapi, pendapatan bersihnya mencapai 180 ribu
yuan RMB.
Gurun Pasir Menghijau di Mongolia Dalam Tiongkok_fororder_Screenshot (35)
Gurun Pasir Menghijau di Mongolia Dalam Tiongkok_fororder_Screenshot (36)
Sama seperti Jirigalatu, rumah He Zihua juga pernah dikelilingi pasir.
Ayahnya juga pernah menanam/salix psammophila/(semacam pohon salix yang
ditanam di tanah pasir).
Di luar dugaan He Zihua, pohon salix psammophila yang ditanam ayahnya
menjadi bahan yang berguna.
Perusahaan Termoelektrik Biomassa Maowusu menggunakan kayu pohon salix
psammophila untuk membangkit listrik. Pada tahun 2019, perusahaan ini
membeli 250 ribu ton kayu pohon salix psammophila dengan harga 400 yuan
per ton dari penggembala setempat. Pohon-pohon ini menghasilkan listrik
160 juta kwh dan membawa penambahan pendapatan untuk 5000 keluarga setempat.
Selain penghasilan listrik, salix psammophila juga dapat diubah menjadi
bahan bakar biologi dengan efisiensi energinya setara dengan 60% dari
daya termal yang dihasilkan batubara standar yang beratnya sama.
Gurun Pasir Menghijau di Mongolia Dalam Tiongkok_fororder_Screenshot (38)
Gurun Pasir Menghijau di Mongolia Dalam Tiongkok_fororder_Screenshot (40)
Pabrik pengolahan bahan bakar biologi pertama didirikan di desa Batai
tahun lalu. Diperkenalkan, berdasarkan penjualan salix psammophila dan
keuntungan dividen, setiap keluarga di desa ini bertambah pendapatan
sebanyak 5000 sampai 30 ribu yuan per tahun.
Dengan upaya beberapa generasi, penggurunan di Maowusu sudah berhenti,
kaum penggembala setempat akan menanam lebih banyak rumput, pohon dan
memelihara lebih banyak hewan ternak. Gurun pasir menjadi hijau, dan
warna hijau ini akan berubah menjadi kemakmuran.