Tiongkok Secara Mantap Mendorong Uji Klinis Vaksin Covid-19
http://indonesian.cri.cn/20200916/ceb6d141-be33-12fa-c6fd-eedbf7a16bd7.html
2020-09-16 07:52:31
Tiongkok Secara Mantap Mendorong Uji Klinis Vaksin
Covid-19_fororder_微信图片_20200916074958
Seiring dengan merebaknya wabah Covid-19, rakyat seluruh dunia
menantikan pemasaran vaksin yang dapat memenangi virus ini. Tak lama
berselang, dua perusahaan obat Tiongkok pertama kali memamerkan vaksin
Covid-19 yang diteliti masing-masing di 2020 China International Fair
for Trade in Services. Apakah aman vaksin tersebut? Kapan vaksin
tersebut dapat diproduksi dalam jumlah besar? Kapan saja orang biasa
dapat disuntik?Kapan saja dapat menyejahterakan negara lain di dunia?
Ilmuwan perdana WHO Soumya Swaminathan dalam jumpa pers pada awal bulan
ini menyatakan, terdapat 30 lebih vaksin Covid-19 memasuki tahap uji
klinis, di antaranya terdapat 9 vaksin berada pada fase ketiga uji
klinis, tiga di antaraya berasal dari Tiongkok.
Direktur jenderal CNBG Yang Xiaoming mengatakan, vaksin Covid-19 sangat
aman, setelah fase ketiga uji klinis berakhir, vaksin boleh dimasuki
dalam penyesahan, diperkirakan akan dipasarkan pada akhir tahun ini.
Pada tanggal 20 Juli, hasil uji klinis fase kedua vaksin yang diteliti
oleh tim Chen Wei diumumkan, menjadi data perdana uji klinis fase kedua
vaksin Covid-19 di seluruh dunia. Hasil uji klinis ini menunjukkan,
vaksin Covid-19 yang diteliti tim Chen Wei dapat memberi tiga lapis
perlindungan. Menurut Undang-undang Pengelolaan Vaksin Tiongkok, vaksin
tersebut telah memenuhi permintaan teknis untuk digunakan secara darurat.
Relatif besarnya kemungkinan masa perlindungan vaksin satu sampai tiga
tahun.
Uji klinis adalah rantai kunci untuk meneliti dan memproduksi vaksin. Di
antaranya uji klinis fase ketiga adalah tahap uji terakhir sebelum
dipasarkan.
Penanggung jawab CNBG mengungkapkan, dua jenis vaksin Covid-19 dari
perusahaannya telah disuntik kepada ribuan orang, tiada ada dengan
reaksi buruk, tiada seorang pun terinfeksi. Presiden Tiongkok Xi Jinping
pernah dengan jelas menyatakan di Konferensi WHO ke-73 bahwa vaksin yang
diproduksi Tiongkok akan dijadikan sebagai produk publik. Dalam kontak
telepon dengan pemimpin beberapa negara, Xi Jinping berkali-kali
menyatakan Tiongkok bersedia berbagi pengalaman melawan wabah dan
diagnosa wabah, dengan positif mengadakan kerja sama vaksin.
Kini, Tiongkok sedang mengadakan kerja sama uji klinis fase ketiga
dengan 11 negara. Peningkatan kerja sama internasional melawan wabah,
menjadi kesepahaman yang semakin banyak orang. Pada tanggal 24 Agustus,
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanon Ghebreyesus menyatakan, kini
terdapat 172 negara dan daerah menyatakan bergabung dalam program vaksin
Covid-19 COVAX yang dipimpin WHO dengan targetnya yang menyediakan
sekurangnya 2 miliar buah vaksin Covid-19 yang aman dan efektif di
seluruh dunia sebelum akhir tahun 2021.
Anggota Dewan Negara selaku Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam
Konferensi Virtual Menteri Luar Negeri Grup 20 pada tanggal 3 September
menyatakan pula, yang urgen kini adalah mempercepat penelitian, produksi
dan pembagian vaksin, mendirikan firewall melawan wabah. Tiongkok sedang
berbagai vaksin melalui banyak jalan, melaksanakan komitmen Presiden Xi
Jinping mengenai vaksin sebagai produk publik, mendorong bersama-sama
dengan berbagai pihak untuk membentuk komunitas kesehatan manusia.
http://indonesian.cri.cn/20200915/bd6d20b7-814b-ca05-34ad-8eead6e47739.html
2020-09-15 14:37:49
Berkenaan jumlah kasus positif Covid-19 AS yang mendekati 6,5 juta
orang, jumlah kasus kematian mendekati 200 ribu, majalah ‘Time’
baru-baru ini menyatakan, itulah ‘suatu kegagalan ala AS’. Menurut
laporan riset Akademi Kesehatan Publik dari Universitas California
Cabang Berkeley yang dikutip CNN belakangan ini, jumlah kasus tertular
di AS sebenarnya mungkin adalah 3-20 kali lipat jumlah kasus terdiagnosa
sekarang. Kesimpulan ini mendukung hasil riset yang diumumkan CDC pada
akhir Juli lalu, yaitu kasus AS jauh lebih banyak daripada perkiraan.
Sebagai satu-satunya adikuasa di dunia, mengapa penanggulangan wabah di
AS begitu celaka? Tak sulit ditemukan melalui berbagai pertunjukan aneh
oknum-oknum politikus AS sejak terjadinya wabah, sumbernya ialah: sejak
awalnya politik sudah membajak sains.
Meski tak sedikit pakar kesehatan menunjukkan, transparansi informasi
adalah sangat penting bagi penanggulangan wabah, namun bagi pemerintah
AS, menutupi fakta rupanya bisa mematahkan penyebaran wabah. Guna
menghalangi rakyat mengenal fakta, mereka gila-gilaan menindas ilmuwan,
dan merintangi sistem kesehatan domestik mengeluarkan suaranya. Untuk
mengelakkan tanggung-jawab dan mengalihkan kontradiksi, menimpakan
tanggung-jawab lebih-lebih menjadi pertunjukan mereka yang tak dapat
dikurangi. Justru perbuatan konyol tersebut mencelakakan upaya
penanggulangan wabah AS.
Masyarakat semakin jelas, bahwa politikus AS bertolak dari kenpentingan
dirinya sendiri, membajak sains dengan politik, menempatkan kepentingan
dirinya di atas keselamatan jiwa sehingga jiwa rakyat AS disia-siakan
belaka. Aapah tahu malu politikus yang membajak kepentingan negara dan
jiwa rakyat dengan kepentingan politik sendiri menyebut ‘Mari AS
Berjaya Kembali?