Mahfud: Pemerintah Tak Larang Nonton Film G30S/PKI, tapi Larang
 Kerumunan Nobar

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 00:39 WIB
20 komentar <https://news.detik.com/berita/d-5193492/mahfud-pemerintah-tak-larang-nonton-film-g30spki-tapi-larang-kerumunan-nobar?single=1#comm1> SHAREURL telah disalin <https://news.detik.com/berita/d-5193492/mahfud-pemerintah-tak-larang-nonton-film-g30spki-tapi-larang-kerumunan-nobar?single=1> Menko Polhukam Mahfud Md (dok Kemenko Polhukam)Foto: Menko Polhukam Mahfud Md (dok Kemenko Polhukam)

*Jakarta*-

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan(Menko Polhukam) Mahfud Md <https://www.detik.com/tag/menko-polhukam-mahfud-md>menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang pemutaran film Penumpasan PenghianatanG30S/PKI <https://www.detik.com/tag/film-g30s/pki>. Mahfud mengatakan, pemerintah hanya melarang kerumunan pada saat nonton bareng (Nobar <https://www.detik.com/tag/nobar>) film tersebut

"Saya sudah mengatakan, pemutaran film itu (G30SPKI) boleh, tidak ada yang melarang. Pemerintah tidak melarang tapi juga tidak mewajibkan. Jadi silakan saja televisi yang merasa ingin menyayangkan dan yang punya kontrak dengan pemegang hak siar silakan, yang mau nonton di YouTube silakan," kata Mahfud melalui rekaman video yang diterima detikcom, Selasa (29/9/2020).

*Baca juga:*Brigade Muslim Minta Warga Makassar Tak Nobar FIlm G30S/PKI Saat Pandemi <https://news.detik.com/berita/d-5192825/brigade-muslim-minta-warga-makassar-tak-nobar-film-g30spki-saat-pandemi>

"Pemerintah hanya akan melarang bilamana ada kerumunan-kerumunan, termasuk misalnya nonton bareng yang melanggar protokol kesehatan," lanjutnya.

Mahfud menuturkan larangan kerumunan bukan hanya berlaku pada saat nobar film G30S/PKI saja. Melainkan juga berlaku untuk semua kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

"Dan itu berlaku bukan hanya untuk penonton G30SPKI, tetapi untuk kegiatan apapun yang melanggar protokol kesehatan itu dilarang," tuturnya.

*Baca juga:*Seberapa Akurat Film G30S/PKI yang Jadi Kontroversi Tiap Tahun? <https://news.detik.com/berita/d-5189078/seberapa-akurat-film-g30spki-yang-jadi-kontroversi-tiap-tahun>

Mahfud kemudian bercerita Yunus Yosfiah saat menjabat sebagai Menteri Penerangan yang pernah menghentikan penayangan film G30S/PKI sebagai sebuah keharusan. Namun dikatakan Mahfud penghentian penayangan pada saat itu bukan berarti tidak memperbolehkan masyarakat untuk menonton film tersebut, melainkan sebagai sebuah pilihan sukarela.

"Pada awal reformasi dulu, menteri penerangan Yunos Yosfiah itu pernah menghentikan penayangan film penghianatan G30SPKI sebagai sebuah keharusan. Jadi Yunus Yosfia pada waktu itu menghentikan keharusannya. Tetapi kalau itu sebagai pilihan sukarela, memang mau ditayangkan atas kesadaran dan kehendak sendiri maka itu dibolehkan," ujarnya.

Sebelumnya, polemik soal film G30S/PKI sempat menjadi perbincangan di dunia perpolitikan Indonesia usai disinggung mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Gatot menyebut diganti sebagai Panglima TNI gegara menginisiasi acara nonton bareng film G30S/PKI.

"Pada saat saya menjadi panglima TNI, saya melihat itu semuanya, maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton film G30S/PKI. Pada saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja Partai PDI, menyampaikan, 'Pak Gatot, hentikan itu, kalau tidak pasti Pak Gatot akan diganti'," kata Gatot saat bicara di channel YouTube Hersubeno Point, dikutip detikcom pada Rabu (23/9).

*Baca juga:*MUI dan Forpimda Kabupaten Blitar Ajak Nobar Film G30S/PKI <https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3661562/mui-dan-forpimda-kabupaten-blitar-ajak-nobar-film-g30spki>

Salah satu stasiun televisi, yaitu SCTV, pun akan menayangkan film G30S/PKI. SCTV memiliki pertimbangan mengapa menayangkan film tersebut, meskipun sempat menjadi perbincangan.

