Zhong Nanshan Dianugerahi “Bintang Republik”
http://indonesian.cri.cn/20200813/6f99b489-835c-8700-744f-6155a52a8120.html
2020-08-13 16:22:25
Presiden Tiongkok Xi Jinping menandatangani dekrit presiden pada 11
Agustus yang lalu, untuk menganugerahkan “Bintang Republik” kepada Zhong
Nanshan, menganugerahkan gelar kehormatan nasional “Pahlawan Rakyat”
kepada Zhang Boli, Zhang Dingyu dan Chen Wei.
Zhong Nanshan Dianugerahi “Bintang Republik”_fororder_zns1
Bintang Republik adalah gelar kehormatan tertinggi negara, hanya
dianugerahkan kepada “tokoh brilian yang memberikan sumbangan luar
biasa.” Inilah kedua kali Tiongkok menganugerahkan “Bintang Republik”
kepada perseorangan setelah diresmikannya penganugerahan medali nasional
pada tahun 2019.
Keempat orang yang dianugerahi tanda kehormatan tersebut semuanya adalah
ahli kedokteran, mereka adalah tokoh representatif Tiongkok dalam
penanggulangan wabah Covid-19 kali ini. Para netizen menyatakan
apresiasi atas penganugerahan tersebut.
*Zhong Nanshan: Kembali Memikul Tugas Besar Negara*
Zhong Nanshan lakhir di keluarga Kedokteran, dia sangat pandai di bidang
pengobatan penyakit saluran pernapasan. Waktu penanggulangan wabah SARS
pada tahun 2003, dia sudah berjuang di barisan depan, dan dilantik
sebagai kepala tim bimbingan ahli pengobatan penyakit SARS Propinsi
Guangdong. Waktu itu gejala pasien tidak jelas, dia bilang: “Antarkan
pasien gawat ke tempat saya. ”
Tahun 2020, terjadi lagi peristiwa darurat kesehatan publik yang tidak
diketahui sebabnya, tanggal 18 Januari, dia diberitahu untuk berangkat
ke kota Wuhan pada malam untuk mengikuti tim ahli tingkat senior Komisi
Kesehatan Nasional (NHC) dan menjabat sebagai kepala tim.
Zhong Nanshan Dianugerahi “Bintang Republik”_fororder_zns2
Karena waktu terlalu urgen, dia tidak bisa membeli tiket pesawat, jadi
dia terpaksa naik kereta api cepat dan diberi tempat duduk di kereta
makan. Banyak orang terharu pada foto Zhong Nanshan yang duduk tidur di
kereta api. Dia mengingatkan masyarakat jangan pergi ke kota Wuhan, tapi
dirinya malah naik kereta api yang berarus balik dengan masyarakat.
Tanggal 20 Januari, Zhong Nanshan menjelaskan keputusan dirinya kepada
publik dalam acara televisi, “Data menunjukkan, tentunya terdapat gejala
virus yang menular antar manusia.” Keputusan itu memberikan dasar
penting untuk pencegahan wabah, dan membunyikan alarm peringatan
penanggulangan wabah. Para petizen memanggil dia sebagai tulang punggung
nasional.
Zhong Nanshan Dianugerahi “Bintang Republik”_fororder_zns3
Zhong Nanshan suka berolahraga, tubuhnya kuat dan penuh semangat. Dalam
penanggulangan wabah kali ini, foto-foto yang mencatat dia berenang,
main tenis, lari, dan berbugar banyak beredar di internet. Netizen
bercanda, lihat kakek yang berusia 80 tahun ini, ayuk cepat berolahraga.
*Zhang Boli, Ahli Kedokteran Tradisional Tiongkok*
Ketika kebanyakan warga Tiongkok masih beristirahat di liburan Tahun
Baru Imlek pada tanggal 26 Januari, Akademisi Akademi Rekayasa Tiongkok
merangkap Kepala Universitas Kedokteran Tradisional Tiongkok Tianjin,
Zhang Boli yang berusia 70 tahun telah berangkat ke kota Wuhan untuk
menanggulangi wabah virus corona.
Zhang Boli adalah ahli terkenal di bidang kedokteran tradisional
Tiongkok. Begitu tiba di Wuhan pada dini hari, dia segera memulai
peninjauan klinis dan menetapkan protokol pengobatan TCM (Traditional
Chinese Medicine). Tim asuhan Zhang Boli adalah tim pertama yang
mendeteksi gejala TCM dan tim pertama yang menetapkan protokol
pengobatan. Tim Zhang Boli juga memberikan andil dalam pengembangan
minuman racikan herbal bernama Qingfei Paidu yang diresmikan negara
untuk pengobatan pasien dari wabah virus corona.
Melalui cara kedokteran tradisional Tiongkok dan kombinasi kedokteran
Barat dengan tradisional Tiongkok, Zhang Boli dan dokter-dokter lain
sukses mencegah pasien dengan gejala ringan beralih ke gejala berat, dan
secara efektif meringankan gejala parah pasien.
