*lhttps://investor.id/international/delegasi-asisrael-mendarat-di-abu-dhab <http://investor.id/international/delegasi-asisrael-mendarat-di-abu-dhab>i*
*Penerbangan Langsung Israel-UEA Delegasi AS-Israel Mendarat di Abu Dhab*i Selasa, 1 September 2020 | 07:18 WIB Grace Eldora ( [email protected]) ABU DHABI, investor.id - Delegasi Amerika Serikat (AS)-Israel bersama penasihat Gedung Putih Jared Kushner tiba Senin (31/8) di Abu Dhabi. Mereka menggunakan penerbangan komersial bersejarah pertama dari Tel Aviv, Israel, untuk menandai normalisasi hubungan antara negara Yahudi tersebut dengan Uni Emirat Arab (UEA). Kata damai tertulis dalam bahasa Arab, Inggris, dan Ibrani di kokpit penerbangan El Al yang mendarat di terminal VIP di ibu kota Emirat. Di tempat tersebut, bendera AS dikibarkan di samping bendera Bintang Daud. "Meskipun ini adalah penerbangan bersejarah, kami berharap ini akan memulai perjalanan yang lebih bersejarah di Timur Tengah dan sekitarnya. Masa depan tidak harus ditentukan sebelumnya oleh masa lalu. Ini adalah waktu yang penuh harapan," ujar Kushner sebelum menaiki pesawat, Senin (31/8), seperti dikutip oleh AFP. Kushner adalah menantu Presiden AS Donald Trump sekaligus arsitek utama kebijakan Trump atas Timur Tengah. "Pemerintah Arab Saudi mengizinkan penerbangan bersejarah itu melintasi wilayah udaranya. Untuk pertama kalinya hal seperti ini terjadi. Saya ingin berterima kasih kepada Kerajaan Arab Saudi yang membuat itu mungkin, ujar Kushner di Abu Dhabi, tidak lama setelah penerbangan itu mendarat. Peristiwa penting penerbangan langsung dilakukan oleh maskapai nasional Israel, bernomor LY971 sebagai penghormatan kepada kode panggilan penerbangan internasional UEA. Penerbangan akan kembali dijadwalkan untuk Selasa dengan nomor 972, cocok dengan kode panggilan Israel. Kesepakatan untuk menormalisasi hubungan diumumkan oleh Trump pada 13 Agustus 2020. Yang menjadikan UEA sebagai negara Teluk pertama dan negara Arab ketiga yang menjalin hubungan dengan Israel. Tidak seperti Mesir yang berdamai dengan bekas musuhnya di medan perang pada 1979, dan Yordania yang mengikutinya pada 1994, UEA tidak pernah berperang dengan Israel. Fakta bahwa penerbangan tersebut juga melewati wilayah udara Saudi menjadi tanda kerja sama kerajaan dengan Israel, setelah kerajaan menolak secara terbuka untuk menormalisasi hubungan. Namun, penerbangan itu mengitari negara-negara Teluk seperti Qatar dan Bahrain yang sejauh ini telah menolak mengikuti langkah UEA, yang telah mendapat kritik di beberapa bagian dunia Arab. Penasihat Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat, yang juga dalam penerbangan ke UEA, mengatakan tujuannya adalah untuk mencapai rencana kerja bersama, memajukan hubungan di area yang sangat luas. "Pagi ini, pemberkatan tradisional go in peace mendapat makna khusus bagi kami," katanya, seperti dikutip dalam pernyataan pemerintah berbahasa Inggris. Pesawat udara El Al Israel saat mendarat di landasan bandara Abu Dhabi dalam penerbangan komersial pertama kalinya dari Israel ke Uni Emirat Arab (UEA) pada 31 Agustus 2020. ( Foto: KARIM SAHIB / AFP ) Kekuatan Regional Pembicaraan di Abu Dhabi bertujuan meningkatkan kerja sama antara dua kekuatan ekonomi regional di berbagai area, termasuk penerbangan, pariwisata, perdagangan, kesehatan, energi, dan keamanan. Sebuah pernyataan pemerintah Israel mengatakan, akan ada pertemuan kerja tim gabungan tentang berbagai masalah menjelang penandatanganan perjanjian kerja sama di bidang sipil dan ekonomi. Dikatakan, kunjungan tersebut juga akan mencakup pertemuan antara Kushner, Ben-Shabbat, dan Penasihat Keamanan Nasional UEA Sheikh Tahnoun bin Zayed. Kementerian Kesehatan Israel pada Minggu malam memperbarui daftar negara hijau, dengan tingkat infeksi virus corona rendah termasuk UEA dan delapan negara lainnya. Perubahan itu berarti pejabat dan jurnalis Israel yang bepergian ke Abu Dhabi akan dibebaskan dari 14 hari karantina setelah kembali. Sejak perjanjian antara UEA dan Israel diumumkan, ada panggilan telepon antara para menteri. Pada Sabtu (29/8), Emirat dalam tonggak sejarah baru mencabut undang-undang (UU) 1972 yang memboikot Israel. "Akan diizinkan untuk masuk, menukar, atau memiliki barang dan produk Israel dari semua jenis di UEA dan memperdagangkannya," demikian bunyi dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden UEA Sheikh Khalifa bin Zayed Al-Nahyan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, berbicara bersama Kushner di Yerusalem pada Minggu, memuji kelancaran langkah cepat normalisasi antara negaranya dan UEA. Netanyahu mengatakan akhir pekan lalu, normalisasi membuka pintu untuk perdagangan yang tidak di bawah kendali, pariwisata, investasi, pertukaran antara dua ekonomi paling maju di Timur Tengah. "Anda akan melihat bagaimana percikan api beterbangan di sini. Ini sudah terjadi," katanya. Netanyahu meramalkan terobosan akan menjadi norma, membuka jalan bagi negara lain untuk menormalkan hubungan mereka dengan Israel. Editor : Happy Amanda Amalia ( [email protected]) Sumber : Investor Daily
