Di Balik Ramai Luhut-Ahok
F46<https://www.pinterpolitik.com/author/f46-171>-Friday, September 18,
2020 14:45
/Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok
(kiri) dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (kanan). (Foto: Antara)/
/3 min read/
*“Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa
kamu dapat mempercayakan rahasia” – Albert Einstein, fisikawan
asal Jerman*
------------------------------------------------------------------------
*PinterPolitik.com <http://pinterpolitik.com/>*
/Gengs/, menyimpan sesuatu itu boleh-boleh saja. Bahkan, dalam ajaran
agama sewaktu SD, guru/mimin/pun bilang soal menjaga
rahasia/tuh/penting. Lagian misal waktu ujian kelulusan, pasti kita juga
melihat ada tulisan “Dokumen Milik Negara. Sangat Rahasia.”
Meski begitu, seharusnya kalau/nyimpan/rahasia, ya mbok yang
profesional. Artinya, jangan sampai memengaruhi gelagat di luar
atau/gesture/. Kalian kalau mau belajar menyimpan rahasia, belajarlah
dari sepak bola.
Coba/deh/bayangkan, saat pelatih datang ke klub kemudian memberi banyak
porsi latihan, apa dikira pemain semuanya menikmati alias/enjoy gitu/?
Ya tentu saja/nggak/lah. Pasti ada satu atau lebih pemain yang kurang
cocok dengan model kepelatihan yang ditunjukkan oleh sang manajer.
Namun, karena ini urusannya profesional, mereka/nggak/pada komen/toh/.
Diam/aja gitu/dan menjalani porsi latihan sebagaimana mestinya, tanpa
menunjukkan geliat ketidaksukaan atau ketidaksetujuan.
Walhasil, dari sikap yang seperti itu lahirlah sosok-sosok hebat seperti
Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, yang meski bergonta-ganti pelatih di
klub masing-masing, tetap saja keduanya/enjoy/,/cuy/.
Logika seperti itu kalau diaplikasikan dalam kehidupan agak/relate/sih,
apalagi kalau dibuat bahan refleksi pemerintahan sekarang.
Pasalnya,/mimin tuh/kayak kadang berpikir atas beberapa hal yang kiranya
janggal dalam bilik Istana.
Coba sekarang/gini//aja/. Kalian/ngerasa nggak/sih kalau setiap ada
apa-apa/tuh/tiba-tiba rencana Istana berubah secepat kilat – atau
tiba-tiba orang yang pro Istana bersuara sangat keras daripada sebelum
ada kejadian terkait?
Misal/nih/, soal penunjukan aktor yang menangani kasus Covid-19 di
sembilan provinsi berzona merah. Awalnya kita tahu kan kalau
Istana/tuh/menunjuk Mas Erick Tohir buat bertanggung jawab menurunkan
angka persebaran si biang kerok Covid-19.
Eh, tiba-tiba baru saja kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi)
memerintahkan secara tegas kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
dan Investasi (*Menko Marvest
<https://fokus.tempo.co/read/1387366/menguak-tabir-di-balik-murka-ahok-kepada-pertamina/>*)
Luhut Binsar Pandjaitan sebagai aktor garda terdepan,/cuy/.
Kalau seperti ini, kan kita kebingungan, kira-kira siapa coba yang
memegang kendali utama. Atau dalam bahasa organisasi dinamakan
koordinator kerja./Nggak/mungkin/dong/ada dua matahari.
Jika sampai ada, tandanya ada sesuatu yang maha dahsyat./Mimin/jadi
berpikir apa jangan-jangan penunjukan Pak Luhut/nih/ada sesuatu di
baliknya ya,/sob/?/Mimin/kok jadi bingung dan penasaran gitu loh.
Kemarin juga Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok
tiba-tiba/viral/lewat aksi marah-marah atas keruwetan tata kelola
Pertamina. Giliran ini kok langsung muncul rekaman pun jadi viral.
/Hadeuh/, mimin rasanya bingung/gitu/loh dibuatnya sama perilaku para
pejabat ini. Apa mungkin ya/viral/-nya berita soal Luhut dan Ahok ini
guna mengalihkan isu yang lain ya – misal kasus Covid-19 yang meningkat
tajam di Jakarta?
/Hmm/,/mimin nggak/tahu secara pasti/sih/karena kita hanya bisa
bertanya-tanya/aja sih/. Mungkin, Pak Luhut dan Pak Ahok lah ya yang
tahu./Hehe/. (F46)