----- Vidarebefordrat meddelande ----- Från: S Manap 
<[email protected]>Till: [email protected] 
<[email protected]>Skickat: torsdag 10 september 2020 17:36:57 CESTÄmne: 
Re: [GELORA45] MenteriAgama Lukai Hati Umat Islam
  
   Umat Islam yang mana yang dilukai hatinya oleh Menteri Agama seperti yang 
dinyatakan oleh tokoh PKS ini? Yang merasa terluka hatinya itu hanyalah 
segelintir orang yang mau menjadikan Indonesia sebagai  negara Islam yang 
sepenuhnya memberlakukan hukum syari´ah  sebagaimana halnya yang sudah berlaku 
di Aceh. Itupun mereka belum puas. Yang mereka perjuangkan adalah Negara 
Indonesia yang mengutamakan agama di atas segala-galanya. Mereka merindukan 
kehidupan seperti  apa yang terjadi di Timur Tengah. PKS adalah partai  yang 
hidupnya  dengan memperalat agama yang merasa paling  terpukul oleh pernyataan 
Menteri Agama.
   Menteri Agama sudah benar. Dia ingin mencegah gerakan kaum radikal yang 
mengatas namakan agama demi kepentingan mereka sendiri yang bertentangan dengan 
hasrat dan pikiran mayoritas rakyat Indonesia termasuk kaum muslim yang 
moderat. Kaum muslim yang moderat di Indonesia sudah seharusnya mendukung apa 
yang sudah dicanangkan oleh Menteri Agama demi keselamatan bangsa yang 
mayoritasnaya beragama Islam.
   Segala  kebohongan dan penipuan yang dilakukan oleh segelintir orang yang 
hidupnya bersenang-senang hanya karena pandai pidato agama  seperti Tengku 
Zulkarnaen, Novel Bamukmin, Alfian Tanjung, dan lain-lain itu, sudah seharusnya 
dibelejeti sampai mereka musnah dari muka bumi. Bangunlah Indonesia menjadi 
satu negeri yang aman dan damai, dalam mana seluruh rakyat tanpa membedakan 
agama dan kepercayaannya bisa hidup tenteram tanpa gangguan dari kaum radikal 
yang mengaku dirinya paling dekat dengan Tuhan.
      Salam.        S.M.
    Den måndag 7 september 2020 21:35:58 CEST, Sunny ambon 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> skrev:  
 
     


Kalau menteri agama melukai hati umat Islam tidak apa-apa, tetapi kalau kafir 
melukai bisa angin ribut dan gempa bumi besar di negara neo-Mojopahit.  
https://suaraislam.id/menteri-agama-lukai-hati-umat-islam/




obiaNASIONAL07September 2020

MenteriAgama Lukai Hati Umat Islam

Jakarta(SI Online) –Anggota Komisi VIII DPR yang membidangi Agama, Sosial dan 
Perempuan,Bukhori Yusuf, melayangkan kritik tajam kepada Menteri Agama 
FachrulRozi terkait tudingannya yang dinilai tidak terkontrol dan 
berbahayadalam mendefinisikan radikalisme.

Dalamsebuah webinar bertajuk “Strategi Menangkal Radikalisme pada 
ASN”sebagaimana dilansir di kanal Youtube Kemenpan RB, Rabu (2/9/2020),pada 
menit ke-36, Menag Fachrul Razi menyebut masuknya pahamradikalisme ke 
masjid-masjid melalui orang yang memiliki penguasaanBahasa Arab yang bagus, 
hafiz (hafal Al-Qur’an), dan “goodlooking.”

“Jikatempat-tempat ibadah di lingkungan kerja ASN bisa menjadi entrypoint 
radikalisme,maka yang perlu diperhatikan adalah terminologi radikalisme 
hendaknyatidak dijadikan konsumsi politik yang mengarahkan pembelahan umat 
danbangsa. Sebab apa yang disampaikan oleh Menag tersebut sangat melukaihati 
umat Islam,” kata Bukhori dalam keterangannya di Jakarta,Senin (7/9/2020).




Lebihlanjut, Ketua DPP PKS ini menilai, figur seorang Menteri seyogyanyamampu 
mengambil peran aktif dan konstruktif dalam memperkuatkerekatan hubungan sesama 
anak bangsa serta menjadi sosok pengayombagi setiap golongan dalam rangka 
memelihara kerukunan umat beragama.

“Terminologiradikalisme yang dimaksud Menteri Agama sangat multitafsir dan 
absurdakibat pemaknaan yang dilakukan melalui cara yang dangkal. Sangattidak 
etis menjadikan term radikalisme sebagai komoditas politikuntuk meraih simpati 
publik di tengah reputasi Menteri Agama yangmerosot,” tegas politisi dari Dapil 
I Jateng ini.

MenteriAgama, sambungnya, harus segera meminta maaf kepada umat Islam 
karenaturut andil menciptakan stigma negatif bagi penghafal Al-Qur’an danmereka 
yang cakap berbahasa Arab.

Pasalnya,ungkap lulusan LIPIA Jakarta dan Universitas Islam Madinah ini,bahasa 
Arab merupakan Bahasa Al-Qur’an dimana setiap muslim sangatdianjurkan untuk 
mempelajarinya dalam rangka memperkuat keimananserta mengokohkan pemahaman 
mereka atas perintah langit. Sehingga,buah dari pemahaman agama yang kokoh 
adalah kebijaksanaan danperwujudan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta.

“Untukke sekian kalinya, hentikan narasi kontraproduktif ini,” pungkasBukhori.

red:shodiq ramadha












      

Kirim email ke