Politikus AS Bermain “Kartu Taiwan” Bagaikan Bermain Api
http://indonesian.cri.cn/20200811/fd387b79-5df9-5251-b713-ad1f1d787414.html
2020-08-11 10:40:25
Menteri Kesehatan dan layanan Masyarakat Amerika Serikat (AS) Alex Azar
tiba di Daerah Taiwan Tiongkok pada hari Minggu lalu (9/8) dan
mengadakan pertemuan dengan pemimpin daerah Taiwan, tindakan itu telah
melanggar semangat tiga komunike bersama Tiongkok-AS dan prinsip Satu
Tiongkok. Tiongkok telah melayangkan teguran serius atas hal itu.
Seperti diketahui umum, prinsip Satu Tiongkok adalah dasar politik
hubungan Tiongkok-AS. Berdasarkan tiga komunike bersama Tiongkok-AS, AS
mengakui pemerintah Republik Rakyat Tiongkok sebagai pemerintah sah
satu-satunya. Di dalam kerangka itu, rakyat AS dan rakyat Taiwan hanya
memelihara hubungan di bidang kebudyaaan, perdagangan dan hubungan
lainnya yang tak resmi.
Dunia luar sudah sangat jelas, sebagai pejabat tingkat menteri AS yang
membidangi urusan kesehatan, Alex Azar kali ini mengunjungi Taiwan
dengan alasan “bekerja sama dalam menanggulangi wabah”, tujuan
sebenarnya adalah melakukan aktivitas politik, mencoba meningkatkan
hubungan AS-Taiwan, mendukung niat pihak penguasa Taiwan yang ingin
“mengupayakan kemerdekaan dengan alasan penanggulangan wabah”, dan juga
mempunyai pertimbangan yang merebut suara dalam tahun pemilu. Ternyata,
sebab yang lebih mendalam adalah pikiran Perang Dingin dan prasangka
ideologi sudah mengakar kuat di dalam otak sejumlah politikus AS.
48 tahun lalu, Mantan Presiden AS Richard Nixon dalam kunjungannya ke
Tiongkok menunjukkan, Tiongkok dan AS memiliki kepentingan dan harapan
bersama, tidak ada alasan untuk menjadi musuh. Perkembangan selama lebih
dari 40 tahun sudah membukti bahwa perkembangan sehat dan stabil
hubungan Tiongkok-AS membawa manfaat besar kepada kedua negara itu dan
juga berbagai negara di dunia, sesuai dengan penantian umum rakyat kedua
negara dan masyarakat internasional.
Akan tetapi, yang menyedihkan adalah hubungan Tiongkok-AS sedang
menghadapi tantangan paling serius sejak dijalinnya hubungan diplomatik
dengan dimanipulasi sejumlah politikus AS yang ingin mengupayakan
kepentingannya sendiri.
Masalah Taiwan adalah kepentingan inti Tiongkok, juga adalah masalah
paling penting dan paling sensitif dalam hubungan Tiongkok-AS. Politikus
AS yang “bermain kartu Taiwan” itu pasti akan mengintensifkan lebih
lanjut kontradiksi Tiongkok-AS, membawa ketidakpastian lebih besar
kepada hubungan bilateral. Tiongkok memperingatkan politikus AS agar
segera menghentikan kontak resmi dalam bentuk apa pun dengan daerah
Taiwan, jangan menantang garis merah Tiongkok, jangan salah mengevaluasi
ketetapan hati dan ketekadan Tiongkok untuk menjaga kedaulatan, keamanan
dan kepentingan pembangunan negara.
Menteri Kesehatan AS Hanya Pentingkan Karir Politiknya
http://indonesian.cri.cn/20200811/38b520b8-7ce7-f1e4-c311-94313698ea8a.html
2020-08-11 14:09:26
Menurut media Taiwan, Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat Alex Azar
tiba di Taipei pada hari Minggu lalu (9/8). Juru Bicara Kementerian Luar
Negeri Tiongkok Zhao Lijian hari Senin kemarin (10/8) di depan jumpa
pers menyatakan, Tiongkok selalu menentang kontak resmi antara AS dan
daerah Taiwan, Tiongkok telah melayangkan teguran serius kepada AS.
Sebagai pejabat tingkat menteri AS yang membidangi urusan kesehatan,
Alex Azar kali ini mengunjungi Taiwan dengan alasan “bekerja sama dalam
menanggulangi wabah”, berniat untuk menutupi maksud sebenarnya. Yang
Ironisnya, AS sebagai negara yang paling parah dihantam wabah gagalnya
kebijakan penanggulangan wabah.
