Semalam saya merenungkan kembali, Mengapa sampoai sekarang setelah lewat
22 tahun, 1 Oktober dijadikan Hari Kesaktian Pancasila?" Pantaskah???
Jelas, maksudnya hanya menyudutkan PKI yang tetap dituduh "DALANG" G30S
yang membunuh 7 jenderal dan dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional itu!
Dari sudut pandang Sila Ketuhanan dan Kemanusiaan, tindakan kejam
begitu, siapapun pelakunya TIDAK BISA DIBENARKAN dan jelas terkutuk!
Tapi, mereka melupakan dipandang dari sudut HUKUM, tindakan pembunuhan
tanpa proses pengadilan yang sah dan adil itu jelas melanggar HUKUM! Dan
karena jelas pula pelaku-pelakunya adalah sepasukan tentara (dengan
seragam dan persenjataan lengkap) yang tak terbantahkan merupakan aparat
negara, maka seharusnya dinyatakan tegas G30S itu merupakan KEJAHATAN
NEGARA! Dan oleh karenanya, MUTLAK harus diungkap siapa penanggungjawab
utama G30S itu! Ingat, bukan lagi seorang pejabat atau jenderal saja,
tapi siapa yang bisa berperan sebagai pemerintah ketika itu, mungkinkah
PKI menggerakkan tentara ketika itu,... ini pertama.
Kedua, ingat juga, sejak 1 Oktober 1965 itu, hakekat kekuasaan secara
kenyataan sudah diambil oper oleh panglima Kostrad ketika itu, jenderal
Soeharto, yang serta merta menuding PKI dalam dibalik G30S itu! Dan oleh
karenanya jenderal Soeharto, yang berhak dan berkemampuan menggerakkan
tentara dengan sigap dan cekatan menumpas sepasukan G30S itu! Dan
ternyata jenderal Soeharto mempunyai TUJUAN yang lebih tinggi, tidak
bisa berhenti disitu, ... Berlanjut lah dengan pasukan RPKAD melakukan
pengejaran, penangkapan bahkan membunuh tokoh utama PKI, Aidit, Lukman
dan Nyoto juga TANPA PROSES HUKUM! Merasa tidak puas, jenderal Soeharto
lebih lanjut mengemban tugas dari CIA, menumpas komunis di Nusantara!
Tanpa lagi peduli KEKEJAMAN, PELANGGARAN HAM dan PELANGGARAN HUKUM berat
yang dilakukan, dengan pengejaran, penangkapan, pembungan dan pembunuhan
terhadap jutaan warga yang dituduh PKI dan simpatisannya, bahkan juga 15
Menteri Dwikora yang dinyatakan berpihak Soekarno!
Kekejaman Kemanusiaan dilawan dengan kekejaman yang lebih kejam dan
lebih meluas, pelanggaran HUKUM juga dibalas dengan pelanggaran HUKUM
yang lebih heibat lagi, ...! Apakah sikap dan tindakan begitu bisa
dikatakan KESAKTIAN PANCASILA???!!! BUKANKAH jusatru SEBALIKNYA,
tindakan jenderal Soeharto begitu justru mencampakkan dan membelakangi
PANCASILA!!! Bagaimana mungkin seseorang yang mengaku berAgama yang
menjunjung sila KETUHANAN itu bisa melakukan KEKEJAMAN-KEKEJAMAN
kemanusiaan yang begitu kejam, ... Bagaimana pula Indonesia yang sejak
didirikan menyatakan Negara HUKUM, bisa membiarkan terjadi pelanggaran
HUKUM dilakukan justru oleh aparat negara??? Begitukah yang dimaksudkan
Hari Kesaktian Pancfasila dengan membiarkan KEJAHATAN Negara teruuus
berlangsung dan tanpa pedulikan jutaan warga penyintas TAPOL beserta
keluarga lebih 55 tahun ini TETAP saja mengalami penderitaan hidupnya,
.... TANPA DIBUKTIKAN pengadilan apa KESALAHAN dan DOSA yang dilakukan???
Sungguh pengertian PANCASILA patuuuut direnungkan kembalilebih baikoleh
setiap anak-bangsa, agar bangsa Indonesia bisa lebih mantap berjalan dan
berjuang membangun masyarakat adil dan makmut menjadi kenyataan,...
