Sinovac prioritaskan vaksin COVID-19 untuk Indonesia sampai akhir 2021
Kamis, 20 Agustus 2020 22:25 WIB
Sinovac prioritaskan vaksin COVID-19 untuk Indonesia sampai akhir 2021
Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin
COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa
Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat
kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III
vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. ANTARA FOTO/M
Agung Rajasa/nz
Ini adalah kerja sama yang cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan farmasi China,Sinovac Biotech Ltd
<http://www.sinovac.com/>, menyepakati nota kesepahaman yang akan
memprioritaskan distribusi vaksin COVID-19 untuk Indonesia sampai akhir
2021, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kamis.
Kesepakatan itu diteken dalam nota kesepahaman (MoU) antara Sinovac dan
perusahaan farmasi Indonesia PT Bio Farma (Persero), di Kota Sanya,
Hainan, China pada Kamis.
"[...] Yang ditandatangani oleh Sinovac dan Bio Farma adalah MoU untuk
komitmen Kapasitas/Bulk Vaccine/2021 - di mana Sinovac akan memberikan
prioritas kepada BioFarma untuk/supply bulk/vaksin setelah Maret 2021
hingga akhir tahun 2021," kata Retno saat jumpa pers virtual dari Kota
Sanya usai menghadiri pertemuan bilateral dengan pemerintah China.
Di samping MoU untuk kapasitas vaksin 2021, pihak Sinovac dan Bio Farma
juga menandatangani perjanjian awal pembelian dan distribusi vaksin
COVID-19. Lewat perjanjian itu, Sinovac menyetujui produksi vaksin
COVID-19 sampai 40 juta dosis mulai November 2020 sampai Maret 2021.
"Ini adalah kerja sama yang cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac,"
ucap Menlu Retno.
Namun, Retno belum menyebutkan lebih lanjut harga penjualan vaksin yang
telah disepakati antara Sinovac dan Bio Farma dalam jumpa pers yang
digelar pada Kamis malam.
*Baca juga:Bio Farma pastikan Indonesia prioritas penyaluran vaksin
COVID-19
<https://www.antaranews.com/berita/1661614/bio-farma-pastikan-indonesia-prioritas-penyaluran-vaksin-covid-19>*
Walaupun demikian, usai menghadiri pertemuan bilateral dengan
rekannya dari China, Retno menyampaikan dua negara berkomitmen
meningkatkan kerja sama di bidang vaksin, yang salah satu prinsipnya
memastikan harga vaksin terjangkau.
"Dalam pertemuan tadi, Indonesia menyampaikan mengenai pentingnya jumlah
vaksin yang memadai, tepat waktu, aman, dan dengan harga terjangkau,"
ujar Retno.
Ia juga menyebut industri farmasi dan Pemerintah China menunjukkan
komitmen kuat untuk bekerja sama dengan Indonesia, khususnya terkait
pengadaan dan distribusi vaksin COVID-19.
*Baca juga:Menlu RI-China tegaskan dukungan untuk kerja sama vaksin
<https://www.antaranews.com/berita/1641702/menlu-ri-china-tegaskan-dukungan-untuk-kerja-sama-vaksin>*
Selain menyaksikan penandatanganan perjanjian antara Bio Farma dan
Sinovac, Retno Marsudi bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick
Thohir juga menemui perwakilan dari Grup Farmasi Nasional China
(Sinopharm) dan perusahaan vaksin CanSino Biologics/CanSinoBIO.
Pertemuan itu merupakan bagian dari kunjungan kerja Menlu Retno dan
Menteri BUMN Erick Thohir di China, di mana keduanya diutus Presiden
Joko Widodo untuk menindaklanjuti beberapa kerja sama bilateral antara
Indonesia dan China.
Setelah kunjungan ke China, dua menteri itu akan melanjutkan perjalanan
ke Uni Emirat Arab untuk lebih lanjut membahas kerja sama bilateral,
khususnya pada bidang vaksin dan ekonomi.
"Besok pagi, Insya Allah kita akan ke Abu Dhabi," kata Menlu Retno saat
menutup sesi jumpa pers.
*Baca juga:Bio Farma siap produksi vaksin COVID-19 hingga 100 juta dosis
<https://www.antaranews.com/berita/1623658/bio-farma-siap-produksi-vaksin-covid-19-hingga-100-juta-dosis>
Baca juga:Vaksin corona ditargetkan selesai uji klinis Januari 2021
<https://www.antaranews.com/berita/1623586/vaksin-corona-ditargetkan-selesai-uji-klinis-januari-2021>*
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Yuni Arisandy Sinaga