Memblokir TikTok Adalah Tragedi AS

2020-08-05 13:19:20 http://indonesian.cri.cn/20200805/794835a6-e647-fc87-ae72-6711df302297.html

Pemblokiran TikTok Adalah Tragedi AS_fororder_国际锐评1

Baru-baru ini pemerintah AS memblokir aplikasi TikTok dari Tiongkok telah menimbulkan gejolak besar. 2 hari yang lalu Presiden AS Donal Trump mengancam bahwa TikTok akan ditutup kecuali dijual  ke perusahaan AS sebelum 15 September mendatang. Trump menambahkan bahwa  sebagian hasil penjualan ini harus dibayar ke pemerintah AS. Pendirian hegemonis AS tersebut menimbulkan ketidak -pahaman dan kecaman luas dari dalam maupun luar negeri AS.

Padahal AS sudah lama “mengincar” TikTok, satu aplikasi sosial media yang cukup viral di dunia barat. Setelah “menjatuhkan vonis” kepada perusahaan Huawei dari Tiongkok, sekarang AS mulai menangani TikTok dengan alasan “keamanan nasional”. Profesor Mark Lemley dari Universitas Stanford AS dalam wawancara oleh CNN menyatakan, tiada bukti bahwa TikTok adalah ancaman bagi AS.

Pemblokiran TikTok Adalah Tragedi AS_fororder_国际锐评2

Dilihat dari segi bisnis, TikTok yang memiliki hampir 1 miliar pengguna tidak mungkin meremehkan keamanan data. Sejak awalnya, TikTok selalu menjalankan bisnisnya di atas dasar prinsip market dan patokan internasional, dan menaati hukum AS, semua data penggunanya disimpan di dalam negeri AS dan diback-up di Singapura. Tudingan politikus AS terhadap TikTok sebagai “alat informasi” dari Tiongkok sama sekali adalah omong kosong dan manipulasi politik.

Sekarang, oknum-oknum politikus AS dan beberapa konglomerat AS berkongkalikong untuk mengekang TikTok. Di satu pihak, di depan rapat dengar pendapat Kongres AS, pendiri  Facebook mencoreng TikTok, di satu pihak lain, politikus AS menekan TikTok dengan kekuatan pemerintahan AS, bahkan tanpa peduli pada “ekonomi pasr” dan “kompetisi adil” yang selalu diteriakkan mereka.

Pemblokiran TikTok Adalah Tragedi AS_fororder_国际锐评3

Keputusan AS itu pun menimbulkan ketidakpuasan serius dari para warganet AS. Baru-baru ini, dalam surat bersama kepada pemimpin AS, 9 pengguna TikTok AS menyebut, postingan di Twitter yang penuh dengan rasa benci sama sekali tidak menarik  dibandingkan dengan video lelucon yang sangat menarik di TikTok, penutupan TikTok adalah keputusan yang tidak masuk akal.

Saat ini wabah Covid-19 yang masih merebak di AS sedang menghantam ekonomi AS, pemblokiran aplikasi dari Tiongkok tidak berguna untuk memecahkan kesulitan AS, dan hanya akan  merusak kepentingan warga AS dalam wabah Covid-19, sementara juga  semakin mengisolasikan AS. Keputusan ini benar-benar adalah tragedi AS.



 Eropa Mencurigai Motivasi AS Memblokir TikTok

http://indonesian.cri.cn/20200805/8f88dbc8-9a70-ec2d-d80f-f4396d722978.html
2020-08-05 13:14:36

Eropa Mencurigai Motivasi Pemblokiran TikTok oleh AS_fororder_欧洲质疑美国封杀动机1

Tanggal 15 September adalah masa batas akhir TikTok yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump. Kalau tidak menyelesaikan penjualan, APP yang popular di seluruh dunia ini akan diblokir di AS. Sementara itu, kritik dan pertanyaan dari Eropa timbul lagi. Perangkap AS di belakang pemblokiran pun sekali lagi muncul.

Terpaksa karena tekanan Donald Trump, ByteDance, perusahaan pemilik TikTok mengeluarkan pernyataan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan pendirian kembali markas besar TikTok di luar AS. Ada laporan media Inggris mengatakan, kota ini mungkin adalah London, sedangkan rencananya telah disahkan oleh pemerintah Inggris.

Juru bicara pemerintah Inggris mengatakan, keputusan ByteDance mengenai lokasi markas besarnya adalah keputusan bisnis perusahaan ini. Inggris akan menyediakan pasar yang adil dan terbuka untuk investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan penambahan lowongan kerja.

Eropa Mencurigai Motivasi Pemblokiran TikTok oleh AS_fororder_欧洲质疑美国封杀动机2

Mantan Direktur Ekskutif WTO Pascal Lamy belakangan ini menanggpi aturan saingan adil menyatakan, terlalu berhati-hati adalah manifestasi proteksionisme, sekarang dibutuhkan mendirikan suatu platform untuk bersaing secara adil.

Yang sulit diterima adalah, Trump pernah terang-terangan menyatakan, kalau TikTok sukses dijual, *pemerintah AS akan ambil komisi dari transaksi tersebut*.

Frankfurter Rundschau Jerman dalam komentarnya mengatakan, ini adalah perampokkan gaya Trump yang tipikal, alasannya jelek dan mempunyai bau politik. Dalam pemilihan umum yang segera akan diadakan, Trump berharap mengalihkan kritik pemilih terhadap penanganan wabahnya.

Eropa Mencurigai Motivasi Pemblokiran TikTok oleh AS_fororder_欧洲质疑美国封杀动机3

Beberapa tahun saja, TikTok segera populer di seluruh dunia, kesukaan orang muda terhadapnya bahkan melampaui media social termasuk Facebook. Presiden Perancis Emmanuel Macron bulan lalu pun mendaftar di TikTok dan mengumumkan video yang perdana untuk mengucapakan selamat kepada siswa yang baru lulus dari sekolah menengah atas. Kesuksesan ini ternyata sulit diterima oleh AS.

Bagi AS, *keamanan negara yang disebut sesungguhnya adalah pertahankan hegemonis.*

Mantan Pengelola Senior Perusahaan Alstom Perancis Frederic Pierucci pernah menyatakan kepada wartawan, padahalnya, penggunaan hukum AS sebagai senjata perang ekonomi adalah cara biasa yang AS memperlemahkan lawanan saingan negara lain.

Eropa Mencurigai Motivasi Pemblokiran TikTok oleh AS_fororder_欧洲质疑美国封杀动机4

Dia mengimbau agar lebih banyak perusahaan Tiongkok waspada. Sementara itu, Fredric Pierucci mengimbau pula agar semua negara beratekad *memboikot prilaku hegemonis AS*.

Eropa Mencurigai Motivasi Pemblokiran TikTok oleh AS_fororder_欧洲质疑美国封杀动机5

Kirim email ke