https://internasional.kontan.co.id/news/taipan-china-sekaligus-pengkritik-xi-jinping-dihukum-penjara-18-tahun-ini-kasusnya
*Taipan
China sekaligus pengkritik Xi Jinping dihukum penjara 18 tahun, ini
kasusnya*


Selasa, 22 September 2020 / 13:37 WIB


*KONTAN.CO.ID <http://KONTAN.CO.ID> - BEIJING*. China menghukum mantan
eksekutif perusahaan properti berpengaruh yang pernah menyebut Presiden Xi
Jinping sebagai "badut", hukuman penjara hingga 18 tahun. Pengadilan China
memutuskan pada Selasa (22/9/2020), sang miliarder dihukum karena kasus
korupsi.

Melansir *Reuters *yang mengutip keputusan  Pengadilan Menengah No. 2
Beijing di situsnya, Ren Zhiqiang, taipan yang sekaligus mantan pimpinan
Huayuan, sebuah grup real estate milik negara, juga didenda uang senilai
4,2 juta yuan (US$ 619.003).

Menurut pemberitahuan pada putusan yang dibuat pada hari Selasa, pengadilan
memutuskan Ren bersalah karena menggelapkan dan menyalahgunakan dana dengan
total 111 juta yuan serta menerima dan menerima suap senilai 1,25 juta.

Disebutkan pula, Ren dinilai menyalahgunakan posisinya yang menyebabkan
perusahaan milik negara menderita kerugian 117 juta yuan sementara dia
mendapat untung 19,41 juta yuan.

*Baca Juga: **Xi Jinping tegaskan perekonomian China tetap tangguh
<https://internasional.kontan.co.id/news/xi-jinping-tegaskan-perekonomian-china-tetap-tangguh>*

Reuters memberitakan, Ren telah membayar kembali semua uang yang diperoleh
secara tidak sah, dan secara sukarela mengakui semua tuduhan. Menurut
pemberitahuan itu, dia menerima hukuman dan tidak akan mengajukan banding.

Ren ditahan pada Maret setelah menyebut Xi Jinping sebagai badut atas
pidatonya pada Februari terkait upaya pemerintah untuk memerangi virus
corona.

*Baca Juga: **China undang pemimpin negara Eropa untuk melihat kondisi suku
Uighur di Xinjiang
<https://internasional.kontan.co.id/news/china-undang-pemimpin-negara-eropa-untuk-melihat-kondisi-suku-uighur-di-xinjiang>*

Dalam sebuah esai, yang tidak menyebut nama Xi, Ren mengatakan setelah
mempelajari pidatonya, dia "tidak melihat seorang kaisar berdiri di sana
memamerkan 'pakaian barunya', tetapi seorang badut telanjang yang
bersikeras untuk terus menjadi kaisar."

Badan pengawas anti-korupsi kota Beijing kemudian mengatakan dia sedang
diselidiki karena "pelanggaran disiplin yang serius".

Partai Komunis yang berkuasa di China menggulingkan Ren pada Juli.
Kemudian, distrik Beijing pada bulan Juli menuduhnya menggunakan dana resmi
untuk biaya bermain golf, menggunakan ruang kantor dan tempat tinggal yang
disediakan gratis oleh para pengusaha, dan mendapatkan keuntungan besar
secara tidak sah.


Selama masa jabatan Xi, China telah menekan perbedaan pendapat dan
meluncurkan kampanye agresif melawan korupsi.

*Baca Juga: **Presiden Xi: China pimpin dunia dalam pemulihan ekonomi dan
perang lawan virus corona
<https://internasional.kontan.co.id/news/presiden-xi-china-pimpin-dunia-dalam-pemulihan-ekonomi-dan-perang-lawan-virus-corona>*

CNN memberitakan, terlahir sebagai elite partai yang berkuasa, pria berusia
69 tahun ini sering berbicara blak-blakan tentang politik China, jauh
melebihi apa yang biasanya diizinkan di China.

Gaya Ren yang blak-blakan membuatnya mendapat julukan "*The Cannon*" di
media sosial China.

Ren, seorang anggota lama Partai Komunis dan mantan chairman perusahaan
properti milik negara, menghilang pada pertengahan Maret lalu, menurut
teman-teman dia.

*Baca Juga: **Xi Jinping: Kami telah melewati ujian yang luar biasa dan
bersejarah
<https://internasional.kontan.co.id/news/xi-jinping-kami-telah-melewati-ujian-yang-luar-biasa-dan-bersejarah>*

Wang Ying, seorang wirausahawan dan teman dekat Ren mengatakan kepada
*CNN *pada
Maret lalu bahwa dia tidak dapat menghubungi Ren sejak 12 Maret 2020, dan
khawatir dia telah dibawa pergi oleh pihak berwenang.


*Selanjutnya: **Sebut Xi Jinping sebagai badut yang haus kekuasaan, taipan
China ditangkap*
<https://internasional.kontan.co.id/news/sebut-xi-jingping-sebagai-badut-yang-haus-kekuasaan-taipan-china-ditangkap>

Kirim email ke