Perdebatan menarik ttg saling hubungan peranan perseorangan dan
kolektif. Lusi.-


Said Didu: Apakah Salah Kalau Saya Tidak Siap Jadi Jongos Cukong
Kekuasaan? Senin, 21 September 2020 | 20:10 WIB

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&ved=2ahUKEwjNnpbboPzrAhWhM-wKHYDmAAA4RhAWMAB6BAgHEAE&url=https%3A%2F%2Fwww.netralnews.com%2Fnews%2Fnasional%2Fread%2F223172%2Fsaid.didu.apakah.salah.kalau.saya.tidak.&usg=AOvVaw2n_Hdo12Qm0pu-RMbUT0KP

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan
Indonesia (KAMI) Said Didu merasa heran dengan reaksi politisi Partai
Gerindra

Dahnil Anzar Simanjuntak terhadap cuitannya soal alasan menolak masuk
partai politik (parpol). 

Said menilai Dahnil seperti merasa tertuduh dengan tweet-nya yang
mengaku diajak banyak pihak untuk gabung dalam parpol namun ia menolak
karena belum siap menggadaikan prinsip hidupnya pada parpol dan cukong. 

Adapun Dahnil menganggap cuitan Said Didu itu bentuk meninggikan diri
dan merendahkan orang lain yang berbeda sikap dengannya. Dahnil juga
mengingatkan Said bahwa tidak semua orang yang gabung parpol
menggadaikan prinsip hidupnya pada parpol dan cukong. 

"Kok merasa dituduh? Saya hanya menyatakan diri saya ga siap
menggadaikan diri saya," tulis Said di akun Twitternya, @msaid_didu,
Senin (21/9/2020).

Said Didu kemudian menantang Dahnil untuk menunjukkan bukti bahwa
cuitannya meninggikan diri. Menurut Said, apa yang disampaikannya
justru merendahkan diri. 

"Tunjukkan kata-kata saya dalam mention saya tersebut yang meninggikan
diri - justru saya merendahkan diri. Apakah salah kalau saya tidak siap
untuk jadi jongos cukong kekuasaan?" kata @msaid_didu.

"Sekali lagi tunjukkan ke saya mana mention saya yang meninggikan diri
dan generalisasi. Itu saja. Selamat bekerja Bung @Dahnilanzar," tandas
Said Didu. 

Sebelumnya, Said Didu mengaku banyak pihak yang membujuknya untuk masuk
partai politik. Namun bujukan itu ditolak Said Didu dengan alasan belum
siap menggadaikan prinsip hidupnya demi kepentingan parpol dan cukong
di belakang parpol. 

"Banyak pihak membujuk saya masuk partai. Jawaban saya : Mental saya
belum siap menggadaikan dan mendegradasi prinsip hidup saya demi
kepentingan pimpinan parpol dengan cukongnya," ungkap @msaid_didu,
Minggu (20/9/2020).

Cuitan Said Didu itu dikomentari oleh 

Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurutnya, Said Didu terlalu meninggikan
diri dan merendahkan orang lain yang beda sikap dengannya. 

"Bang Said yang saya hormati ini namanya meninggikan diri selangit,
sambil merendahkan orang yang bersikap berbeda," tulis Dahnil di akun
Twitternya, Minggu (20/9/2020). 

"Biarlah kehebatan dan kemuliaan abang itu orang dan Allah SWT yang
menilai," cuit @Dahnilanzar.

Dahnil lantas mengingatkan Said Didu bahwa tidak semua orang yang masuk
partai menggadaikan prinsip hidup pada parpol dan cukong. "Tidak semua
yang masuk partai seperti yang abanganda tuduhkan," terangnya. 

Juru Bicara Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto itu menambahkan, tidak
ada yang salah dengan prinsip Said Didu menolak gabung dengan parpol.
Namun, lanjutnya, cuitan Said seperti mengeneralisir bahwa semua orang
yang masuk parpol jadi jongos cukong. 

"Tidak salah dan tentu baik, namun dalam kalimat itu ada generalisir
seolah semua orang yang masuk partai pasti jadi jongos cukong, itu yang
tak elok, dan meninggikan diri dengan merendahkan melalui generalisir,"
tegas Dahnil. 

Reporter : Adiel Manafe Editor : Nazaruli Tag:

    

Kirim email ke