Sungai Bening dan Gunung Hijau Karunia Warga Arshan
http://indonesian.cri.cn/20200815/e803a392-438d-6b06-88d2-845499597625.html
2020-08-15 15:31:47
Kota Arshan, Mongolia Dalam terletak di pegunungan Da Hinggan Ling,
timur laut Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, kota Arshan berusaha
mengembangkan pariwisata, tepatnya ekowisata yang ramah lingkungan.
Sejak itu kampung halamanku mulai berkembang dan warga yang dulu mengadu
nasibnya di kota-kota besar pun tertarik untuk kembali bekerja di
kampung halamannya. Bahan kulit kayu pohon pun dipetik-petik untuk
diolah menjadi kanvas. Lukisan dari kanvas kayu pun dijual ke luar
negeri dan menjadi laris manis. Ada juga warga yang membudidayakan rusa
di tengah hutan. Para penebang hutan pada masa lampau kini beralih
profesinya menjadi pemandu wisata dan menjadi kaya melalui pariwisata
desa. Pedoman “manusia dan alam hidup secara harmonis” serta “gunung
hijau adalah gunung emas” terlaksana di hamparan hutan Arshan.
Sungai Bening dan Gunung Hijau Karuniai Warga
Arshan_fororder_树皮画(经济日报-中国经济网记者 武晓娟_摄)
Gunung Arshan memiliki pemandangan alam yang mempesona dan menawan
selama empat musim sepanjang tahun. Hutan belantara membentang luas dan
menjadi sumber kekayaan warga setempat. Dulu kulit kayu dan ranting yang
terjatuh bertimbun menjadi tumpukan yang dalam sehingga mudah terbakar.
Kini kulit kayu setempat diolah menjadi bahan untuk membuat lukisan
pecahan kulit kayu. Kini kota Arshan telah mendirikan perusahaan
industri budaya yang ikut mendorong perkembangan pariwisata setempat.
Pada 2017, lukisan kulit kayu dengan merek “Bailang Linsu” sudah
termasuk daftar warisan budaya tak benda Daerah Otonom Mongolia Dalam.
Pada 2018 hingga 2019, lukisan kulit kayu “Bailang Linsu” berturut-turut
dipamerkan di Ekspo Produk Organik Tiongkok-Mongolia-Rusia serta
Festival Kebudayaan Mongolia Dalam, bahkan pernah memperoleh penghargaan
emas dalam kompetisi barang-barang konsumsi pariwisata Mongolia Dalam.
Dalam empat tahun terakhir, perusahaan tersebut sudah membagikan dividen
sebanyak 300 ribu yuan kepada 45 keluarga miskin.
Desa Lucun adalah sebuah dusun kecil dengan 28 keluarga dan 64 orang.
Pada 1998, Biro Kehutanan setempat mulai melaksanakan proyek pelestarian
lingkungan, khususnya pelestarian hutan belantara. Banyak buruh yang
dulu mencari naskah hidup dengan menebang pohon kini diPHK. Sekarang
kaum buruh dipekerjakan untuk memelihara rusa, dan itulah asal usul nama
Desa Lucun, yang artinya Desa Rusa.
Sungai Bening dan Gunung Hijau Karuniai Warga
Arshan_fororder_鹿村的小鹿(经济日报-中国经济网记者 武晓娟_摄)
Mengapa rusa yang dipilih sebagai hewan peliharaan? Pemimpin Desa Lucun
menjawab, dilihat dari ekosistem, rusa adalah sebagian dari hutan.
Kedua, rusa tahan udara dingin dan bisa hidup di daerah Arshan yang
dingin pada musim dingin. Ketiga, rusa adalah hewan yang sangat digemari
turis.
Dewasa ini Desa Lucun tengah mengembangkan pariwisata yang berciri khas
agrowisata dan ekowisata dengan bersandar pada hutan belantara dan satwa
liar yang aneka ragam.
Melalui wisata yang ramah lingkungan, warga di Arshan kini telah
menempuh jalan kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Gunung hijau dan
sungai bening sudah menjadi berkah masyarakat setempat.