Babak Baru Anies Vs Ahok di Kampung Akuarium
Tim detikcom - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 05:56 WIB
https://news.detik.com/berita/d-5141037/babak-baru-anies-vs-ahok-di-kampung-akuarium?single=1
16 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-5141037/babak-baru-anies-vs-ahok-di-kampung-akuarium?single=1#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/berita/d-5141037/babak-baru-anies-vs-ahok-di-kampung-akuarium?single=1>
Anies temui AhokFoto: Anies dan Ahok (Noval/detikcom)
*Jakarta*-
'Perseteruan' Gubernur DKI JakartaAnies
Baswedan<https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>dengan eks Gubernur
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok <https://www.detik.com/tag/ahok>) memasuki
babak baru. Kali ini, pembangunan Kampung Akuarium menjadi pemantiknya.
Perseteruan di antara keduanya memang seolah tak ada akhirnya. Silang
pendapat perihal kebijakan yang diambil untuk DKI Jakarta kerap mewarnai
hubungan keduanya.
Kritik kerap dilontarkan Ahok kepadaAnies
<https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>yang menjadi penerusnya.
Begitu pula dengan Anies yang juga kerap 'mengusik' masa-masa
kepemimpinan Ahok kala itu.
Maka tak heran jika pembangunan Kampung Akuarium pun memicu
'perseteruan' baru di antara keduanya. Mengingat, jauh sebelumnya,
silang pendapat kerap terjadi di antara Anies danAhok
<https://www.detik.com/tag/ahok>.
*Pilgub DKI Tahun 2017*
Pilgub DKI Tahun 2017 menjadi titik mula 'perseteruan' Anies denganAhok
<https://www.detik.com/tag/ahok>. Keduanya kerap saling sindir, baik
perihal kebijakan yang diambil Ahok maupun janji politik yang disuguhkan
Anies.
Misalnya saja mengenai kebijakan reklamasi hingga penggusuran yang
dilakukan Ahok saat itu. Di panggung debat Calon Gubernur DKI pada
Januari 2017 lalu, Anies menyebut hanya tegas soal penggusuran saja.
"Untuk urusan penggusuran tegas, tapi untuk urusan prostitusi, Alexis,
lemah!" kataAnies <https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>saat
berdebat dengan pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana
Murni di arena Debat Pilgub DKI 2017, Hotel Bidakara, Jl Jenderal Gatot
Subroto, Jakarta, Jumat (13/1/2016).
*Baca juga:*Kampung Akuarium Dibangun Kembali, Ahok: Pak Anies Punya
Cara Langgar Perda?
<https://news.detik.com/berita/d-5139660/kampung-akuarium-dibangun-kembali-ahok-pak-anies-punya-cara-langgar-perda>
*Penerbitan IMB Pulau Reklamasi*
Perseteruan keduanya pun berlanjut usai Ahok bebas dari penjara. Ahok
kala itu harus mendekam selama 2 tahun di penjara Mako Brimob, Kelapa
Dua Depok, Jawa Barat usai diputus bersalah dalam kasus penistaan agama.
Sementara,Anies <https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>dan Sandiaga
Uno saat itu memenangkan kursi DKI 1 dan DKI 2.
Perseteruan kali ini perihal Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di pulau
reklamasi yang diterbitkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies
saat itu menyeret 'Ahok <https://www.detik.com/tag/ahok>' usai
keputusannya menerbitkan IMB di Pulau Pantai Maju atau Pulau D
dipertanyakan banyak pihak.
MenurutAnies <https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>, Pergub yang
dibuatAhok <https://www.detik.com/tag/ahok>menjadi dasar hukum
pengembang atas bangunan yang ada di pulau reklamasi. Anies pun menilai
penerbitan pergub untuk Pulau Reklamasi tak lazim.
"Saya juga punya pertanyaan yang sama. Lazimnya tata kota ya diatur
dalam Perda bukan Pergub. Itulah kelaziman dan prosedur yang tertib ya
begitu. Memang konsekuensinya, menunggu selesainya Perda itu perlu waktu
lebih lama," kata Anies, Rabu (19/6/2019).
Ahok <https://www.detik.com/tag/ahok>tak tinggal diam. Bagi Ahok,Anies
<https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>hanya pandai bersilat lidah.
Ahok pun heran terhadap sikap Anies yang menerbitkan izin mendirikan
bangunan di pulau reklamasi dengan bersandar pada Pergub Nomor 206 Tahun
2016 yang dibuat di eranya.
"Aku udah malas komentarinya. Kalau pergub aku bisa terbitkan IMB
reklamasi, udah lama aku terbitkan IMB. Kan aku pendukung reklamasi
untuk dapatkan dana pembangunan DKI yang bisa capai di atas Rp 100-an
triliun dengan kontribusi tambahan 15 persen NJOP setiap pengembang jual
lahan hasil reklamasi. Anies kan anti-reklamasi dan gubernur paling
hebat berani lawan putusan kasasi PTUN soal reklamasi," ucap Ahok saat
dimintai konfirmasi, Rabu (19/6/2019).
