China tangkap belasan orang di lepas pantai Guangdong
Jumat, 28 Agustus 2020 05:39 WIB
China tangkap belasan orang di lepas pantai Guangdong
Polisi huru-hara menembakkan gas air mata ke keramaian untuk membubarkan
pengunjuk rasa protes undang-undang keamanan nasional dalam peringatan
penyerahan Hong Kong ke China oleh Inggris di Hong Kong, China, Rabu
(1/7/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu/nz/cfo)
Hong Kong (ANTARA) - Otoritas China menangkap sedikitnya 10 orang
setelah mencegat sebuah kapal di lepas pantai provinsi selatan
Guangdong, menurut Biro Patroli Pantai setempat di media sosial miliknya.
Media Hong Kong, yang mengutip sumber rahasia, menyebutkan 12 orang dari
bekas koloni Inggris tersebut ditangkap saat sedang berlayar menuju
Taiwan, di mana mereka berencana mengajukan suaka politik.
Tidak diketahui pasti tuntutan apa yang dapat ditujukan kepada mereka
dengan pelanggaran tersebut. Namun, jika terkonfirmasi, itu akan menjadi
sebuah contoh langka dari otoritas China yang menangkap orang-orang dari
Hong Kong yang berupaya meninggalkan wilayah tersebut.
Penjaga Partroli Guangdong di platform media sosial mereka pada Rabu
sore menyebutkan bahwa orang-orang yang berada di kapal itu ditangkap
pada 23 Agustus.
Dua dari mereka yang ditahan bermarga Li dan Tang, katanya tanpa
penjelasan lebih lanjut.
Media Hong Kong mengidentifikasi salah satunya sebagai Andi Li, yang
menurut media baru-baru ini ditangkap di bawah undang-undang keamanan
nasional yang diberlakukan oleh Beijing terhadap Hong Kong pada 30 Juni.
Chris Tang, kepala Kepolisian Hong Kong, mengatakan saat konferensi pers
bahwa pihaknya tidak menerima informasi apa pun dari otoritas daratan
perihal penangkapan tersebut.
UU keamanan, yang ditentang oleh banyak pihak di Hong Kong, menghukum
apa yang secara luas didefinisikan oleh Beijing sebagai subversi,
pemisahan diri, terorisme dan kolusi dengan pasukan asing hingga seumur
hidup di penjara.
Taiwan terbukti menjadi tujuan populer bagi orang-orang di Hong Kong,
yang bertujuan meninggalkan wilayah tersebut saat Beijing mengencangkan
cengkeramannya, dan Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen berjanji akan membantu
mereka yang tiba.
Sumber: Reuters
*Baca juga:Taiwan buka kantor bantu orang yang melarikan diri dari Hong
Kong
<https://www.antaranews.com/berita/1583974/taiwan-buka-kantor-bantu-orang-yang-melarikan-diri-dari-hong-kong>
Baca juga:China sahkan UU, Taiwan ingatkan warga risiko kunjungi Hong
Kong
<https://www.antaranews.com/berita/1582114/china-sahkan-uu-taiwan-ingatkan-warga-risiko-kunjungi-hong-kong>
Baca juga:China peringatkan Taiwan soal tawaran bantuan bagi Hong Kong
<https://www.antaranews.com/berita/1565556/china-peringatkan-taiwan-soal-tawaran-bantuan-bagi-hong-kong>*
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat