-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1701306/as-tingkatkan-dukungan-bagi-taiwan-untuk-hadapi-china



AS tingkatkan dukungan bagi Taiwan untuk hadapi China

Selasa, 1 September 2020 22:32 WIB

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen berbicara pada peringatan 40 tahun Undang-undang 
Hubungan Taiwan di Taipei, Taiwan, Selasa (16/4/2019). ANTARA/REUTERS/Tyrone 
Siu/aa.
Washington (ANTARA) - Amerika Serikat, Senin (31/8), mengatakan akan membangun 
dialog ekonomi bilateral baru dengan Taiwan, dengan tujuan untuk memperkuat 
hubungan dengan Taipei serta mendukung Taiwan dalam menghadapi tekanan yang 
meningkat dari Beijing.

Washington juga mengatakan telah mencabut kerahasiaan enam jaminan keamanan 
untuk Taiwan yang dikeluarkan AS pada masa pemerintahan Reagan. Kalangan analis 
melihat pencabutan itu dilakukan untuk menunjukkan dukungan lebih kuat bagi 
Taipei. 

Pengumuman tersebut muncul di tengah peningkatan ancaman China terhadap Taiwan, 
dan saat hubungan Washington dan Beijing berada pada titik terendah dalam 
beberapa dekade terakhir.

Presiden AS Donald Trump, sementara itu, sedang berkampanye untuk terpilih 
kembali sebagai presiden pada November mendatang. Pendekatan yang keras 
terhadap China merupakan salah satu platform utama Trump menyangkut kebijakan 
luar negeri.

Direktur jenderal Deplu AS untuk Asia Timur, David Stilwell, mengatakan dalam 
forum virtual yang diselenggarakan oleh Yayasan Warisan yang konservatif, bahwa 
langkah AS tersebut bukan merupakan perubahan kebijakan. 

Ia mengatakan langkah itu merupakan bagian dari rangkaian "penyesuaian 
signifikan" dalam kebijakan "Satu China" yang telah lama dianut Washington.

Washington merasa harus mengambil langkah itu mengingat ada "peningkatan 
ancaman Beijing atas perdamaian dan stabilitas" di sebuah kawasan yang sangat 
penting, serta karena upaya Beijing untuk mengisolasi Taiwan secara diplomatik 
sembari melancarkan ancaman militer terhadap Taipei. 

"Kami akan terus membantu Taipei melawan gerakan Partai Komunis China untuk 
menekan, mengintimidasi, dan memarginalisasi Taiwan," ujar Stilwell.

Kementerian Luar Negeri Taiwan menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan 
yang diberikan AS pada saat China, menurutnya, menggunakan intimidasi militer 
untuk merusak perdamaian dan stabilitas di Taiwan. Kementerian juga mengatakan 
akan terus memperkuat kapabilitas pertahanannya.

Amerika Serikat, seperti banyak negara lainnya, memiliki hubungan resmi dengan 
Beijing, namun tidak dengan Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai teritori 
China. Namun, Washington terikat oleh hukum yang mengharuskan mereka membantu 
Taiwan membela diri. AS juga merupakan pemasok utama persenjataan bagi Taiwan.

Daniel Russel, pendahulu Stilwell hingga awal masa kepemimpinan Trump, 
mengatakan "Enam Jaminan" yang dibuat untuk Taipei di bawah pemerintahan 
Presiden Ronald Reagan telah "dijaga kerahasiannya secara longgar" dengan baik.

Dia mengatakan keputusan untuk mengungkapkan jaminan-jaminan itu tampak seperti 
kompromi terhadap tekanan dari pemerintah beraliran keras untuk meninggalkan 
"ambiguitas strategis" kebijakan lama, yang mempertahankan komitmen jelas AS 
dalam membela Taiwan --sambil tetap menunjukkan dukungan yang cukup untuk 
menghalangi tindakan militer yang gegabah dari China. 

Di antara jaminan yang dibuat pada tahun 1982, tetapi tidak pernah 
dipublikasikan secara resmi, adalah pernyataan bahwa Amerika Serikat belum 
menetapkan tanggal untuk mengakhiri penjualan senjata ke Taiwan, atau setuju 
untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan Beijing mengenai penjualan tersebut, 
atau untuk merevisi Undang-Undang Hubungan Taiwan yang mendukung kebijakan AS 
terhadap pulau itu.

Jaminan itu, kata Stilwell, "bertahan saat ini."

Adapun Douglas Paal, mantan perwakilan AS untuk Taiwan, mengatakan langkah itu 
sebagian besar tampak sebagai pertunjukan.

"Dugaan saya saat ini adalah bahwa Stilwell dan pemerintah ingin terlihat 
tangguh ... Jadi mereka berjalan mendekati garis merah China, tetapi tetap 
tidak mau melewatinya."

Stilwell mengatakan dialog ekonomi akan "mengeksplorasi spektrum penuh dari 
hubungan ekonomi kita - semikonduktor, kesehatan, energi, dan seterusnya, 
dengan teknologi sebagai intinya."

"Meskipun mereka mungkin saling terkait, hubungan kami dengan Taiwan bukanlah 
bagian dari hubungan bilateral kami dengan China," katanya, mengacu pada China 
daratan.

Pengumuman pada Senin itu muncul beberapa bulan setelah perusahaan Taiwan 
Semiconductor Manufacturing Co Ltd, kontraktor terbesar di dunia pembuat cip, 
mengumumkan rencana untuk membangun pabrik senilai 12 miliar dolar AS di 
Arizona di tengah peningkatan upaya pemerintahan Trump untuk mengurangi 
ketergantungan rantai pasokan pada China.

Taiwan sangat ingin merundingkan perjanjian perdagangan bebas dengan Amerika 
Serikat, tetapi defisit perdagangan AS yang besar, yang telah ditentukan Trump 
untuk dikurangi bersama dengan mitra dagang lainnya, termasuk China, telah 
menjadi penghalang untuk upaya tersebut.

Sumber: Reuters

Baca juga: Taiwan akan tingkatkan belanja pertahanan untuk hadapi tekanan China

Baca juga: AS setuju jual senjata Rp31 triliun kepada Taiwan

Baca juga: Menhan: China akan kerahkan kekuatan bagi "reunifikasi" dengan Taiwan

 
Erick Thohir & Retno Marsudi bertemu Pemerintah China
 

Penerjemah: Aria Cindyara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke