Chongli Provinsi Hebei Hadapi Peluang Perkembangan Besar-besaran
http://indonesian.cri.cn/20200914/fe579d9e-e01c-1711-3599-709e2c2e68df.html
2020-09-14 10:01:52
Pada 31 Juli 2015, kota Zhangjiakou, Provinsi Hebei bersama kota Beijing
terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin Tahun 2022. Distrik
Chongli di bawah Zhangjiakou dipilih sebagai tempat pertandingan utama
cabang olahraga ski Olimpiade 2022. Chongli pun mendapat peluang untuk
melakukan pembangunan besar-besaran menjelang pembukaan Olimpiade 2022.
Pada Mei 2019, Chongli dinyatakan terlepas dari kemiskinan.
Chongli terletak di daerah pegunungan dengan sebagian terbesar tanah
adalah perbukitan, dengan lahan garapan per kapita tidak sampai 1333
meter persegi. Dulu warga lokal hanya mencari naskah dengan bercocok
tanam dan sering mengalami kegagalan panen karena cuaca yang buruk.
Karena letak geografinya yang istimewa, musim dingin Chongli setiap
tahun sebanyak 150 hari. Pada 1996, Chongli mulai mengembangkan industri
olahraga ski dengan bertolak dari kondisi alamiah. Chongli menargetkan
pembangunan dirinya sebagai kota yang terkenal dengan olahraga ski dan
skating es. Sejak itulah Chongli mulai melakukan renovasi besar-besaran.
Sejumlah warga desa dipekerjakan sebagai karyawan perusahaan dan
kehidupannya pun mengalami perubahan signifikan.
Chongli Provinsi Hebei Hadapi Peluang Perkembangan
Besar-besaran_fororder_%5c%5c172.100.100.3%5ctemp%5c9500049%5c1%5c9500049_1_1_6f314da9-9f5e-4911-9ed4-5eedcb9169ba
Wen Chang dari Desa Yingcha kini sudah dilantik menjadi kepala dapur
sebuah hotel di Chongli. Ia mengatakan, “Dulu saya hanya tahu bercocok
tanam, lalu bermalas-malas di rumah. Sekarang pekerjaannya banyak
sekali. Siapa pun tanggung sibuk asal dia mau bekerja keras.”
Sekarang di Chongli sudah terbangun tujuh lapangan ski, yang menyediakan
hampir 30 ribu lowongan kerja. Setiap dari empat warga kini terlibat
dalam industri olahraga.
Chongli yang berubah dari hari ke hari menarik semakin banyak pemuda
yang perantau di kota lain kembali ke kampung halamannya. Li Jianjiang
yang berusia 34 tahun adalah tamatan jurusan komputer. Pada 2005, dia
mengadu nasibnya ke Beijing secara sendirian. Peluang reuninya dengan
keluarga sangat tipis. Melihat Chongli mengembangkan industri olahraga
dan hiburan, Li Jianjiang pun tertarik untuk kembali ke kampung halaman.
Pada 2015, ia pulang ke Chongli dan dilantik sebagai penanggung jawab
badan informatika Chongli.
Chongli Provinsi Hebei Hadapi Peluang Perkembangan
Besar-besaran_fororder_%5c%5c172.100.100.3%5ctemp%5c9500049%5c1%5c9500049_1_1_2f634d52-e876-4fa0-90cc-15159fc33b18
Li Jianjiang mengatakan, “Sekarang saya tiap hari bisa berkumpul dengan
keluarga, bisa mendampingi anak dan orang tua sembari memberikan
kontribusi bagi pembangunan kampung halaman. Itulah kebahagiaan bagi saya.”
Chongli telah menjadi ajang bagi banyak orang untuk mewujudkan
impiannya. Dari seorang petani menjadi petugas keamanan di lapangan
olahraga ski, Xie Ting, 34 tahun, salah seorang warga desa tidak berpuas
diri. Dia terus belajar dan sudah mendapat lisensi sebagai seorang
pelatih olahraga ski.
Chongli Provinsi Hebei Hadapi Peluang Perkembangan
Besar-besaran_fororder_%5c%5c172.100.100.3%5ctemp%5c9500049%5c1%5c9500049_1_1_87d3c4bb-8f5f-4344-8fdb-14c71917cabf
Xie Ting mengatakan, “Saya dulu adalah seorang petani, sekarang sudah
menjadi seorang pelatih olahraga ski. Selain bisa mengajar anak-anak
melatih ski, jua berkesempatan mengikuti pertandingan ke berbagai tempat
di dunia. Inilah sumber kebahagiaan saya.”
