Bagaimana dengan vaksin Rusia yang tanpa uji coba tahap 3 itu?
On Thursday, September 10, 2020, 12:19:09 PM PDT, 'Lusi D.'
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
Perusahaan Farmasi Raksasa AstraZeneca Hentikan Uji Vaksin Covid-19
Published 20 jam ago
on September 9, 2020
By Tim Orator
https://orator.id/2020/09/09/perusahaan-farmasi-raksasa-astrazeneca-hentikan-uji-vaksin-covid-19/
LONDON-Perusahaan farmasi raksasa Inggris-Swedia AstraZeneca telah
menghentikan uji coba global vaksin Covid-19-nya yang berskala besar
karena seorang partisipan sukarelanya jatuh sakit setelah menerima
vaksin eksperimental itu.
Perusahaan tersebut Selasa mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan
jeda dalam uji coba merupakan “tindakan biasa yang harus dilakukan
kapan pun terjadi kondisi sakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan
dalam salah satu pengujian, sementara kasus ini diinvestigasi,
memastikan kami tetap mempertahankan integritas uji coba.”
AstraZeneca mengembangkan vaksin yang disebut AZD1222 itu bekerja sama
dengan University of Oxford, Inggris. Vaksin itu sedang diujicobakan
dalam Fase 2 dan Fase 3 yang berskala besar di beberapa negara,
termasuk di AS, Inggris, Brazil, Afrika Selatan dan India. AZD1222
adalah satu dari tiga vaksin Covid-19 yang sedang dalam uji coba tahap
akhir Fase 3 di AS. Ampul-ampul dengan stiker "Vaksin Covid-19" dan
alat suntik, 10 April 2020. (Foto: Ilustrasi/Reuters)
AS Pesan 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca
Perusahaan tersebut tidak mengungkap kondisi sakit partisipan itu.
Tetapi harian New York Times memberitakan bahwa sukarelawan yang
berbasis di Inggris itu didiagnosis mengidap mielitis transversa, suatu
sindrom peradangan yang mempengaruhi sumsum tulang belakang dan kerap
dipicu oleh infeksi virus. Tetapi harian itu menyebutkan tidak
diketahui apakah penyakit sukarelawan itu terkait langsung dengan
vaksin AZD1222.
Beberapa jam sebelum mengumumkan jeda uji coba vaksin Covid-19-nya,
AstraZeneca bergabung bersama delapan produsen obat lainnya dalam janji
untuk tidak meminta persetujuan dari regulator pemerintah AS untuk
vaksin apapun sebelum semua data menunjukkan vaksin itu aman dan
efektif.
Para CEO dari sembilan perusahaan, yang mencakup Johnson & Johnson,
Merck, Moderna dan Novavax, serta perusahaan yang memimpin dua proyek
vaksin bersama, Pfizer dan BioNTech, serta Sanofi dan GlaxoSmithKline,
mengeluarkan pernyataan berisi janji bahwa mereka “hanya akan meminta
persetujuan atau otorisasi penggunaan darurat setelah vaksin
menunjukkan keamanan dan kemanjuran melalui studi klinis Fase 3 yang
dirancang dan dilakukan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan
otoritas pengatur ahli,” termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan AS
(FDA). 9 Perusahaan Obat akan Pastikan Keamanan Vaksin Covid-19 sebelum
Minta Izin Pemerintah
Para CEO itu menyatakan mereka “akan selalu membuat keselamatan dan
kesehatan individu-individu yang divaksinasi sebagai prioritas utama.”
Tekad bersama yang tidak biasa itu dimaksudkan untuk menyingkirkan
kekhawatiran yang kian besar di kalangan pakar kesehatan bahwa
perusahaan-perusahaan farmasi sedang dalam tekanan politik cukup besar
untuk segera mengembangkan dan menyediakan vaksin Covid-19. Presiden AS
Donald Trump telah berulang kali memberi kesan bahwa vaksin yang sukses
diuji coba dapat disiapkan sebelum pemilihan presiden AS 3 November
mendatang.
