Perusahaan Modal Asing: Kata Kunci Bagi Kota Shenzhen Adalah Praktek,
Laju dan Inovasi
http://indonesian.cri.cn/20200827/bbf04a1c-3e37-5e4f-9864-7b419524cbba.html
2020-08-27 15:17:45
Tahun 2002, perusahaan teknologi Lufthansa bersama perusahaan teknologi
Kailan Beijing mendirikan PT Teknologi Lufthansa Shenzhen, demi memulai
layanan bengkel atas komponen pesawat kepada berbagai maskapai kawasan
Asia Pasifik.
Mengenang kembali pengalaman selama hampir 20 tahun yang lalu yang
bertumbuh bersama dengan kawasan ekonomi khusus Shenzhen, CEO PT
Teknologi Lufthansa Shenzhen, Benjamin Scheidel yang berwarga negara
Jerman dalam wawancara eksklusif dengan China Media Group menyatakan,
prestasi mengagumkan yang dicapai oleh Shenzhen telah disaksikan oleh
Teknologi Lufthansa Shenzhen, pihaknya juga menantikan pembangunan kota
Shenzhen dan Kawasan Teluk Guangdong-Hongkong-Makau.
Benjamin Scheidel dalam wawancaranya mengatakan, pada awalnya PT
Teknologi Lufthansa Shenzhen buka bisnis, waktu itu Tiongkok mempunyai
sekitar 250 unit pesawat penumpang, dan sekarang jumlah tersebut sudah
bertambah menjadi sekitar 4000 unit. Pasar aviasi Tiongkok sedang
berkembang makmur, pendapatan dan pesan bisnis PT Teknologi Lufthansa
Shenzhen juga semakin bertambah.
Pada awalnya wabah covid-19 tahun ini, meskipun industri aviasi Tiongkok
mengalami pemukulan, tapi seiring dengan dipulihkannya ekonomi Tiongkok
dan penambahan volume penumpang Tiongkok, bisnis PT Teknologi Lufthansa
Shenzhen di pasar Tiongkok juga berangsur-angsur kembali normal.
Ia menuturkan, “sejak tahun 2002, PT Teknologi Lufthansa Shenzhen
berkembang sangat pesat di pasar Tiongkok, dan sejauh ini, sekitar 50%
pesan bisnis perusahaan kami berasal dari Tiongkok, lingkup bisnis
perusahaan kami pada masa depan tetap akan berfokus pada Tiongkok dan
kawasan Asia Pasifik.”
Inovasi, adalah daya sumber perkembangan Shenzhen. Menanggapi
pembangunan secara kilas jaringan 5G di Shenzhen, Benjamin mengatakan,
jaringan 5G bermanfaat bagi percepatan komunikasi, dan mendorong
pertukaran tanpa kertas, dan juga mendorong kami lebih banyak
menggunakan data digital, PT Teknologi Lufthansa Shenzhen juga menyusun
rancangan tahap awal seputar penggunaan jaringan 5G demi perkembangan
bisnisnya. Kami juga meriset bagaimana mengguna robot untuk
menyelesaikan sejumlah pekerjaan manuver yang sulit, dan mengupayakan
peluang kerja sama dengan perusahaan teknologi lokal di Shenzhen.
Berbicara tentang karyawannya, Benjamin mengatakan, keaktifan dan
kemampuan inovasi pada karyawan Tiongkok sangatlah pantas dibelajar,
jika keunggulan karyawan Tiongkok dan keterampilan karyawan Jerman di
bidang desain proyek dikombinasi akan melahirkan produk yang berkualitas
lebih tinggi.
Sebagai kawasan ekonomi khusus pertama, Shenzhen adalah sebuah kota yang
paling muda dalam lingkaran inti Zona Teluk Besar
Guangdong-Hongkong-Makau, dan juga dianggap sebagai kota yang paling
berpotensi berkembang. Dinyatakan oleh Benjamin bahwa, Kawasan Teluk
Guangdong-Hongkong-Makau dapat membuat berbagai kota di kawasannya
saling belajar dan saling menguntungkan demi menang bersama, sementara
Shenzhen juga menyediakan sejumlah besar peluang bagi perusahaan modal
asing.
