AS Hendaknya Menghormati Kebebasan Pers Dengan Aksi Nyata
http://indonesian.cri.cn/20200911/4fdcc043-e1d0-cb4c-3447-556f37106762.html
2020-09-11 12:46:38
Kemlu Tiongkok: Argumentasi Australia tentang “Diplomasi Sandera”
Tiongkok adalah Omong Kosong
Menanggapi lontaran Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang mencela
Harian Renmin Ribao, Kamis (10/09), juru bicara Kementerian Luar Negeri
Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa pers menuntut AS berhenti berbohong,
melepaskan bullying, dan dengan aksi nyata menghormati kebebasan pers.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam cuitan Twitter Kamis
mengatakan, Partai Komunis Tiongkok PKT mengeluh bahwa AS kekurangan
keadilan dan persamaan derajat terhadap Tiongkok, namun duta besar
Tiongkok boleh mengeluarkan artikel secara bebas di media AS mana pun,
sedangkan PKT menolak Harian Renmin Ribao mengeluarkan artikel komentar
Duta Besar AS untuk Tiongkok Terry Edward Branstad.
Zhao Lijian dalam jawabannya menunjukkan, Duta Bear Tiongkok untuk AS
selalu berupaya mendorong hubungan persahabatan dan kerja sama antara
kedua negara dan rakyat kedua negara, tidak pernah menyebarkan rumor
yang ditujukan pada AS, tidak menyerang atau mencoreng sistem AS, tidak
mencampuri urusan dalam negeri AS. Duta Besar Cui Tiankai mengeluarkan
artikel atau menerima wawancara di media AS, adalah prilaku suka rela
dan inisiatif media AS, adalah hasil komunikasi berdasarkan sama derajat
dan saling menghormati antara kedua pihak.
Kemlu Tiongkok Bantah Pernyataan Pompeo Yang ‘Prihatin dan Khawatir’
pada Operasi Kapal Nelayan Tiongkok di Laut Lepas
Zhao Lijian menyatakan, mengenai opini absurd Pompeo, juru bicara Harian
Renmin Ribao telah memberi tanggapannya, secara detail memperkenalkan
faktanya. Pada tanggal 26 Agusuts, Kedutaan Besar AS di Tiongkok
menghubungi Harian Renmin Ribao dan meminta memuat artikel dengan nam
Duta Besar Branstad sebelum tanggal 4 September, dan menekankan bahwa
artikel ini dimuat secara total, tidak bisa direvisi, dan meminta
dibalas pada tanggal 27 Agustus. Isi artikel ini tidak seusai dengan
fakta, banyak cacat dengan niat jahat untuk mencoreng Tiongkok. Pada
tanggal 27 Agustus, ketika Harian Renmin Ribao sedang meneliti artikel
ini, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan Asia Pasifik David
Stilwell melayangkan teguran kepada Kedutaan Besar Tiongkok untuk AS di
Washington. Zhao Lijian menunjukkan, perbuatan AS tersebut ternyata
tidak ada hubungan dengan kebebasan pers, sama sekali dirancang dengan
teliti, dengan sengaja mencari masalah. Yang diinginkan AS dengan
mengeluarkan artikel itu ialah menimpakan kesalahan kepada orang lain.
AS Hendaknya Menghormati Kebebasan Pers Dengan Aksi
Nyata_fororder_发言人2020091104
Zhao Lijian memperkenalkan, Harian Renmin Ribao pernah memuat
artikel-artikel yang dibubuhkan nama-nama mantan duta besar AS antara
lain Max Baucus dan Jon Huntsman, Global Times pernah juga memuat dua
artikel Duta Besar AS Branstad. Dikatakannya, sesama dengan media AS
serta media manapun, Harian Renmin Ribao sepenuhnya berhak memutuskan
apakah memuatnya atau tidak dan kapan memuat artikel yang dikirim,
sepenuhnya berhak melakukan revisi dan edit yang diperlunya, sepenuhnya
berhak menolak memuat artikel yang salahdan tak sesuai dengan kenyataan
serta penuh dengan prasangka. Ini adalah norma sektor usaha pers, juga
sesuai dengan kebiasaan internasional. Tiongkok meminta AS segera
berhenti berhobong, melepaskan bullying, dan menghormati kebebasan pers
dengan aksi nyata.
Kemlu Tiongkok: Argumentasi Australia tentang “Diplomasi Sandera”
Tiongkok adalah Omong Kosong
2020-09-11 11:06:41
Kemlu Tiongkok: Argumentasi Australia tentang “Diplomasi Sandera”
Tiongkok adalah Omong Kosong_fororder_发言人2020091102
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa
pers hari Kamis kemarin (10/9) menunjukkan, badan terkait pihak Tiongkok
mengadakan penyelidikan terhadap dua wartawan Australia dengan
berdasarkan hukum dalam proses penanganan sebuah kasus. Hal ini mutlak
merupakan penegakan hukum yang normal. Apa yang disebut “diplomasi
sandera” oleh Australia mutlak adalah omong kosong belaka.