Tetapi Moncef Slaoui, penasihat vaksin utama Trump yang juga salah
seorang direktur pada prakarsa pemerintah “Operation Warp Speed,” yang
mendanai banyak upaya untuk mengembangkan, menguji coba dan memproduksi
vaksin potensial, mengatakan kepada badan penyiaran publik NPR pekan
lalu bahwa “sangat tidak mungkin” vaksin akan mendapat izin sebelum
Hari Pemilihan.
PBB memperingatkan bahwa pandemi dapat membalik kemajuan yang telah
dicapai selama puluhan tahun dalam menurunkan jumlah kematian anak-anak
akibat penyakit yang dapat dicegah.
Suatu laporan baru dari tiga badan PBB – UNICEF, Organisasi Kesehatan
Dunia, serta Divisi Populasi pada Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial
PBB – serta kelompok Bank Dunia menyatakan ada sedikit di atas 5 juta
kematian yang dapat dicegah pada tahun 2019, dibandingkan dengan 12,5
juta kematian pada tahun 1990.
Tetapi laporan itu juga mendapati bahwa 68 persen responden di 77
negara melaporkan setidaknya ada beberapa gangguan dalam pemeriksaan
fisik dan imunisasi pada anak-anak. Sebagian gangguan itu karena
kekhawatiran orang tua bahwa anak-anak mereka akan terinfeksi virus.
PBB Serukan Dunia Tetap Prioritaskan Pendidikan di Tengah Pandemi
Dalam rilis persnya, Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore
mengatakan, sewaktu anak-anak tidak mendapat akses ke layanan kesehatan
karena sistemnya kewalahan, dan karena perempuan takut melahirkan di
rumah sakit karena khawatir tertular, mereka pun mungkin menjadi korban
Covid-19.”
Pandemi juga terus mempengaruhi aktivitas sehari-hari di seluruh dunia.
PM Inggris Boris Johnson, Rabu (9/9) diperkirakan akan mengeluarkan
perintah yang membatasi jumlah orang yang ambil bagian dalam sebagian
besar pertemuan sosial menjadi enam, dari 30 yang berlaku sekarang ini.
Batas baru ini akan berlaku mulai pekan depan, sementara Inggris
mengalami lonjakan hampir 3.000 tambahan kasus harian baru Covid-19
dalam beberapa pekan ini, angka yang tertinggi sejak Mei lalu. WHO akan
Evaluasi Peraturan Kesehatan Internasional Selama Pandemi
Para pejabat di Kabupaten Los Angeles, California, telah mengeluarkan
perintah yang melarang sebagian besar aktivitas Halloween, yang
biasanya dirayakan pada 31 Oktober.
Seperti dilansir VoA, aktivitas yang dilarang itu mencakup kegiatan
tradisional trick-or-treating dari pintu ke pintu, sewaktu anak-anak
mengetuk pintu untuk mendapatkan permen, dan trunk-or-treating,
aktivitas serupa tetapi dilakukan dari mobil ke mobil. Berbagai acara
di dalam dan di luar ruangan, termasuk karnaval, festival dan
“rumah-rumah hantu” juga dilarang.
Para pejabat Kabupaten Los Angeles menyatakan hampir 250 ribu kasus
virus corona telah dicatat di sana dan 6.036 di antaranya meninggal
karena virus itu sejak pandemi mulai terjadi.
------------------------------------
Posted by: "Lusi D." <[email protected]>
------------------------------------
Berita dan Tulisan yang disiarkan GELORA45-Group, sekadar untuk diketahui dan
sebagai bahan pertimbangan kawan-kawan, tidak berarti pasti mewakili pendapat
dan pendirian GELORA45.
Untuk merubah status pengiriman berita/tulisan, kirim saja email kosong
kealamat: Hanya saja ingat, status baru berubah setelah bung me-reply email
konfirmasi dari yahoogroup!
No Mail : [email protected]
Normal : [email protected]
Daily Digest: [email protected] (Diterima dalam SATU email dari
sekian kumpulan email yg masuk di grup-milis)
------------------------------------
Yahoo Groups Links