Umat Islam yang mana yang dilukai hatinya oleh Menteri Agama seperti yang
dinyatakan oleh tokoh PKS ini? Yang merasa terluka hatinya itu hanyalah
segelintir orang yang mau menjadikan Indonesia sebagai negara Islam yang
sepenuhnya memberlakukan hukum syari´ah sebagaimana halnya yang sudah berlaku
di Aceh. Itupun mereka belum puas. Yang mereka perjuangkan adalah Negara
Indonesia yang mengutamakan agama di atas segala-galanya. Mereka merindukan
kehidupan seperti apa yang terjadi di Timur Tengah. PKS adalah partai yang
hidupnya dengan memperalat agama yang merasa paling terpukul oleh pernyataan
Menteri Agama.
Menteri Agama sudah benar. Dia ingin mencegah gerakan kaum radikal yang
mengatas namakan agama demi kepentingan mereka sendiri yang bertentangan dengan
hasrat dan pikiran mayoritas rakyat Indonesia termasuk kaum muslim yang
moderat. Kaum muslim yang moderat di Indonesia sudah seharusnya mendukung apa
yang sudah dicanangkan oleh Menteri Agama demi keselamatan bangsa yang
mayoritasnaya beragama Islam.
Segala kebohongan dan penipuan yang dilakukan oleh segelintir orang yang
hidupnya bersenang-senang hanya karena pandai pidato agama seperti Tengku
Zulkarnaen, Novel Bamukmin, Alfian Tanjung, dan lain-lain itu, sudah seharusnya
dibelejeti sampai mereka musnah dari muka bumi. Bangunlah Indonesia menjadi
satu negeri yang aman dan damai, dalam mana seluruh rakyat tanpa membedakan
agama dan kepercayaannya bisa hidup tenteram tanpa gangguan dari kaum radikal
yang mengaku dirinya paling dekat dengan Tuhan.
Salam. S.M.
Den måndag 7 september 2020 21:35:58 CEST, Sunny ambon
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> skrev:
Kalau menteri agama melukai hati umat Islam tidak apa-apa, tetapi kalau kafir
melukai bisa angin ribut dan gempa bumi besar di negara neo-Mojopahit.
https://suaraislam.id/menteri-agama-lukai-hati-umat-islam/
obiaNASIONAL07September 2020
MenteriAgama Lukai Hati Umat Islam
Jakarta(SI Online) –Anggota Komisi VIII DPR yang membidangi Agama, Sosial dan
Perempuan,Bukhori Yusuf, melayangkan kritik tajam kepada Menteri Agama
FachrulRozi terkait tudingannya yang dinilai tidak terkontrol dan
berbahayadalam mendefinisikan radikalisme.
Dalamsebuah webinar bertajuk “Strategi Menangkal Radikalisme pada
ASN”sebagaimana dilansir di kanal Youtube Kemenpan RB, Rabu (2/9/2020),pada
menit ke-36, Menag Fachrul Razi menyebut masuknya pahamradikalisme ke
masjid-masjid melalui orang yang memiliki penguasaanBahasa Arab yang bagus,
hafiz (hafal Al-Qur’an), dan “goodlooking.”
“Jikatempat-tempat ibadah di lingkungan kerja ASN bisa menjadi entrypoint
radikalisme,maka yang perlu diperhatikan adalah terminologi radikalisme
hendaknyatidak dijadikan konsumsi politik yang mengarahkan pembelahan umat
danbangsa. Sebab apa yang disampaikan oleh Menag tersebut sangat melukaihati
umat Islam,” kata Bukhori dalam keterangannya di Jakarta,Senin (7/9/2020).
Lebihlanjut, Ketua DPP PKS ini menilai, figur seorang Menteri seyogyanyamampu
mengambil peran aktif dan konstruktif dalam memperkuatkerekatan hubungan sesama
anak bangsa serta menjadi sosok pengayombagi setiap golongan dalam rangka
memelihara kerukunan umat beragama.
“Terminologiradikalisme yang dimaksud Menteri Agama sangat multitafsir dan
absurdakibat pemaknaan yang dilakukan melalui cara yang dangkal. Sangattidak
etis menjadikan term radikalisme sebagai komoditas politikuntuk meraih simpati
publik di tengah reputasi Menteri Agama yangmerosot,” tegas politisi dari Dapil
I Jateng ini.