Menteri Kesehatan AS Hanya Pentingkan Karir
Politiknya_fororder_0811卫生部长3
Sering Kunjungi “Swing State” Pemilu Tanpa Mengiraukan Wabah
Menteri Kesehatan AS Hanya Pentingkan Karir
Politiknya_fororder_0811卫生部长2
Pejabat pemerintahan Barack Obama pernah menilai bahwa Alex Azar selalu
memprioritaskan unsur politik tapi bukan keadaan pandemi ketika memilih
tujuan kunjungannya.
Menurut Politico AS, sejak akhir April, dalam 11 kali perjalanannya,
Alex Azar pernah 9 kali mengunjungi “medan perang krusial” bagi Donald
Trump dalam pemilu tahun 2020. Selian itu, 2 perjalanan lainnya juga
berkaitan dengan kepentingan politik, salah satunya adalah ke Kota
Buffalo Negara Bagian New York, kampung halaman seorang asisten senior
Gedung Putih yang baru memasuki departemen luar negeri AS menurut
permintaan Donald Trump. Salah satu kali lainnya adalah melakukan
persiapan untuk kampanye pemilu di Negara Bagian New Hampshire.
Menteri Kesehatan AS Hanya Pentingkan Karir
Politiknya_fororder_0811卫生部长1
Alex Azar dalam perjalanannya ke Florida pada tanggal 22 Mei pernah
mengatakan, kemampuan deteksi di sana kini sudah meningkat tajam, itu
berkat sistem deteksi yang belum pernah ada dalam sejarah dan dibentuk
oleh presiden. Akan tetapi, sejak awal hingga sekarang, deteksi Covid-19
pemerintah Donald Trump ternyata selalu dikritik.
Pada tahap awal wabah, kedudukan Alex Azar di Gedung Putih pernah bahaya
karena kegagalannya dalam menanggulangi wabah, bahkan pernah ada berita
tentang penggantian menteri kesehatan dan layanan masyarakat AS,
sedangkan, kepala Tim Gedung Putih untuk Penanggulangan Wabah juga
diganti dari Alex Azar menjadi Wakil Presiden Mike Pence.
Juru Bicara tim kampanye Joe Biden menyatakan, pemerintah Donald Trump
memprioritaskan topik politk daripada topik kesehatan masyarakat. Jumlah
kasus Covid-19 terus meningkat di seluruh AS, tapi Menteri Alex Azar
tetap mengembangkan kampanye pemilu dengan dana dari pembayar pajak,
tindakan itu sangat memalukan.
Menteri Kesehatan AS Hanya Pentingkan Karir
Politiknya_fororder_0811卫生部长4
Memperoleh Keuntungan dari Industri Farmasi Demi Kepentingan Politik
Itu bukan kali pertama Alex Azar mengabaikan kepentingan rakyat.
Pada tanggal 26 Februari, Alex Azar dalam audiensi Dewan Perwakilan AS
mengatakan, “kami mengharapkan setiap orang mampu membiayai vaksin, tapi
kami nggak boleh mengontrol harganya.” Pernyataan itu langsung
mengundang kemarahan netizen AS. Seorang netizen mengomentar, “Baiklah,
orang kaya dapat menggunakan vaksin, kami kelas pekerja berdoa saja.”
Sebelum Alex Azar bergabung dalam pemerintah Donald Trump, ia pernah
bekerja beberapa tahun di perusahaan farmasi AS, Eli Lilly. Selama itu,
harga sejumlah besar obat-obatan naik tajam.
Senator Bernie Sanders pernah menentang keras pencalonan Alex Azar
sebagai menteri kesehatan dan layanan masyarakat AS. Dinyatakannya,
“kami membutuhkan seorang menteri yang berani berjuang dengan
keserakahan perusahaan farmasi untuk menurunkan harga obat-obatan, bukan
orang yang ingin mendapat untung darinya.”
Situsweb AS Rollcall dalam laporannya menunjukkan, sejak tahun 2000,
Alex Azar pernah membayar 105 ribu USD sebagai kontribusi politik. Pada
tahun 2016, ia pernah menyumbang 5400 USD kepada tim kampanye Donald Trump.
Politico pernah dalam laporannya menunjukkan, Alex Azar dapat diangkat
sebagai menteri kesehatan, itu ada hubungannya dengan dukungan sejumlah
pejabat pemerintah, termasuk Wakil Presiden Mike Pence, Direktur Komisi
Kebijakan Urusan Dalam Negeri Gedung Putih Andrew Bremberg.