Salam,
ChanCT
Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya
Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 08:05 WIB
2 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-5195162/jokowi-pimpin-upacara-hari-kesaktian-pancasila-di-lubang-buaya?tag_from=wp_nhl_6#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/berita/d-5195162/jokowi-pimpin-upacara-hari-kesaktian-pancasila-di-lubang-buaya?tag_from=wp_nhl_6>
Jokowi pimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila (Foto: tangkapan layar
YouTube Sekretariat Presiden)Foto: Jokowi pimpin upacara Hari Kesaktian
Pancasila (Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
*Jakarta*-
Upacara PeringatanHari Kesaktian Pancasila
<https://www.detik.com/tag/hari-kesaktian-pancasila>digelar di Monumen
Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Presiden Joko Widodo
(Jokowi) menjadi inspektur upacara.
Tak hanya digelar di Monumen Pancasila Sakti, upacara tahun ini juga
digelar secara virtual. Menteri, pimpinan lembaga negara, perwakilan
Indonesia di luar negeri hingga kepala daerah di Indonesia wajib
mengikuti upacara dari kantor masing-masing.
*Baca juga:*1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, Sejarah dan Pesan
Mendikbud Nadiem
<https://news.detik.com/berita/d-5195136/1-oktober-hari-kesaktian-pancasila-sejarah-dan-pesan-mendikbud-nadiem>
Upacara <https://www.detik.com/tag/hari-kesaktian-pancasila>dimulai
sekitar pukul 07.45 WIB, Kamis (1/10/2020) dan disiarkan melalui kanal
YouTube Sekretariat Presiden. Upacara dilakukan dengan mematuhi protokol
kesehatan pencegahan COVID-19. Upacara ini dikomandoi Kolonel Kal Eri
Ahmad Harahap.
Pukul 07.55 WIB, Jokowi telah bersiap di podium untuk menerima laporan
dari Komandan upacara. Jokowi tampak mengenakan setelan jas warna biru
dengan dasi warna merah dan masker hitam. Upacara juga dihadiri Wakil
Presiden Ma'ruf Amin yang tampak mengenakan setelan jas hitam dan masker
hitam.
Upacara diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, peserta
upacara memberikan hormat kepada Jokowi. Komandan upacara melaporkan
kepada Jokowi untuk memulai upacara Hari Kesaktian Pancasila.
*Baca juga:*Begini Pedoman Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Tengah
Pandemi Corona
<https://news.detik.com/berita/d-5193794/begini-pedoman-upacara-hari-kesaktian-pancasila-di-tengah-pandemi-corona>
Berikutnya, acara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk para
pahlawan. Kemudian pembacaan TeksPancasila
<https://www.detik.com/tag/hari-kesaktian-pancasila>oleh Ketua MPR RI
Bambang Soesatyo. Selanjutnya, pembacaan Naskah UUDNRI Tahun 1945 oleh
Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar oleh Ketua DPR RI Puan
Maharani. Kemudian, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI
Muhadjir Effendy membacakan doa.
*Lihat juga video 'Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila':
*
**
*
*
*(mae/isa)*
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, Sejarah dan Pesan Mendikbud Nadiem
Rosmha Widiyani - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 07:31 WIB
1 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-5195136/1-oktober-hari-kesaktian-pancasila-sejarah-dan-pesan-mendikbud-nadiem?tag_from=wp_nhl_12#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/berita/d-5195136/1-oktober-hari-kesaktian-pancasila-sejarah-dan-pesan-mendikbud-nadiem?tag_from=wp_nhl_12>
Monumen Pancasila SaktiFoto: Ruly Kurniawan/1 Oktober Hari Kesaktian
Pancasila, Sejarah dan Pesan Mendikbud Nadiem
*Jakarta*-
Hari ini, Kamis (1/10/2020), diperingati sebagaiHari Kesaktian Pancasila
<https://www.detik.com/tag/hari-kesaktian-pancasila/>setelah sehari
sebelumnya mengenang para korban G30S/PKI. Peringatan 1 Oktober Hari
Kesaktian Pancasila, memang tak lepas dari Gerakan 30 September 1965
oleh PKI yang menyebabkan 7 perwira tinggi dan 1 perwira menengah TNI AD
gugur.