Chongli Provinsi Hebei Hadapi Peluang Perkembangan
Besar-besaran_fororder_%5c%5c172.100.100.3%5ctemp%5c9500049%5c1%5c9500049_1_1_501a3efe-51a4-4ff7-a255-b54371fb42d5
Kepala Distrik Chongli, Zhao Zan menyatakan, “Setiap orang ingin
menempuh kehidupan yang bahagia melalui perjuangan. Hal ini telah
menstimulasi kegairahan masyarakat untuk mewujudkan nilai hidupnya.”
Seiring dengan peresmian jalan kereta api sektor Chongli dari jalan
kereta api Beijing-Zhangjiakou, waktu tempuh dari Chongli ke Beijing
sudah dipersingkat menjadi satu jam. Kini Chongli berambisi membangun
dirinya sebagai tempat ideal atau surga olahraga ski Tiongkok.
Dari Kampus Tiongkok hingga Kampus AS, Apa Bedanya di Tengah Pandemi
COVID-19
http://indonesian.cri.cn/20200914/ca5463e8-fb64-2d64-9743-9e1a3b344262.html
2020-09-14 14:28:02
Dari Kampus Tiongkok hingga Kampus AS, Apa Bedanya di Tengah Pandemi
COVID-19_fororder_wuh3
Dari Kampus Tiongkok hingga Kampus AS, Apa Bedanya di Tengah Pandemi
COVID-19_fororder_wuh2
Pada 11 September, kampus Universitas Wuhan dimeriahkan dengan
kedatangan mahasiswa baru untuk semester 2020. Kampus yang sempat sepi
dan kosong kembali menjadi ramai dan dinamis pasca wabah virus corona.
Dari Kampus Tiongkok hingga Kampus AS, Apa Bedanya di Tengah Pandemi
COVID-19_fororder_wuh4
Pembukaan kembali Universitas Wuhan juga menarik sorotan media asing,
yang dibikin kejut atas keramaian kota Wuhan yang sudah bebas dari
bayangan gelap pandemi COVID-19.
Dari Kampus Tiongkok hingga Kampus AS, Apa Bedanya di Tengah Pandemi
COVID-19_fororder_yi
Keramaian di kampus universitas Tiongkok juga membuat media AS cemburu
dan mengakui bahwa AS perlu bercermin pada Tiongkok dalam penanganan
wabah virus corona.
Dari Kampus Tiongkok hingga Kampus AS, Apa Bedanya di Tengah Pandemi
COVID-19_fororder_wuh5
Bagi jutaan pelajar AS, hari Selasa pekan pertama bulan September
menandakan berakhirnya liburan musim panas dan permulaan tahun ajaran
yang baru.
Dari Kampus Tiongkok hingga Kampus AS, Apa Bedanya di Tengah Pandemi
COVID-19_fororder_yi9
Sudah tiga pekan sejak pembukaan kembali sekolah AS. Tidak di luar
dugaan, kampus perguruan tinggi di AS telah menjadi titik panas
penularan wabah virus corona. Menurut New York Times, di antara 203
kabupaten dengan populasi mahasiswa sebanyak 10 persen dari populasi
total di seluruh AS, kurang lebih separo di antaranya telah melaporkan
data wabah virus corona yang paling parah sejak awal bulan lalu, dan
hampir separo di antaranya bahkan mencatat kasus infeksi yang mencetak
rekor baru. Walaupun angka kematiannya belum menunjukkan kenaikan
signifikan, namun para ahli kesehatan khawatir, para pemuda yang hanya
menderita gejala ringan akan menjadi sumber utama dalam penyebaran virus
corona ke tempat yang lebih luas.
Dari Kampus Tiongkok hingga Kampus AS, Apa Bedanya di Tengah Pandemi
COVID-19_fororder_yi10
Para mahasiswa yang tetap berkuliah secara daring di rumah sering
mengalami gangguan kegagalan teknis terkait akses internet. Situs web
untuk layanan pengajaran jarak jauh (PJJ) dari sejumlah universitas
mengalami peretasan sehingga lumpuh total pada hari pertama pembukaan
semester baru.
Dari Kampus Tiongkok hingga Kampus AS, Apa Bedanya di Tengah Pandemi
COVID-19_fororder_yi8
Kini sebanyak 13 ribu zonasi pembelajaran di AS menghadapi masalah yang
lebih menyulitkan. Mereka mengeluh belum mendapat panduan dari pejabat
pendidikan federal atau negara bagian terkait pemberian pengajaran tatap
muka atau pemberian kuliah secara daring. Mau tak mau, mereka harus
menghadapi semua masalah dan kesulitan secara mandiri tanpa adanya
bantuan dari pemerintah.
Dari Kampus Tiongkok hingga Kampus AS, Apa Bedanya di Tengah Pandemi
COVID-19_fororder_yi7