Saudara Akhi, Betapa Kokohnya Persahabatan

http://indonesian.cri.cn/20200813/28633795-270f-df20-6014-d96c957ccd36.html
2020-08-13 12:47:18

Warga Tiongkok sering memanggil teman-teman paling akrab  dan setia sebagai “tiegan” atau secara harfiah bisa diartikan saudara akhi, kata “akhi” telah menyoroti persahabatan satu sama lain yang selalu kukuh seperti baja besi. Sekarang, panggilan yang mesra dan sederhana itu juga tampil di panggung diplomatik Tiongkok, dalam rangka menafsirkan hubungan persahabatan setulusnya antara Tiongkok dengan negara-negara bersahabat.

Mengatasi kesulitan bersama adalah kewajiban bagi saudara akhi atau sahabat terbaik. Februari lalu, pada awal merebaknya wabah covid-19, Pakistan yang selalu dipanggil sebagai “tiegan” oleh masyarakat Tiongkok memberi bantuan semaksimal mungkin, dengan menyumbangkan cadangan masker yang dimilikinya kepada Tiongkok. Mengembalikan rasa empati dengan sekuat tenaga, beberapa gelombang material medis kemudian turut diberangkatkan dari Tiongkok menuju Pakistan. Maret lalu, Presiden Pakistan Arif Alvi pun khusus datang berkunjung ke Tiongkok untuk menyampaikan dukungannya kepada Tiongkok.

21 Maret lalu, pesawat carter yang menumpang 6 tenaga ahli medis dan material-material penanggulangan wabah asal Tiongkok mendarat di bandara internasional Belgrade. Pada saat krusial melawan wabah covid-19, Tiongkok sempat memberi bantuan kepada saudara akhi yang jauh di Eropa.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan “bantuan Tiongkok senantiasa diingat oleh rakyat Serbia, Tiongkok telah memberi teladan di dunia bahwa persahabatan yang kukuh di hadapan kesulitan, kami berharap sesuatu hari kemudian kami mampu membalas budi Tiongkok.”

Tiongkok dan Myanmar merupakan negara tetangga yang selalu bantu membantu. Berdasarkan catatan buku sejarah Myanmar, rakyat Myanmar selalu memandang rakyat Tiongkok sebagai Pauk paw Ruimiao, artinya saudara kandung. Kunjung pertama kali Presiden Tiongkok Xi Jinping tahun ini telah menengok “sanak keluarga” di Myanmar, yaitu menghadiri kegiatan perayaan HUT Ke-70 penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok-Myanmar.



 Kemenlu Tiongkok: Hentikan Penodaan Tiongkok

http://indonesian.cri.cn/20200813/ec0aedff-e578-4fff-190c-9a70ab7d9e48.html
2020-08-13 12:04:23

Mengenai perkataan terkait Menteri Kesehatan AS yang menodai Tiongkok dalam perlawanan wabah, jubir Kemenlu Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa pers kemarin (12/8) menyerukan pihak terkait agar segera menghentikan pertunjukan politik, dan berkonsentrasi pada penyelamatan jiwa rakyat AS sebagai mana yang wajib dilakukan seorang menteri kesehatan.

Dikabarkan, Menteri Kesehatan AS Alex M. Azar II ketika berpidato di Universitas Taiwan mengatakan, PKT sebenarnya berkesempatan memberikan kewaspadaan kepada dunia dan bersama melawan wabah, tapi mereka tidak berbuat demikian. Jika virus itu pertama-tama timbul di Taiwan dan Amerika, mungkin mudah dikendalikan .

Bagi hal ini, Zhao Lijian mengatakan, saat ini jumlah kasus positif virus corona di AS telah menerobos 5 juta orang, jumlah kasus kematian telah melampaui 160 ribu orang. Menghadapi situasi yang begitu serius, pejabat kesehatan AS yang utama tidak bertugas di garis depan perlawanan wabah, malah berkunjung ke Taiwan tanpa mengindahkan keselamatan jiwa rakyat AS. Hanya dalam waktu tiga hari perlawatannya, jumlah tambahan kasus virus corona di  AS melampaui 150 ribu orang, dan 2000 orang meninggal dunia karena wabah. Perbuatan pihak AS sekali lagi menunjukkan, dalam pandangannya, jiwa rakyat AS tak bisa dibandingkan dengan kepentingan politik mereka. Pejabat AS ini berbicara jika virus ini pertama-tama timbul di AS, maka akan dengan mudah dikendalikan. Kami sedang menantikan dia segera memperlihatkan kehebatannya dan segera mengendalikan wabah di negaranya.



Kirim email ke