Zhang Boli juga bersama 209 dokter TCM membangun rumah sakit darurat
atau rumah sakit sementara kedokteran tradisional Tiongkok di Wuhan,
yaitu Rumah Sakit Darurat TCM Jiangxia, rumah sakit ini dirujuk untuk
merawat pasien dengan cara kedokteran tradisional Tiongkok dan TCM.
Selama 26 hari, rumah sakit ini menerima 564 pasien, dengan 482 orang
sembuh dan keluar dari rumah sakit, 82 orang yang masih belum mencapai
standar keluar dari rumah sakit ditransfer ke rumah sakit lain. Mereka
mencetak tiga rekor, yaitu tiada pasien dengan gejala ringan beralih ke
gejala parah, tiada pasien terinfeksi virus corona lagi, serta tiada
petugas medis yang terinfeksi selama bertugas di garis depan.
Karena terlalu letih, Zhang Boli jatuh sakit karena kolesistitis. Dia
menerima operasi pengangkatan kandung empedu pada tanggal 19 Februari di
Wuhan. Namun hanya tiga hari kemudian, dia sudah mulai bekerja lagi.
Anak laki-laki Zhang Boli juga adalah anggota tim pendukung kedokteran
untuk Hubei. Namun Zhang Boli dan anaknya tidak pernah bertemu satu kali
pun di Wuhan, ketika mendengar ayahnya sakit, anak Zhang Boli hendak
menengok dia. Namun Zhang Boli menyatakan, tidak usah, yang penting
ialah merawat pasienmu.
Zhong Nanshan Dianugerahi “Bintang Republik”_fororder_zns4
22 Mei, Ketika memperkenalkan proses penanggulangan pandemi Covid-19
dalam sidang KRN dan MPPR, Zhang Boli meneteskan air mata.
Pada 16 April, ketika meninggalkan Wuhan tempat dia pernah berjuang
selama 82 hari, Zhang Boli menyatakan dia akan sering kembali ke Wuhan.
Pada 23 dan 24 Juli lalu, Zhang Boli menepati komitmennya dan kembali ke
Wuhan untuk mengikuti program penelitian virus corona, membangun rumah
sakit pendidikan serta memeriksa pasien virus corona yang sembuh.
*Zhang Dingyu: Seorang Pasien ALS yang Menerima “Bintang Republik”*
Zhang Dingyu, kepala rumah sakit Jinyintan, kota Wuhan Tiongkok, selalu
tampak sederhana dan ramah tamah. Namun selama wabah covid-19 kali ini,
dia berubah menjadi seorang yang serius dan bertindak tegas agar
semaksimal mungkin menyelamatkan jiwa setiap pasien.
29 Desember 2019, 7 pasien gelombang pertama asal pasar Seafood Huanan
kota Wuhan yang terinfeksi pneumonia mulai dirawat di rumah sakit
Jinyintan. Zhang Dingyu, seorang dokter yang membidangi pencegahan dan
pengendalian penyakit menular segera menyadari, ini bukan penyakit
menular sederhana. Dirinya sebagai pelopor dengan memimpin 600 lebih
tenaga medis di rumah sakitnya berjuang di garis paling depan
penanggulangan wabah, dan hanya beristirahat kurang dari 3 jam setiap hari.
Zhong Nanshan Dianugerahi “Bintang Republik”_fororder_zns5
Zhang Dingyu sebenarnya sudah kena penyakit ALS (Sklerosis lateral
amiotrofik) atau Lou Gehrig, sesuatu penyakit langka dan tidak bisa
diobati, penderita penyakit ALS akan mengalami kelemahan dan atrofi otot
di lengan, tubuh dan perut dan dada, dan akhirnya kehilangan kekuatan
otot hingga berhenti bernapas.
Dia sudah berjalan pincang karena penyakit ALS, naik turun tangga juga
semakin susah. Namun dia tetap bekerja rajin siang dan malam. Jalannya
agak goyang, tapi tekadnya cukup teguh. Setiap kali ditanya kenapa
berjalan pincang, jawabannya selalu sederhana “Saya sudah lanjut usia,
dengkulnya bermasalah.”
Sebagai seorang dokter, dia sudah tahu usianya tak akan panjang, dan
menyadari usia yang sisa kepada dia tidak cukup, dia masih bertekad
untuk berdiri di depan, mengembangkan keahliannya, dan menyumbangkan
semua kekuatannya. Dia ingin menyampaikan informasi kepada masyarakat
bahwa seandainya kami bersatu padu dan menahan diri, pasti dapat
mengalahkan virus korona jenis baru yang kejam itu.
Istrinya pun terinfeksi virus korona jenis baru, dan dirawat di sebuah
rumah sakit belasan kilometer jauh, tapi Zhang Dingyu belum sempat
menengok istrinya. “Saya seharusnya berlari lebih cepat baru dapat
menang waktu supaya menyelesaikan tugas saya, saya seharusnya berupaya
lebih keras demi menyelamatkan lebih banyak jiwa.,” tuturnya.
