Perdagangan Luar Negeri Tiongkok Tingkatkan Kelancaran Industri Global
2020-08-15 16:33:45
http://indonesian.cri.cn/20200815/10b7d3cd-f67f-6f62-e507-b170619a75ed.html
“Sekarang perdagangan antara Tiongkok dan Jerman mengalami pemulihan
pesat. Setiap pekan tercatat 45 hingga 60 rangkaian kereta api yang lalu
lalang antara Duisburg Jerman dan kota-kota Tiongkok. Angka ini sudah
mencetak rekor baru!” Itulah laporan harian El Pais Spanyol dengan
mengutip perkataan Eksekutif Keuangan Kota Duisburg, Martin Murrack
belum lama lalu. Terhitung hingga akhir Juli lalu, kereta api cepat
antara kedua negara secara akumulatif mencapai seribu rangkaian dalam
waktu tiga bulan, dengan volume angkutan maupun jumlah rangkaiannya
mengalami peningkatan dua digit secara berturut-turut dalam lima bulan
terakhir. Hal ini mencerminkan dukungan perdagangan luar negeri Tiongkok
terhadap kelancaran rantai industri global.
Terdampak wabah virus corona, perdagangan global tahun ini mengalami
kontraksi besar-besaran, namun perdagangan luar negeri Tiongkok secara
keseluruhan tetap menunjukkan kinerja yang memuaskan jika dibandingkan
dengan ekonomi utama dunia. Sebagai catatan, perdagangan luar negeri
Tiongkok mengalami pertumbuhan untuk empat bulan berturut-turut, dan
untuk bulan Juli lalu mengalami pertumbuhan sebesar dua digit. Sementara
itu, impornya mengalami pertumbuhan selama dua bulan berturut-turut.
Angka tersebut sepenuhnya memperlihatkan ketangguhan ekonomi Tiongkok di
tengah pandemi COVID-19.
Yang patut diperhatikan ialah, pemerintah Tiongkok baru-baru ini telah
merilis 15 kebijakan untuk mendukung perdagangan luar negeri dan
penanaman modal asing di Tiongkok. Kebijakan-kebijakan tersebut akan
memberikan jaminan dan dukungan kepada perusahaan yang membidangi
perdagangan luar negeri, dan membantu mereka mengurangi ongkos dan
mengembangkan industri baru.
Tiongkok sekarang tengah berusaha mengembangkan konfigurasi perkembangan
yang mengedepankan sirkulasi domestik dan sirkulasi internasional
sekaligus. Dalam konfigurasi itu, peningkatan perdagangan luar negeri
akan mengandung makna yang lebih mendalam. Di tengah pandemi COVID-19
yang masih terus menyebar, Tiongkok berusaha menstabilkan fundamental
perdagangan, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk
kepentingan dunia. Hal ini mencerminkan sikap bertanggung jawab Tiongkok
terhadap perekonomian dunia. Serangkaian kebijakan yang diambil Tiongkok
untuk menstabilkan perdagangan telah mencapai hasil signifikan. Hal ini
tidak hanya akan menguntungkan operasional stabil rantai pasokan dan
rantai industri global, tapi juga akan memberikan tenaga pendorong bagi
perekonomian dunia yang terpukul berat di tengah pandemi.
Perusahaan Asing yang Cerdas Tak Mau Hengkang dari Tiongkok
2020-08-16 15:21:03
http://indonesian.cri.cn/20200816/29c7f0ea-b60f-e503-c6df-b899aec1706c.html
Meskipun oknum politikus AS terus menghasut perusahaan AS agar hengkang
dari Tiongkok, namun menurut satu laporan terbaru dari Komite
Perdagangan AS-Tiongkok, 83% perusahaan AS tetap memperlakukan Tiongkok
sebagai pasar terbesar atau salah satu dari 5 pasar terbesar di dunia,
75% perusahaan akan tetap bahkan menambahkan modalpada bisnisnya di
Tiongkok pada satu tahun ke depan. Justru seperti dikatakan oleh Menteri
Perdagangan Tiongkok Zhong Shan kepada jurnalis China Media Group,
“perusahaan asing yang cerdas tak mungkin melepaskan pasar Tiongkok”.
Keuletan dan daya tarik milik pasar Tiongkok termanifestasi dari
beberapa indeks berikut: penggunaan modal asing secara riil Tiongkok
pada Juli lalu tercatat US$ 63,47 miliar atau naik 15,8% dari pada masa
sama tahun lalu, angka ini bertambah terus selama 4 bulan berturut-turut
ini. Penggunaan modal asing Tiongkok pada 7 bulan pertama tahun ini
tercatat US$ 535,65 miliar, atau naik 0,5% dari pada masa sama tahun lalu.
Di depan pandemi Covid-19, peningkatan investasi di Tiongkok barulah
Keputusan akurat bagi perusahaan-perusahaan asing.
Pertama, politik keterbukaan Tiongkok bersifat kontinu, khususnya di
bidang industri jasa, termasuk finansial, peluang investasi di Tiongkok
kian bertambah. Kedua, dengan diberlakukannya Undang-undang Penanaman
Modal Investor Asing, lingkungan bisnis di Tiongkok dioptimalkan lebih
lanjut. Ketiga, Dewan Negara Tiongkok baru-baru ini meluncurkan 15
kebijakan untuk menstabilkan modal asing, khususnya akan memperlakukan
sama rata antara perusahaan domestik dengan luar negeri.
Dapat diprediksi bahwa, ke depan, Tiongkok tetap adalah negara tujuan
investasi yang tertarik di dunia bagi perusahaan asing.