Catut Nama Menlu untuk Menipu dari Balik Lapas, 4 Napi Ditangkap

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 23:20 WIB
4 komentar <https://news.detik.com/berita/d-5124749/catut-nama-menlu-untuk-menipu-dari-balik-lapas-4-napi-ditangkap?tag_from=wp_nhl_25#comm1> SHAREURL telah disalin <https://news.detik.com/berita/d-5124749/catut-nama-menlu-untuk-menipu-dari-balik-lapas-4-napi-ditangkap?tag_from=wp_nhl_25>
Menlu Retno MarsudiMenlu Retno (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)

*Jakarta*-

Bareskrim<https://www.detik.com/tag/bareskrim>menangkap empat narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Kuningan, Jawa Barat. Keempat napi ini ditangkap karena diduga melakukan penipuan dengan mencatut nama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

"Ya benar, anggota kami masih berada di lapangan dan masih melakukan penggeledahan," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi kepada*detikcom*, Jumat (7/8/2020).

*Baca juga:*Polri Undang KPK Gelar Perkara Tipikor Surat Jalan Djoko Tjandra <https://news.detik.com/berita/d-5124670/polri-undang-kpk-gelar-perkara-tipikor-surat-jalan-djoko-tjandra>

Dari informasi yang diterima, keempat tersangka ini bukan hanya mengaku sebagai Menlu Retno, tapi juga mengaku sebagai Duta Besar RI, Konsulat Jenderal RI, hingga anggota DPR kepada korbannya.

Korbannya berada di berbagai negara, antara lain Korea Selatan, Brunei Darusalam, Amerika Serikat, Kanada, Arab Saudi, dan Malaysia. Para pelaku juga berhasil menipu korban yang berada di Sudan, Belanda, Rusia, Jepang, Korea Utara, Meksiko, Spanyol, dan Belgia.

Masih dari informasi yang diterima, pelaku berinisial DA (32), K (37), JS (41), dan D (30).

*Baca juga:*Pengungkapan Sabu Malaysia 300 Kg di Kalsel Pengembangan Kasus Maret Lalu <https://news.detik.com/berita/d-5124315/pengungkapan-sabu-malaysia-300-kg-di-kalsel-pengembangan-kasus-maret-lalu>

Polisi telah menyita 16 ponsel yang disembunyikan di masing-masing sel pelaku. Para pelaku pun melengkapi aksi mereka dengan modem internet.

Belum ada penjelasan terkait modus operandi para pelaku memperdaya korbannya yang berada di luar negeri.

*(eva/aud)*

Kirim email ke