Wang Yi Hadiri Rangkaian Pertemuan Menlu Kerja Sama Asia Timur

http://indonesian.cri.cn/20200910/75fd8589-1fe0-b6b4-dd89-74bec5d935a0.html
2020-09-10 11:55:48

Kantor Berita Xinhua: anggota Dewan Negara selaku Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menghadiri rangkaian pertemuan menteri luar negeri kerja sama Asia Timur secara virtual kemarin (09/09).

Dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri Tiongkok dan ASEAN, Wang Yi mengatakan, Tiongkok dan negara-negara ASEAN berhasil memasuki jajaran depan penanggulangan wabah dan revitalitas pasca wabah. Tiongkok akan membentuk pola pembangunan baru dengan sirkulasi di dalam negeri sebagai induknya dan saling pendorongan sirkulasi ganda dalam dan luar negeri, dengan tegas memperluas keterbukaan terhadap dunia luar. Ini akan pertama-tama menguntungkan berbagai negara regional termasuk ASEAN. Tiongkok bersedia dengan positif mendorong kerja sama dengan negara-negara ASEAN pada masa pasca wabah.

Dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ke-21 ASEAN dan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan 10 plus 3, Wang Yi mengatakan, kini wabah di dunia masih belum sirna, hendaknya terus dikoordinasi penanggulangan wabah dan kebutuhan perkembangan, diperjuangkan peluang perkembangan pasca wabah dan dirintis situasi kerja sama yang baru demi mendorong kerja sama 10 plus 3 melangkah ke level yang baru.

Dalam Pertemuan Menteri Luar Negera Konferensi Tingkat Tinggi KTT Asia Timur ke-10, Wang Yi mengatakan, tahun ini adalah tahun ke-15 berdirinya KTT Asia Timur. Tiongkok dengan tegas mendukung peranan dominan ASEAN dalam kerja sama Asia Timur. Berbagai negara anggota KTT Asia Timur hendaknya mengikuti keinginan umum negara di kawasannya ini, menghormati tuntutan sah negara-negara di kawasannya, mempertahankan multilateralisme yang berciri khas Asia Timur, menaati prinsip dasar kerja sama regional, dan memberikan kontribusi positif demi menjamin perdamaian, kemakmuran dan perkembangan kekal di Asia Timur.


 Para Menlu ASEAN Himbau Pendorongan Pemulihan Pasca Wabah

http://indonesian.cri.cn/20200910/1a52f754-7c23-3932-e279-61f4cd6fb612.html
2020-09-10 11:49:19

Pertemuan ke-53 Menteri Luar Negeri ASEAN kemarin (9/9) digelar secara virtual. Di depan upacara pembukaan, Perdana Menteri Vietnam, ketua bergilir aSEAN Nguyen Xuan Phuc mengimbau berbagai negara ASEAN bersolidaritas untuk berupaya menanggulangi wabah Covid-19 dan mendorong pemulihan pasca wabah. Nguyen Xuan Phuc dalam sambutannya mengusulkan, harus menggunakan dana penanggulangan wabah ASEAN untuk meningkatkan kemampuan pengendalian wabah, dan cepat mendorong produksi kembali dan kehidupan normal serta mempercepat pemulihan ekonomi. Ia mengajukan pula bahwa berbagai negara hendaknya mendorong perdagangan dan investasi, memperbaiki rantai pasokan yang sudah terusak, meningkatkan konektivitas, saling mendukung dalam rangka memperkecil kesenjangan pembangunan antar sub-regional ASEAN. Wakil Perdana Menteri Vietnam Pham Binh Minh di depan upacara pembukaan mengatakan, pertemuan menlu ASEAN kali ini akan menjajaki bagaimana meningkatkan lebih lanjut kerja sama dan integrasi kawasan, serta bagaimana mengatasi kesulitan dan tantangan terkait, dalam rangka mewujudkan target ASEAN. Para menteri luar negeri peserta pertemuan itu mengadakan pula pembahasan mengenai cara implementasi kesepakatan dalam Pertemuan Puncak ke-36 ASEAN.



 Kemlu Tiongkok: ‘Kebebasan Pers’ Menjadi Dalih Politikus AS untuk
 Coreng dan Tindas Jurnalis

http://indonesian.cri.cn/20200910/e69973aa-ebb0-4b1a-49ac-484c5119364d.html
2020-09-10 11:55:12

Mengenai opini pejabat pemerintah AS baru-baru ini yang menyerang dan mencoreng Tiongkok soal apa yang disebutnya kebebasan media, Jubir Kemlu Tiongkok Zhao Lijian hari Rabu kemarin(9/9) ketika menjawab pertanyaan terkait menyatakan bahwa kebebasan pers yang disebutkan politikus dan pejabat tertentu AS justru adalah alasan mereka untuk dengan sengaja mencoreng dan menindas jurnalis media, ini mencerminkan sepenuhnya sifat standar ganda dan bullying yang terang-terangan.

Dikabarkan, Jubir Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus dalam Twitternya pada 8 September menyatakan, Deplu AS bertahun-tahun selalu berupaya menasehati Tiongkok mengizinkan jurnalis AS kembali ke Tiongkok, dan memulihkan kebebasan operasi normal media AS, serta menghentikan gertakan dan gangguan terhadap jurnalis asing. Ia mengatakan, di Tiongkok tiada pemberitaan yang terbuka dan independen.

Mengenai hal tersebut, Zhao Lijian dalam jumpa pers kemarin membalas, bahwa tuduhan pejabat terkait AS terhadap Tiongkok sama sekali tak berdasar, dan justru adalah memutar-balikan kebenaran dan balas dendam yang tipikal.



Kirim email ke