MenteriAgama, sambungnya, harus segera meminta maaf kepada umat Islam
karenaturut andil menciptakan stigma negatif bagi penghafal Al-Qur’an danmereka
yang cakap berbahasa Arab.
Pasalnya,ungkap lulusan LIPIA Jakarta dan Universitas Islam Madinah ini,bahasa
Arab merupakan Bahasa Al-Qur’an dimana setiap muslim sangatdianjurkan untuk
mempelajarinya dalam rangka memperkuat keimananserta mengokohkan pemahaman
mereka atas perintah langit. Sehingga,buah dari pemahaman agama yang kokoh
adalah kebijaksanaan danperwujudan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta.
“Untukke sekian kalinya, hentikan narasi kontraproduktif ini,” pungkasBukhori.
red:shodiq ramadha
#yiv4556132327 #yiv4556132327 -- #yiv4556132327ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv4556132327
#yiv4556132327ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv4556132327
#yiv4556132327ygrp-mkp #yiv4556132327hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-mkp #yiv4556132327ads
{margin-bottom:10px;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-mkp .yiv4556132327ad
{padding:0 0;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-mkp .yiv4556132327ad p
{margin:0;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-mkp .yiv4556132327ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-sponsor
#yiv4556132327ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv4556132327
#yiv4556132327ygrp-sponsor #yiv4556132327ygrp-lc #yiv4556132327hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv4556132327
#yiv4556132327ygrp-sponsor #yiv4556132327ygrp-lc .yiv4556132327ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv4556132327 #yiv4556132327actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv4556132327
#yiv4556132327activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv4556132327
#yiv4556132327activity span {font-weight:700;}#yiv4556132327
#yiv4556132327activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv4556132327 #yiv4556132327activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv4556132327 #yiv4556132327activity span
span {color:#ff7900;}#yiv4556132327 #yiv4556132327activity span
.yiv4556132327underline {text-decoration:underline;}#yiv4556132327
.yiv4556132327attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv4556132327 .yiv4556132327attach div a
{text-decoration:none;}#yiv4556132327 .yiv4556132327attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv4556132327 .yiv4556132327attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv4556132327 .yiv4556132327attach label a
{text-decoration:none;}#yiv4556132327 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv4556132327 .yiv4556132327bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv4556132327
.yiv4556132327bold a {text-decoration:none;}#yiv4556132327 dd.yiv4556132327last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4556132327 dd.yiv4556132327last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4556132327
dd.yiv4556132327last p span.yiv4556132327yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv4556132327 div.yiv4556132327attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv4556132327 div.yiv4556132327attach-table
{width:400px;}#yiv4556132327 div.yiv4556132327file-title a, #yiv4556132327
div.yiv4556132327file-title a:active, #yiv4556132327
div.yiv4556132327file-title a:hover, #yiv4556132327 div.yiv4556132327file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv4556132327 div.yiv4556132327photo-title a,
#yiv4556132327 div.yiv4556132327photo-title a:active, #yiv4556132327
div.yiv4556132327photo-title a:hover, #yiv4556132327
div.yiv4556132327photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv4556132327
div#yiv4556132327ygrp-mlmsg #yiv4556132327ygrp-msg p a
span.yiv4556132327yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv4556132327
.yiv4556132327green {color:#628c2a;}#yiv4556132327 .yiv4556132327MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv4556132327 o {font-size:0;}#yiv4556132327
#yiv4556132327photos div {float:left;width:72px;}#yiv4556132327
#yiv4556132327photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv4556132327
#yiv4556132327photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv4556132327
#yiv4556132327reco-category {font-size:77%;}#yiv4556132327
#yiv4556132327reco-desc {font-size:77%;}#yiv4556132327 .yiv4556132327replbq
{margin:4px;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4556132327
#yiv4556132327ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv4556132327
#yiv4556132327ygrp-mlmsg select, #yiv4556132327 input, #yiv4556132327 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4556132327
#yiv4556132327ygrp-mlmsg pre, #yiv4556132327 code {font:115%
monospace;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-mlmsg #yiv4556132327logo
{padding-bottom:10px;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-msg
p#yiv4556132327attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv4556132327
#yiv4556132327ygrp-reco #yiv4556132327reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-sponsor
#yiv4556132327ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv4556132327
#yiv4556132327ygrp-sponsor #yiv4556132327ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv4556132327
#yiv4556132327ygrp-sponsor #yiv4556132327ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv4556132327 #yiv4556132327ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv4556132327
#yiv4556132327ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv4556132327