-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://mediaindonesia.com/read/detail/348209-alat-ews-ugm-diklaim-mampu-deteksi-gempa-tiga-hari-sebelum-terjadi


Minggu 27 September 2020, 10:36 WIB 

Alat EWS UGM Diklaim Mampu Deteksi Gempa Tiga Hari Sebelum Terjadi 

Ardi Teristi Hardi | Nusantara 

  Alat EWS UGM Diklaim Mampu Deteksi Gempa Tiga Hari Sebelum Terjadi DOK UGM 
Alat deteksi dini gempa bumi ciptaan UGM yang bisa mendeteksi gempa, satu 
hingga tiga hari sebelum terjadi. TIM peneliti UGM mengembangkan sistem 
peringatan dini gempa bumi yang mampu mendeteksi dan memberikan peringatan 
gempa. Bahkan, sistem ini bisa memprediksi terjadinya gempa bumi yang akan 
terjadi satu hingga tiga hari sebelumnya, dengan daerah prediksi dari Sabang 
hingga Nusa Tenggara Timur. "Dari early warning system (EWS) gempa algoritma 
yang kami kembangkan bisa tahu 1 sampai 3 hari sebelum gempa. Jika gempa besar 
di atas 6 SR sekitar 2 minggu sebelumnya alat ini sudah mulai memberikan 
peringatan," jelas Ketua tim riset Laboratorium Sistem Sensor dan Telekontrol 
Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM, Prof Sunarno dalam keterangan 
tertulis, Minggu (27/9). Sunarno menjelaskan sistem peringatan dini gempa yang 
dikembangkannya bersama tim bekerja berdasarkan perbedaan konsentrasi gas radon 
dan level air tanah yang merupakan anomali alam sebelum terjadinya gempa bumi. 
Apabila akan terjadi gempa di lempengan, akan muncul fenomena paparan gas radon 
alam dari tanah meningkat secara signifikan. Demikian juga permukaan air tanah 
naik turun secara signifikan. "Dua informasi ini dideteksi oleh alat EWS. Dan 
akan segera mengirim informasi ke handphone saya dan tim. Selama ini informasi 
sudah bisa didapat 2 atau 3 hari sebelum terjadi gempa di antara Aceh hingga 
NTT," ungkapnya. Sistem yang dikembangan terdiri dari alat EWS yang tersusun 
dari sejumlah komponen seperti detektor perubahan level air tanah dan gas 
radon, pengkondisi sinyal, kontroler, penyimpan data, sumber daya listrik. Lalu 
memanfaatkan teknologi internet of thing (IoT) di dalamnya. Dia menyampaikan 
pada 2018, ia dan tim telah melakukan penelitian untuk mengamati konsentrasi 
gas radon dan level air tanah sebelum terjadinya gempa bumi. Pengamatan yang 
telah dilakukan kemudian dikembangkan sehingga dirumuskan dalam suatu algoritma 
prediksi sistem peringatan dini gempa bumi. Sistem ini terbukti telah mampu 
memprediksi terjadinya gempa bumi di Barat Bengkulu M5,2 (28/8/2020), Barat 
Daya Sumur-Banten M5,3 (26/8/2020), Barat Daya Bengkulu M5,1 (29/8/2020), Barat 
Daya Sinabang Aceh M5,0 (1/9/2020), Barat Daya Pacitan M5,1 (10/9/2020), 
Tenggara Naganraya-Aceh M5,4 (14/9/2020), dan lainnya. Sistem peringatan dini 
gempa ini telah digunakan untuk memprediksi gempa. Ada 5 stasiun pantau/EWS 
yang tersebar di DIY yang setiap 5 detik mengirim data ke server melalui IoT. 
"Lima stasiun EWS ini masih di sekitar DIY. Jika seandainya terpasang di antara 
Aceh hingga NTT kita dapat memperkirakan secara lebih baik, yakni dapat 
memprediksi lokasi lebih tepat /fokus," terangnya. Sunarno menyebutkan sistem 
deteksi tersebut dikembangkan sebagai mekanisme membentuk kesiapsiagaan 
masyarakat, aparat, dan akademisi untuk mengurangi risiko bencana. Sebab, 
posisi Indonesia yang berada di 3 lempeng tektonik dunia menjadikannya rentan 
terjadi gempa bumi. Seperti diketahui sepanjang tahun 2019 telah terjadi 11.473 
gempa bumi. Aktivitas gempa bumi signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 
terjadi sebanyak 344 kali. Sedangkan gempa kecil dengan kekuatan kurang dari 
magnitudo 5,0 terjadi sebanyak 11.229. Gempa-gempa tersebut tak hanya 
menyebabkan ratusan korban luka, tetapi juga merusak ribuan bangunan tempat 
tinggal dan fasilitas umum. baca juga: Tim Gabungan Musnahkan Kebun Ganja 7 Ha 
di Aceh Sistem peringatan dini gempa bumi ini akan terus dikembangkan hingga 
mampu memprediksi waktu terjadinya gempa secara tepat, lokasi koordinat 
episentrum gempa hingga magnitudo gempa. Pengembangan sistem peringatan dini 
gempa bumi ini diharapkan dapat membantu aparat dan masyarakat dalam melakukan 
evaluasi penyelamatan penduduk lebih cepat. Selain itu, juga bisa menjadi 
rekomendasi sistem instrumentasi untuk peringatan dini gempa bumi dan 
memberikan pengetahuan bagi masyarakat mengenai prediksi gempa bumi sehingga 
selalu siap dan waspada terhadap bencana gempa bumi. (OL-3)

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/read/detail/348209-alat-ews-ugm-diklaim-mampu-deteksi-gempa-tiga-hari-sebelum-terjadi







Kirim email ke