*Baca juga:*Tekad Anies Bangun Kembali Kampung Akuarium yang Dulu
Digusur Ahok
<https://news.detik.com/berita/d-4739130/tekad-anies-bangun-kembali-kampung-akuarium-yang-dulu-digusur-ahok>
*Sistem E-budgeting APBD DKI Jakarta*
Di tahun yang sama, 'perseteruan' kembali terjadi. Kali ini perihal
sistem e-budgeting yang digagas Ahok.
Hal itu bermula dari kejanggalan dalam rencana anggaran Jakarta tahun
2020.Anies <https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>pun melempar
kesalahan ke sistem anggaran DKI Jakarta yang dinilainya sudah digital
tapi tidak smart, sehingga mengakibatkan masalah penganggaran selama
bertahun-tahun.
"Kan ditemukan juga di era-era sebelumnya. Selalu seperti ini.
Karenanya, menurut saya, saya tidak akan meninggalkan ini ke gubernur
sesudahnya, PR ini. Karena saya menerima warisan nih, sistem ini. Saya
tidak ingin meninggalkan sistem ini untuk gubernur berikutnya," ucap
Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta,
Rabu (30/10/2019).
Tak terima sistem e-budgetingnya diserang,Ahok
<https://www.detik.com/tag/ahok>pun angkat bicara. Menurutnya, sistem
e-budgeting berjalan baik jika tidak ada niat melakukan korupsi.
"Sistem itu berjalan baik jika yang input datanya tidak ada niat mark
up, apalagi maling. Untuk mencegah korupsi, hanya ada satu kata,
transparansi sistem yang ada," ucap Ahok saat dihubungi, Kamis (31/10/2019).
*Penanganan Banjir*
Belum reda pertikaian soal sistem e-budgeting, keduanya mengawali awal
tahun 2020 dengan saling sindir. Penanganan banjir kali ini menjadi
penyebabnya.
Sama seperti Kampung Akuarium, silang pendapat soal penanganan banjir
ini juga sudah terjadi sejak perhelatan Pilgub 2017. Hingga sekarang,
persoalan banjir kerap membuat Anies danAhok
<https://www.detik.com/tag/ahok>'terseret' dalam polemik penanganan
lantaran selalu dibanding-bandingkan.
Saling sindir mengenai penanganan banjir ini bermula saat banjir yang
terjadi pada awal tahun 2020 ini. Kala itu, banjir kembali melanda
Jakarta hingga menyebabkan sejumlah kerusakan dan korban meninggal dunia.
Anies <https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>saat itu bicara soal
normalisasi sungai di Jakarta yang menurutnya bukan solusi banjir.
Menurut Anies, bantaran sungai yang sudah dinormalisasi pun tetap saja
kebanjiran.
Percepatan normalisasi sungai sendiri dimulai saat era Jokowi-Ahok
<https://www.detik.com/tag/ahok>. Kala itu, ada 13 sungai yang
dicanangkan untuk dinormalisasi.
"Di sini memang sudah dilakukan normalisasi, faktanya masih tetap
terjadi banjir," kataAnies
<https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>meninjau lokasi banjir di
Kampung Pulo, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020).
Ahok kemudian angkat bicara. Entah tulus atau sebuah sarkasme,Ahok
<https://www.detik.com/tag/ahok>yang ditanya soal perdebatan
naturalisasi dan normalisasi terkait penanganan banjir di Jakarta, saat
itu menyebutAnies <https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>lebih pintar
dalam mengurusi banjir.
"Kita harus percaya, PakAnies
<https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>itu lebih pintar ngatasinya,"
kata Ahok di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa
(14/1/2020).
*Baca juga:*Jejak Perseteruan Ahok Vs Anies
<https://news.detik.com/berita/d-5140238/jejak-perseteruan-ahok-vs-anies>
*Pembangunan Kembali Kampung Akuarium*
Beberapa waktu berselang, 'perseteruan' kembali terjadi. Pembangunan
kembali Kampung Akuarium lah yang menambah panjang daftar 'pertikaian'
Anies dengan Ahok.
PertikaianAnies <https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>dengan Ahok
soal Kampung Akuarium ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Silang
pendapat di antara keduanya perihal Kampung Akuarium sudah terjadi sejak
tahun 2017 lalu.
Anies kala itu berjanji tak akan ada penggusuran melainkan penataan jika
dia terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Apa kata, pada akhirnya Ahok
yang saat itu masih memimpin Jakarta pun menggusur Kampung Akuarium.
Di tahun yang sama, tahun 2017, Anies terpilih sebagai Gubernur DKI
Jakarta menggantikan Ahok. Anies pun lantas merencanakan pembangunan
kembali Kampung Akuarium untuk menjadi kampung percontohan pada tahun 2018.
2 tahun berlalu, rencana itu direalisasikan.Anies
<https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>pada akhirnya meletakkan batu
pertama untuk memulai pembangunan kembali Kampung Akuarium pada 17
Agustus 2020 lalu.
Keputusan Anies itu pun memicu kritik dari Ahok. MenurutAhok
<https://www.detik.com/tag/ahok>, Anies berpotensi melanggar
undang-undang dengan membangun Kampung Susun Akuarium.
"Mungkin PakAnies <https://www.detik.com/tag/anies-baswedan>punya
caranya melanggar perda dan UU tentang cagar budaya," kataAhok
<https://www.detik.com/tag/ahok>melalui pesan singkat, Rabu (19/8/2020).
*(mae/rfs)*