WHO: Alokasi Vaksin Covid-19 Butuh Kesepakatan Global
http://indonesian.cri.cn/20200807/65ad63db-4f8d-f937-e1e3-5680a7e89fa8.html
2020-08-07 15:09:31
WHO: Alokasi Vaksin Covid-19 Butuh Kesepakatan
Global_fororder_u=1688687230,4015416492&fm=11&gp=0
Hari Kamis kemarin (6/8) waktu setempat, Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) menggelar jumpa pers seputar wabah covid-19, pada saat itu
Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan menyatakan, sejauh ini sudah
tercatat sekitar 165 macam vaksin yang memasuki tahap uji coba, di
antaranya 26 vaksin sudah memasuki tahap uji coba klinik, 6 vaksin di
antaranya sudah berada tahap uji coba klinik ke-3, termasuk 3 vaksin
asal Tiongkok, prestasi luar biasa yang tercapai dalam waktu pendek ini
sangat menggembirakan.
WHO: Alokasi Vaksin Covid-19 Butuh Kesepakatan Global_fororder_timg (26)
Tugas selanjut adalah menjamin keamanan dan keefektifan vaksin, uji coba
tahap ke-3 akan melalui pengetesan masif, WHO berharap lebih banyak
vaksin yang diteliti memasuki tahap uji coba ke-3.
Direktur Jenderal WHO Tedros Ahanom Ghebreyesus menyatakan, pada saat
akselerasi penelitian vaksin juga seharusnya menjamin pembagian atau
alokasi vaksin secara adil, agar masyarakat yang tidak mampu memikul
biaya vaksin juga mendapat akses vaksinasi, namun hal tersebut
membutuhkan kesepakatan global supaya vaksin menjadi produk publik global.
WHO: Alokasi Vaksin Covid-19 Butuh Kesepakatan Global_fororder_timg (25)
Ditekankan oleh Tedros bahwa, pandemi covid-19 mengubah dunia kita, dan
juga menantang ultima sistem kesehatan, hal tersebut juga memperlihatkan
bahwa investasi di bidang kesehatan sangat krusial bagi keamanan
nasional, sementara pencakupan kesehatan masyarakat juga sangat
diperlukan bagi keamanan kesehatan global. Ditunjukkan oleh Tedros
bahwa, demi membangun sistem kesehatan yang lebih kuat, negara-negara
kaya maupun miskin perlunya memperlihatkan tekad politik serta memasok
sumber daya dan keterampilan masing-masing negara. Sejauh ini misi urgen
bagi WHO adalah mendukung semua negara untuk meningkatkan sistem
kesehatannya, agar rakyat di berbagai tempat dunia dapat menikmati
layanan medis bermutu tinggi pada saat diperlukannya. Arah yang tepat
adalah berpegang teguh pada sains dan persatuan,hanya dengan demikian
barulah dapat kita bersama mengatasi pandemi covid-19.