"Kita sebetulnya memang sudah dari tahun lalu kita juga menayangkan. Jadi memang SCTV itu sering sekali atau kita mungkin dikenal sebagai TV yang paling sering menayangkan film-film Indonesia. Jadi misalnya kayak kemarin kita sudah tayangin film 'Dilan', 'Gundala', 'Milea', 'Warkop', hampir semua film Indonesia yang top, box office itu kita. Nah, di luar dari itu, kan kita juga tayang film-film yang lainlah, misal bentuknya FTV, gitu ya," kata Direktur Program SCTV David Suwarto saat berbincang dengan detikcom, Jumat (25/9).

"Nah, jadi film G30S/PKI ini salah satu film yang kita lihat sangat diminati penonton," imbuhnya.

*Baca juga:*TNI Nobar G30S/PKI, Jokowi: Nonton Film Sejarah Itu Penting <https://news.detik.com/berita/d-3648128/tni-nobar-g30spki-jokowi-nonton-film-sejarah-itu-penting>

*(lir/lir)*



   Blak-blakan Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo


 Gubernur Lemhanas: Negara dan PKI Harus Minta Maaf

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 06:08 WIB
6 komentar <https://news.detik.com/berita/d-5193531/gubernur-lemhanas-negara-dan-pki-harus-minta-maaf?tag_from=wp_nhl_11#comm1> SHAREURL telah disalin <https://news.detik.com/berita/d-5193531/gubernur-lemhanas-negara-dan-pki-harus-minta-maaf?tag_from=wp_nhl_11> Agus WidjojoGubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo (Foto: Ari Saputra)

*Jakarta*-

Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo menyatakan, baik negara maupun Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam tindak kekerasan terkait Gerakan 30 September 1965 dan setelahnya sama-sama harus minta maaf. Ia juga menegaskan untuk dapat memahami aksi-aksi kekerasan setelah tragedi itu harus memperhatikan sepak terjang PKI sebelumnya dan peristiwa Madiun 1948.

Beberapa waktu sebelum 30 September, kata Agus, PKI memaksakan serangkaian kebijakan yang tak lazim untuk diterapkan di negara nonkomunis. Contohnya, PKI ngotot ingin mempersenjatai kalangan tani dan buruh. Juga membentuk Angkatan ke-5,/landreform/dengan kekerasan, serta mengadu domba antar ormas yang berafiliasi ke partai Islam maupun nasionalis. Belum lagi aksi-aksi provokatif dan kekerasan terhadap para ulama.

*Baca juga:*Mahfud Md: Pemerintah Tak Larang Warga Tonton Film G30S/PKI, Hukumnya Mubah <https://news.detik.com/berita/d-5190011/mahfud-md-pemerintah-tak-larang-warga-tonton-film-g30spki-hukumnya-mubah>

"Betul negara harus minta maaf, tapi bukan kepada PKI. Negara juga harus meminta maaf kepada saya, karena saya kehilangan ayah. PKI juga harus minta maaf kepada para ulama yang menjadi korban," papar Agus kepada Tim Blak-blakan*detik.com*di kantornya, Selasa sore (29/9/2020).

Untuk diketahui, satu dari tujuh jenderal yang dibunuh PKI dan dibuang ke sumur di Lubang Buaya adalah Brigjen Sutoyo Siswomiharjo. Dia adalah ayah dari Agus Widjojo. Kala itu Agus Widjojo sendiri masih pelajar SMA.

Menurut Agus, negara harus minta maaf karena negaralah yang menjamin untuk mencegah sesuatu terjadi. Negara pula yang seharusnya menjamin keselamatan dan melindungi warganya. Tapi pada 30 September 1965 dan sesudahnya, negara tidak bisa mewujudkan peran tersebut dengan optimal sehingga jatuh banyak korban. "Jadi negara juga harus minta maaf kepada semua korban," ujarnya.

*Baca juga:*Menyoal Akurasi dan Rekayasa Film G 30S <https://news.detik.com/infografis/d-3648870/menyoal-akurasi-dan-rekayasa-film-g-30s>

Dia berkeyakinan rekonsiliasi adalah jalan terbaik untuk mengakhiri dan menyelesaikan persoalan kebangsaan terkait tragedi tersebut. Sayangnya, meski sudah lebih dari 50 tahun para pihak yang terlibat masih lebih suka saling menyalahkan dan tak mau introspeksi. Masing-masing pihak merasa sebagai korban dan pihak lain adalah pelakunya.

Pada bagian lain, mantan Kepala Staf Teritorial TNI dan Wakil Ketua MPR, 2001−2003, itu berbicara soal reformasi TNI-Polri. Ia menilai itikad baik TNI untuk mereformasi diri dengan mundur dari politik praktis agar menjadi militer profesional justru tak mendapat sokongan penuh dari otoritas sipil.

Di sisi lain, Polri hingga saat ini belum rela menyerahkan sebagian kekuasaannya iuntuk kepentingan bangsa yang lebih besar. Kenapa? Simak selengkapnya dalam Blak-blakan Gubernur Lemhanas LetjenTNI (Purn) Agus Widjojo di*detik.com*, Rabu (30/9/2020).

Kirim email ke