Masih dua tahun lagi.

On Sat, Aug 15, 2020 at 5:55 AM kh djie [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
>
> https://www.wartaekonomi.co.id/read132528/penerimaan-pajak-dari-industri-morowali-diprediksi-rp3-triliun-pada-2022
>
> Penerimaan Pajak dari Industri Morowali Diprediksi Rp3 Triliun pada 2022
> Bagikan:
> Share
> Direktur Eksekutif Pengembangan PT Indonesia Morowali Industrial Park
> (IMIP) Dedi Mulyadi mengungkapkan keberadaan Kawasan Industri Morowali
> telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun
> nasional. Dampak pesatnya pengembangan Kawasan Industri Morowali,
> kontribusi pajak diproyeksikan terus meningkat. "Penerimaan pajak akan
> mencapai Rp2 triliun hingga Rp3 triliun per tahun setelah 2022," kata Dedi,
> di Makassar, Kamis, (2/3/2017).
>
>
> Berdasarkan data yang dihimpun Warta Ekonomi, pendapatan per kapita
> Morowali pada 2015 hanya berkisar US$8.702 atau setara Rp114 juta.
> Diproyeksikan pendapatan per kapita Morowali akan melonjak mencapai US$35
> ribu atau setara Rp458 juta pada 2022. PDRB Sulteng pun diyakini ikut
> terdongkrak dari Rp90,2 triliun pada 2014 menjadi Rp233,26 triliun pada
> 2022. "Diperkirakan laju pertumbuhan ekonomi di Sulteng tembus 15-17
> persen."
>
> Dedi menerangkan bila laju pertumbuhan ekonomi Sulteng diproyeksikan
> mencapai belasan persen, laju pertumbuhan Morowali lebih 'gila' yakni
> berkisar 30-35 persen. Untuk PDRB Morowali diperkirakan melonjak dari Rp7,5
> triliun pada 2014 menjadi Rp137,87 triliun pada 2022. PAD yang dihasilkan
> diproyeksikan bisa meningkat dari Rp25,3 miliar pada 2015 menjadi Rp246,3
> miliar pada 2022.
>
> Menurut Dedi, nilai tambah yang dihasilkan sejumlah pabrik smelter dan
> pengolahan logam lainnya di Morowali pun diperkirakan meroket. Pada 2016,
> nilai tambah yang dihasilkan di Kawasan Industri Morowali sudah menembus
> Rp16,5 triliun. Pihaknya memperkirakan nilai tambah pada 2022 mencapai
> Rp226,9 triliun.
>
> Guna mendorong akselerasi pengembangan Kawasan Industri Morowali, Dedi
> mengatakan berbagai infrastruktur penunjang telah dan sedang dibangun. Di
> antaranya yakni pembangunan bandara, pelabuhan, perumahan dinas berupa
> apartemen, rumah sakit dan sekolah. Untuk pembangunan bandara khusus akan
> dimulai pada tahun ini dan ditargetkan tuntas pada 2018 mendatang.
>
> Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika
> Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan
> Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri smelter
> berbasis logam karena termasuk dari 10 besar negara di dunia dengan
> cadangan bauksit, nikel, dan tembaga yang melimpah.
>
> ?Untuk pengembangan industri berbasis mineral logam khususnya pengolahan
> bahan baku bijih nikel, saat ini difokuskan di Kawasan Timur Indonesia.
> Misalnya, di Kawasan Industri Morowali (Sulteng), Kawasan Industri Bantaeng
> (Sulsel) dan Kawasan Industri Konawe (Sultra),? ujar dia.
>
> Diketahui, Kawasan Industri Morowali seluas 2.000 hektar dikelola oleh PT
> IMIP. Kawasan terintegrasi tersebut akan menarik investasi sebesar USS6
> miliar atau mencapai Rp78 triliun dengan menyerap tenaga kerja langsung
> sekitar 20 ribu orang dan tidak langsung sebanyak 80 ribu orang.
>
> Selanjutnya, Kawasan Industri Bantaeng memiliki luas 3.000 hektare yang
> diperkirakan akan menarik investasi sebesar USS5 miliar atau setara Rp 55
> triliun, dengan Harbour Group bertindak sebagai investor. Sedangkan, untuk
> Kawasan Industri Konawe diprediksi akan menarik investasi sebanyak Rp28
> triliun. Bertindak sebagai anchor industry di kawasan ini adalah Virtue
> Dragon Nickel Industry, dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 18 ribu
> orang.
> Tag: Pajak <https://www.wartaekonomi.co.id/tag3656/pajak>, Sulawesi Utara
> <https://www.wartaekonomi.co.id/tag4754/sulawesi-utara>
>
> Penulis: Tri Yari Kurniawan
> <https://www.wartaekonomi.co.id/redaksi/tri_yari>
>
> Editor: Sucipto <https://www.wartaekonomi.co.id/redaksi/cipto>
>
> Foto: Tri Yari Kurniawan
>
>
>
> 
>

Kirim email ke