Pompeo Merusak Fondasi Hubungan Tiongkok-AS Akan Melukai AS Sendiri
http://indonesian.cri.cn/20200911/588ef844-8a44-913b-2d5e-d2d2557fb8cc.html
2020-09-11 13:19:14
Pompeo Yang Selalu Merusak Fondasi Hubungan Tiongkok-AS Tengah Melukai
AS Sendiri_fororder_锐评2020091102
“Boleh 100 ribu orang”. Demikian jawaban mantan Presiden AS Jimmy Carter
ketika ditanya pemimpin Tiongkok pada Juli 1978 apakah dapat dikirim 5
ribu mahasiswa Tiongkok ke AS untuk memperdalam studinya.
“Diharapkan semua Institut Konfusius di AS ditutup sebelum akhir tahun
ini” demikian kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada September
2020 ketika berbicara tentang pertukaran sosial bubaya Tiongkok-AS. Ia
malah mengancam mengeluarkan kebijakan dalam waktu beberapa minggu atau
beberapa bulan untuk menbatasi mahasiswa Tiongkok yang menuju AS untuk
memperdalam studi.
Setelah berselang selama 40 tahun, pertukaran sosial budaya yang
dipandang sebagai fondasi hubungan Tiongkok-AS itu kini tengah
menghadapi situasi yang serius. Ini memang mengherankan, yang berkuasa
di AS sekarang tidak lagi seperti Carter, pemimpin yang berpandangan
strategis lagi, melainkan orang seperti Pompeo yang berpandangan pendek,
suka berbohong dan gila menggaet kepentingan politik sendiri.
Pompeo Yang Selalu Merusak Fondasi Hubungan Tiongkok-AS Tengah Melukai
AS Sendiri_fororder_锐评2020091101
Seperti halnya hubungan ekonomi dan perdagangan, pertukaran sosial
budaya Tiongkok-AS adalah saling menguntungkan.
Yang menyedihkan, kasih saying antara rakyat Tiongkok dan AS tengah
dihambat orang-orang seperti Pompeo yang mempertahankan pemikiran Perang
Dingin dan selalu memusuhi Tiongkok. Mereka membelakangi keinginan
rakyat kedua negara demi kepentingan dirinya sendiri dan itu akan
mendatangkan kerugian besar kepada AS.
Pompeo Yang Selalu Merusak Fondasi Hubungan Tiongkok-AS Tengah Melukai
AS Sendiri_fororder_锐评2020091103
Di satu aspek, menghalangi mahasiswa Tiongkok menuju AS tak saja membuat
universitas AS kehilangan pendapat yang cukup besar, juga akan mendampak
inovasi iptek AS.
Di satu aspek lain, metode dan prilaku keji para politikus AS merusak
citra AS yang terbuka, inklusif dan majemuk, dan dengan serius merugikan
kekuatan lunak AS.
Justru karena serangkaian perbuatan orang-orang seperti Pompeo yang
merusak pertukaran sosial budaya Tiongkok-AS, masyarakat AS menentangnya
secara merata.
Keterbukaan mendatangkan kemajuan, dan ketertutupan pasti membawa
ketertinggalan. Inilah hukum semestinya perkembangan sejarah manusia.
Ketika nilai pandangan yang terbuka, inklusif dan majemuk itu tiada
lagi, AS akan menuju resesi dengan tak terhindarkan. Orang-orang seperti
Pompeo yang sombong dan bodoh mencoba menjadikan lepas kaitan dan sanksi
sebagai senjata untuk mempertahankan prioritas AS dan kepentingan
politiknya, mereka tidak tahu, ketika mereka mengangkat pisau, yang
paling awal dilukai pasti negara dan rakyatnya sendiri.