Zhong Nanshan Dianugerahi “Bintang Republik”_fororder_zns6
Netizen mengomentari Zhang Dingyu bahwa, dia adalah orang yang membawa
harapan kepada masyarakat yang membutuhkan.
*Chen Wei, Pahlawan Yang Berani Terjun Dalam Penelitian Biokeamanan*
Pada awal tahun 2014, wabah Ebola merebak di Afrika Barat dan menyebar
ke luar negeri dengan laju cepat sehingga menimbulkan kepanikan seluruh
dunia. Menghadapi wabah yang serius, Chen Wei dengan berani memikul
tugas penelitian vaksin, dan ingin memproduksi vaksin yang terbaik dan
paling efektif. Pada Desember tahun itu, Chen Wei dan tim yang
dikepalainya mengembangkan vaksin Ebola yang pertama pada di dunia. Dia
juga menuju garis depan perjuangan melawan wabah Ebola di Afrika Barat,
mengadakan uji coba klinis di Serra Leone, akhirnya dengan sukses
mengendalikan penyebaran virus Ebola di Afrika.
Zhong Nanshan Dianugerahi “Bintang Republik”_fororder_zns7
Sejak tamat dari Universitas Tsinghua, Chen Wei selalu berjuang di
bidang penelitian anti virus.
Pada 26 Januari lalu, dia dengan timnya ditugaskan ke kota Wuhan dan
mengadakan penelitian dan pengembangan vaksin virus corona.
Zhong Nanshan Dianugerahi “Bintang Republik”_fororder_zns8
Selama di Kota Wuhan, timnya dengan sungguh-sungguh meneliti vaksin
virus corona berdasarkan seleksi kasus konfirmasi. Pada 16 Maret lalu,
vaksin yang dikembangkan Chenwei dan timnya menjadi vaksin pertama yang
diizinkan mengadakan uji coba klinis di Tiongkok. Pada 10 April lalu,
108 relawan yang diinjeksi vaksin pada tahap pertama uji coba klinis
telah mengakhiri peninjauan medis secara kolektif, kondisi kesehatan
mereka baik-baik. Pada 12 April lalu, diadakan uji coba tahap kedua, ini
menjadi satu-satunya vaksin yang memasuki uji klinis tahap kedua di
seluruh dunia. Pada 20 Juli lalu, majalah medis terkenal dunia The
Lancet melaporkan hasil uji coba klinis vaksin tahap kedua yang dicapai
Tim Chen Wei, ini adalah data statistik vaksin virus corona tahap kedua
yang pertama yang dikeluarkan secara resmi di dunia.
Dari perlawanan SARS dan perlawanan Ebola sampai perlawanan virus
corona , Chen Wei mengatakan, wabah adalah perang, daerah wabah adalah
medan perang, saya bersedia berjuang melawan wabah sepanjang umur, dan
membuka pintu harapan kepada masyarakat yang terpapar wabah。
Zhong Nanshan Dianugerahi “Bintang Republik”_fororder_zns9
Setelah Tiongkok merilis daftar “Bintang Republik”, ada netizen
mengatakan bahwa mereka adalah “orang yang bisa menenangkan hati selama
wabah”, juga ada netizen yang mengatakan bahwa mereka adalah “superstar”
yang harus digemari oleh kaum muda, sementara itu masih ada banyak
netizen yang memuji mereka sebagai "pahlawan" dan "pilar nasional". Ini
tidak hanya merupakan kekaguman rakyat terhadap profesionalisme para
tenaga medis seperti Zhong Nanshan, tetapi juga menunjukkan rasa terima
kasihnya atas jasa mereka yang telah menyelamatkan jiwa dalam jumlah besar.
Netizen memberikan penghormatan kepada mereka karena "kehormatan
nasional tertinggi" ini tidak hanya merupakan kemuliaan pribadi dari
pahlawan penanggulangan pandemi, tetapi juga menghimpun kekaguman dan
rasa terima kasih dari seluruh rakyat Tiongkok, dan ini telah mencatat
kesulitan dan kekuatan rakyat Tiongkok dalam perjalanannya untuk
mewujudkan impian mereka.
Bintang Republik, tanda kehormatan tertinggi yang sarat dengan kekaguman
dan rasa terima kasih dari seluruh rakyat Tiongkok, merupakan tanda
monumental yang mencatat perjalanan luar biasa yang ditempuhnya.
Perjuangan rakyat Tiongkok dalam melawan Covid-19 telah berlangsung
selama lebih dari 7 bulan, tepatnya dengan kepemimpinan "tulang punggung
nasional" yang dikepalai oleh Zhong Nanshan dan kerja keras dari seluruh
masyarakat Tiongkok, baru tercapai hasil penanggulangan pandemi yang
dipuji seluruh dunia.