Berbicara seputar harapannya atas kota Shenzhen pada masa mendatang,
Benjamin menyatakan, “Saya berharap Shenzhen dapat terus berkembang
makmur, saya juga berharap tindakan reformasi lebih lanjut dapat
mendorong perkembangan di kota Shenzhen dan Kawasan Teluk
Guangdong-Hongkong-Makau, supaya zona teluk ini menjadi salah satu zona
di papan teratas di dunia”.
Shenzhen di Mata Perusahaan Modal Asing
2020-08-27 15:10:05
Shenzhen, dari sebuah kampung nelayan kecil di pantai Laut Tiongkok
Selatan berkembang menjadi kota besar yang modern, telah menciptakan
keajaiban ekonomi yang dikagumkan seluruh dunia. Nuansa inovatif
merupakan tenaga penggerak bagi perkembangan Zona Ekonomi Khusus
Shenzhen, juga menarik investasi dari mancanegara.
Mendirikan lembaga litbang di Shenzhen sudah menjadi pilihan bagi
semakin banyak perusahaan transnasional. Pada 30 Juli, Pusat Inovasi
Kamar Dagang dan Industri Jerman diresmikan di Shenzhen. Komisaris
Eksekutif Kamar Dagang dan Industri Jerman di Shenzhen, Ma Mingbo memuji
kota Shenzhen yang terbuka dan inklusif telah memberikan kesan mendalam
kepada siapa pun yang berkunjung ke sini. Nuansa inovasi yang kental di
kota ini telah memperkokoh keyakinannya untuk berinvestasi di Shenzhen.
Shenzhen kerap kali dijuluki “lembah silikon” versi Tiongkok, namun di
mata Ma Mingbo, kota Shenzhen adalah unik, dan patut disebut sebagai
pusat inovasi peranti keras kaliber dunia.
Ia mengatakan, “Inovasi selalu diberikan perhatian khusus. Zona industri
inovatif di Shenzhen sangat berbeda dengan zona inovasi di negara lain.
Dengan lingkungan yang menguntungkan inovasi peranti keras, kami dengan
mudah berakses dengan teknologi tinggi di sini. Tenaga ahli di sini juga
banyak. Inilah potensi kota Shenzhen.”
Ma Mingbo pernah bertugas di banyak negara. Kota Shenzhen yang terbuka
dan inklusif telah memberikan kesan mendalam kepada dia. Ia mengatakan,
pada 40 tahun yang lalu, Shenzhen adalah jendela reformasi dan
keterbukaan Tiongkok. Pada waktu itu, Zona Ekonomi Khusus Shenzhen
terbuka bagi investasi modal asing. Sekarang kota Shenzhen telah
berkembang menjadi kota modern yang dinamis. Di kota ini terdapat banyak
pemuda. Masyarakat sini bersikap terbuka terhadap pendatang baru. Nuansa
yang bersahabat ini membantu orang asing cepat sekali bergabung dalam
kehidupan kota ini.
Pandemi COVID-19 yang tersebar di seluruh dunia telah memberikan imbas
kepada berbagai sektor usaha.
Ma Mingbo menyatakan, Kamar Dagang dan Industri Jerman cabang Tiongkok
belum menerima informasi yang mengindikasikan niat mundur dari
perusahaan Jerman. Semua perusahaan Jerman berkeyakinan untuk berkembang
di Tiongkok. Walaupun sejumlah proyek tertangguh karena wabah virus
corona, tapi akan dipulih kembali pasca wabah. Tiongkok adalah mitra
perdagangan paling penting bagi Jerman. Perusahaan Jerman memiliki minat
yang kuat untuk meningkatkan penanaman modal di Tiongkok.