Tiongkok Terapkan Strategi Kerja Sama Iptek
Yang Lebih Terbuka, Inklusif dan Saling Menguntungkan Dalam Perlawanan
Wabah
http://indonesian.cri.cn/20200913/315de7bf-404e-8549-4e12-4b71703cefdb.html
2020-09-13 11:06:14
Tiongkok Terapkan Strategi Kerja Sama Iptek Yang Lebih Terbuka, Inklusif
dan Saling Menguntungkan Dalam Perlawanan Wabah_fororder_szheng
Setelah mengadakan temu wicara dengan para pengusaha pada Juli yang
lalu, dan temu wicara dengan ahli ekonomi dan sosial pada Agustus yang
lalu, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan temu wicara lagi dengan
para ilmuwan dan pekerja iptek pada tanggal 11 September yang lalu. Ia
menekankan, kunci memenangkan wabah adalah iptek, Tiongkok akan
menerapkan strategi kerja sama internasional yang lebih terbuka,
inklusif dan saling menguntungkan di bidang iptek.
Saat ini Tiongkok sedang menyusun rencana baru untuk pembangunan ekonomi
dan sosial tahun 2021-2025. Untuk menyusun dengan baik-baik rencana yang
bersangkutan dengan kehidupan setiap warga Tiongkok, Xi Jinping
berturut-turut memimpin tiga kali temu wicara.
Dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping mengharapkan para ilmuwan dan
pekerja iptek berpegang teguh pada garis depan iptek dunia, menfokuskan
lapangan perang yang utama ekonomi, mementingkan kebutuhan penting
negara dan kesehatan rakyat, terus maju mencapai hasil iptek yang lebih
tinggi dan mendalam. Ini merupakan pertama kali Tiongkok memastikan
kesehatan rakyat sebagai arah penelitian iptek. Jiwa Rakyat Merupakan
Paling Penting, ini adalah gagasan pemerintahan yang dipegang PKT.
Setelah wabah virus corona merebak, Tiongkok selalu melawan wabah secara
ilmiah. Xi Jinping berkali-kali menekankan, kunci memenangkan wabah
adalah iptek.
Xi Jinping menunjukkan, kerja sama internasional di bidang iptek adalah
tren sejarah. Tiongkok akan dengan aktif bergabung dalam jaringan
inovasi global, mengintensifkan daya inovasi iptek dalam keterbukaan dan
kerja sama. Menghadapi blokade dan tekanan, jangan-jangan menutup diri
dan mengisolasikan diri, melainkan menerapkan strategi internasional
yang lebih terbuka, inklusif dan saling menguntungkan dalam kerja sama
iptek. Di bawah situasi saat ini, Tiongkok akan mendorong kerja sama
internasional di bidang pencegahan wabah dan kesehatan publik,
mengadakan penelitian dan kerja sama di bidang obat-obatan, vaksin dan
deteksi. Tiongkok menaruh perhatian pada perubahan iklim dan kesehatan
manusia, meningkatkan penelitian bersama dengan tenaga ahli negara lain,
selangkah demi selangkah mengizinkan penempatan organisasi iptek
internasional di dalam negeri Tiongkok, mengizinkan ilmuwan asing
memegang jabatan dalam organisasi iptek Tiongkok, dan menjadi arena yang
terbuka dan kerja sama global di bidang iptek.
21 Juli 2020, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan temu wicara dengan
para pengusaha di Beijing untuk membahas situasi ekonomi dewasa ini, dan
mengumpulkan pendapat dan usulan tentang reformasi dan pembangunan
perusahaan selama Repelita Ke-14. 7 wakil pengusaha masing-masing
berasal dari badan umum milik negara, lembaga swadaya masyarakat,
perusahaan modal asing, perusahaan modal Hong Kong, Makau dan Taiwan,
serta pengusaha swasta. Xi Jinping berpesan agar berusaha semaksimal
melindungi penyelenggara pasar, menstimulus dinamika bagian utama
pasar, menyemarakkan semangat kewirausahaan, dan mendorong perusahaan
memainkan peranan maksimum dan mewujudkan perkembangan lebih besar dalam
rangka mengakumulasi kekuatan pokok untuk mencapai perkembangan ekonomi.
24 Agustus lalu, Xi Jinping membuka temu wicara dengan ahli bidang
ekonomi dan sosial, menetapkan masalah baru yang harus diselesaikan
dalam “tahap perkembangan baru” selama pelaksanaan Repelita Ke-14. Dia
menguraikan lebih lanjut target merealisasi tatanan perkembangan baru
yang mengutamakan sirkulasi besar dalam negeri, dengan sirkulasi dalam
negeri dan sirkulasi internasional saling mendorong.
Tiongkok Terapkan Strategi Kerja Sama Iptek Yang Lebih Terbuka, Inklusif
dan Saling Menguntungkan Dalam Perlawanan Wabah_fororder_ilmuwan'
Di depan temu wicara dengan para ilmuwan yang diadakan pada 11 September
lalu, 7 ilmuwan menguraikan pandangan dirinya mengenai perkembangan
usaha iptek Tiongkok pada 5 tahun mendatang.
Di antaranya terdapat Akademisi Akademi Rekayasa Tiongkok Xu Kuangdi
yang usianya 83 tahun. Dia pernah menjabat sebagai walikota Shanghai,
dan pernah mengikuti perancangan Area Baru Xiong’an.
Tiongkok Terapkan Strategi Kerja Sama Iptek Yang Lebih Terbuka, Inklusif
dan Saling Menguntungkan Dalam Perlawanan Wabah_fororder_ilmuwan2
Fu Xiaomei yang usianya 36 tahun adalah peneliti dari Akademi Ilmu
Tiongkok, dia telah mencapai kerobosan besar di bidang penelitian regu
genom manusia modern yang paling kuno di dunia.
Tiongkok Terapkan Strategi Kerja Sama Iptek Yang Lebih Terbuka, Inklusif
dan Saling Menguntungkan Dalam Perlawanan Wabah_fororder_ilmuwan3
Masih terdapat insinyur Wang Jian yang terkenal sebagai “Benak Kepala”
Kota Hangzhou, dia sekarang menjabat sebagai Ketua Komisi Teknologi Grup
Alibaba.
Tiongkok Terapkan Strategi Kerja Sama Iptek Yang Lebih Terbuka, Inklusif
dan Saling Menguntungkan Dalam Perlawanan Wabah_fororder_ilmuwan4
Inilah Shi Yigung, Rektor Universitas Xihu. Universitas ini adalah
universitas penelitian tipe baru yang pertama-tama diselenggarakan oleh
lembaga masyarakat dan didukung oleh pemerintah.
Tiongkok Terapkan Strategi Kerja Sama Iptek Yang Lebih Terbuka, Inklusif
dan Saling Menguntungkan Dalam Perlawanan Wabah_fororder_ilmuwan5
Tiongkok Terapkan Strategi Kerja Sama Iptek Yang Lebih Terbuka, Inklusif
dan Saling Menguntungkan Dalam Perlawanan Wabah_fororder_ilmuwan6