Dikutip dari situs Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ahli
sejarah Asvi Warman Adam menjelaskan sejarah lahirnyaHari Kesaktian
Pancasila <https://www.detik.com/tag/hari-kesaktian-pancasila/>. Sejak
saat itu, peringatan 1 Oktober Hari Peringatan Pancasila dilakukan
seluruh masyarakat dengan upacara dan pengibaran bendera Merah Putih
Hari Kesaktian Pancasila diatur dalam Surat Keputusan Menteri/Panglima
Angkatan Darat tertanggal 17 September 1966 (Kep 977/9/1966). Dalam
surat tersebut, peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila harus
dilakukan TNI Angkatan Darat. Selanjutnya ada usul dari Menteri/Angkatan
Kepolisian terkait peringatan Kesaktian Pancasila.
Dengan usul tersebut, akhirnya keluar Keputusan Menteri Utama Bidang
Pertahanan dan Keamanan Jenderal Soeharto (Kep/B/134/1966). Surat
tertanggal 29 September 1966 memerintahkan, peringatan 1 OktoberHari
Kesaktian Pancasila
<https://www.detik.com/tag/hari-kesaktian-pancasila/>dilakukan seluruh
slagorde (jajaran) angkatan bersenjata dengan mengikutkan masyarakat.
Berbekal surat tersebut, upacara 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila
dilakukan seluruh komponen masyarakat tanpa kecuali selama Orde Baru.
Selanjutnya, peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila terus
dilakukan hingga saat ini. Untuk peringatan Hari Kesaktian Pancasila
2020, upacara dilakukan virtual untuk menekan risiko penularan COVID-19.
*Baca juga:*1 Oktober dan Sejarah Hari Kesaktian Pancasila
<https://news.detik.com/berita/d-4727247/1-oktober-dan-sejarah-hari-kesaktian-pancasila>
Melalui channel YouTube KEMENDIKBUD RI, Mendikbud Nadiem Makarim
menjelaskan makna peringatan 1 OktoberHari Kesaktian Pancasila
<https://www.detik.com/tag/hari-kesaktian-pancasila/>. Menurut Nadiem,
momen ini memberi kesempatan refleksi dan mengenal kembali Pancasila
sebagai falsafah serta ideologi bangsa. Termasuk arti Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari.
"Kita mengenal Pancasila sebagai akar yang menyambung masa lalu dan masa
depan kita bersama, tapi apa arti Pancasila bagi kita dalam kehidupan
sehari-hari, apa makna dari sila-sila Pancasila bagi seorang pemimpin,
seorang pekerja, seorang guru, seorang ibu dan seorang anak?" kata Nadiem.
*Baca juga:*Peristiwa G30S/PKI, Profil Pahlawan Revolusi yang Diculik
dan Dibunuh
<https://news.detik.com/berita/d-5194201/peristiwa-g30spki-profil-pahlawan-revolusi-yang-diculik-dan-dibunuh>
Menurut Nadiem, pelaksanaan seluruh sila dalam Pancasila terlihat jelas
selama pandemi dan penanganan efek COVID-19. Lewat momen peringatan 1
OktoberHari Kesaktian Pancasila
<https://www.detik.com/tag/hari-kesaktian-pancasila/>, bisa dilihat
sangat banyak pahlawan Pancasila yang menjalankan aksi kemanusiaan dan
berusaha lebih peka dengan lingkungan sekitar.
"Kalau melihat dengan seksama, kita bisa menyadari Kesaktian Pancasila
terus sejarah daging di generasi kita. Di masa krisis seperti ini
lilin-lilin Pancasila menerangi kegelapan di mana-mana," kata Nadiem.
Aksi kemanusiaan ini seperti lilin Pancasila yang berusaha dinyalakan
tiap orang sesuai kapasitasnya masing-masing. Pandemi COVID-19 menantang
negara dan menguji ketangguhan bangsa Indonesia untuk melewatinya.
Nadiem berharap, momen 1 OktoberHari Kesaktian Pancasila
<https://www.detik.com/tag/hari-kesaktian-pancasila/>menjadi pengingat
bagi tiap orang. Pancasila sebagai pusaka Indonesia harus menyala dalam
hati dan tiap perbuatan baik untuk sesama.
*(row/erd)*