*https://www.netralnews.com/news/nasional/read/223152/penembakan-pendeta-di-papua-pigai-bukan-tak-mungkin-umat-kristen-kibarkan-panji-salib
<https://www.netralnews.com/news/nasional/read/223152/penembakan-pendeta-di-papua-pigai-bukan-tak-mungkin-umat-kristen-kibarkan-panji-salib>*

*Penembakan Pendeta di Papua, Pigai: Bukan Tak Mungkin Umat Kristen
Kibarkan Panji Salib*

Senin, 21 September 2020 | 17:00 WIB

   -


   -


[image: Natalius Pigai, aktivis kemanusiaan dan HAM.]

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali
berulah di Kabupaten Intan Jaya
<https://www.netralnews.com/news/tag/intan%20jaya>, Papua. Kali ini korban
mereka adalah seorang pendeta bernama Yeremia Zanambani.

TNI mengecam tindakan KKB yang menyebar fitnah melalui media sosial dengan
menuduhkan pembunuhan terhadap Pendeta Yeremias Zarambanin kepada pihak TNI.

Aktivis kemanusiaan dan HAM, Natalius Pigai
<https://www.netralnews.com/news/tag/natalius%20pigai> meminta TNI mengaku
secara *gentleman, *dan mengklarifikasi berita tersebut.

Jika tidak, menurutnya, bukan tidak mungkin semua kekuatan umat Kristen
mengibarkan Panji Salib dan menekan negara-negara kristen untuk embargo
militer.

"Kita minta TNI harus mengakui secara *gentelment* krn bukan tidak mungkin
akan kerahkan semua kekuatan Umat Kristen kibarkan panji2 Salib & menekan
negara2 Kristen dunia untuk embargo militer. Sy minta TNI ralat. Jika Ngr
sdh ganggu wilayah suci itu bhy," kata Pigai dalam akun Twitter pribadinya.

Sebelum pembunuhan terhadap Pendeta Yeremias Zanambani, aksi kekejaman KKB
di Intan Jaya <https://www.netralnews.com/news/tag/intan%20jaya> pada
minggu ini di mulai pada Senin (14/9/2020).

Saat itu, dua tukang ojek mengalami luka tembak di lokasi yang sama tapi di
waktu yang berdekatan.

Kedua korban bernama Laode Anas (34) yang terkena tembakan di lengan kanan,
dan Fatur Rahman (23) yang mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian
dahi dan hidung, serta perut menderita luka tembak.

Tiga hari berselang, KKB kembali beraksi di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa
dan menyebabkan gugurnya Serka Sahlan dan seorang warga sipil, Bahdawi.

Terakhir, Babinsa Koramil Persiapan Hitadipa, Pratu Dwi Akbar Utomo gugur
setelah mengalami luka tembak.

Kapen Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa, mengatakan  Pendeta Yeremia
Zanambani merupakan masyarakat asli Suku Moni yang juga berperan membuat
terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Moni.

Suriaswata menegaskan, apa yang dilakukan KKB di Intan Jaya
<https://www.netralnews.com/news/tag/intan%20jaya> tidak lain untuk mencari
perhatian dunia internasional menjelang sidang umum PBB pada 22-29
September 2020.

"Seperti yang telah saya sampaikan kemarin, mereka sedang mencari momen
menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini," kata dia.

Ia pun mengecam tindakan KKB yang juga menyebar fitnah melalui media sosial
dengan menuduhkan pembunuhan terhadap Pendeta Yeremias Zarambanin kepada
pihak TNI.

Menurut dia, apa yang dilakukan KKB sudah sangat meresahkan masyarakat.
Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P

Kirim email ke