Peringati Hari Pahlawan, Xi Jinping Serahkan Karangan Bunga di
 Lapangan Tiananmen

http://indonesian.cri.cn/20200930/a76cebf7-3aef-aead-b037-4d8cc152127d.html
2020-09-30 11:58:05

Bertepatan Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 30 September, Tiongkok menggelar peletakan karangan bunga bagi para pahlawan rakyat di Lapangan Tiananmen. Tampak hadir dalam upacara peletakan karangan bunga, antara lain, Presiden Xi Jinping dan sejumlah pemimpin lainnya.

Sebagai informasi, pada Agustus 2014, Tiongkok menetapkan tanggal 30 September sebagai Hari Pahlawan sebagai wujud peringatan dan pemberian kehormatan kepada para pahlawan yang gugur, agar semangat kepahlawanan untuk selama-lamanya lekat di benak masyarakat. Pada April 2018, UU Perlindungan Pahlawan dan Martir RRT resmi diterima baik. Undang-undang itu menetapkan tanggal 30 September sebagai Hari Pahlawan, di mana pemerintah pusat wajib menggelar upacara peringatan pahlawan di depan Tugu Peringatan Pahlawan Rakyat di Lapangan Tiananmen.


 Undangan Khusus Presiden Xi Jinping

http://indonesian.cri.cn/20200930/835eef7e-7559-c392-81aa-b4afc53060ff.html
2020-09-30 17:28:43

Mereka rakyat jelata yang bekerja di pos tugas masing-masing. Di luar dugaan mereka menerima undangan personel dari Presiden Xi Jinping untuk menghadiri acara perayaan Hari Nasional. Kisah-kisah seru seperti apa di balik surat-surat undangan tersebut? Berikut mari kita kenali tamu-tamu yang diundang kepala negara secara lebih dekat.

Pada 30 September 2019 pukul 16:45, para pemain tim bola voli putri nasional Tiongkok diundang ke Balai Agung Rakyat di Beijing. Mereka diterima oleh Presiden Xi Jinping, yang berjabatan tangan dengan mereka satu per satu.

Undangan Khusus Presiden Xi Jinping_fororder_1125061499_15698489740721n

Sehari sebelumnya, Kejuaraan Dunia Bola Voli Putri ke-13 ditutup di Osaka, Jepang. Tim bola voli putri nasional Tiongkok keluar sebagai juara dengan 11 kemenangan berturut-turut. Ini adalah ke-10 kalinya tim bola voli putri nasional Tiongkok meraih gelar juara dunia. Medali emas yang diraihnya dipuji sebagai hadiah bagi perayaan Hari Nasional ke-70. Atas undangan khusus Presiden Xi Jinping, para pemain beserta pelatih tim bola voli putri nasional Tiongkok berkunjung ke Beijing untuk mengikuti kegiatan perayaan HUT ke-70 RRT.

Dalam pertemuan itu, Xi Jinping mengenang kembali momen-momen cemerlang tim bola voli putri Tiongkok. Mengapa mereka mendapat pujian luas dari masyarakat Tiongkok? Tidak hanya karena mereka telah tampil sebagai juara, lebih-lebih telah menyemarakkan semangat yang mencintai tanah air dan semangat berjuang.

Semangat tim bola voli putri nasional Tiongkok merupakan ingatan manis bagi warga Tiongkok dalam waktu panjang. Dalam pertemuannya dengan para atlet kontingen Tiongkok ke Olimpiade ke-31 pada 2016, Xi Jinping khusus menyinggung semangat tim bola voli putri nasional Tiongkok. Ia berpesan agar semangat itu dipertahankan untuk mewujudkan impian kejayaan bangsa Tionghoa.

Pada 30 September 2018, kapten penerbang I Liu Chuanjian dan rekan-rekannya dari Maskapai Penerbangan Sichuan diundang Presiden Xi ke Balai Agung Rakyat untuk menghadiri resepsi perayaan Hari Nasional. Xi Jinping memuji mereka telah melakukan jasa yang luar biasa demi menyelamatkan jiwa 119 penumpang dengan mendaratkan pesawat secara aman yang mengalami pecahan kaca depan saat melakukan dinas penerbangan dari Chongqing ke Lhasa. Xi Jinping memuji mereka telah menciptakan keajaiban dengan mengatasi kesulitan luar biasa dan memperlihatkan sifat kepahlawanan dengan tindakan heroiknya.

Undangan Khusus Presiden Xi Jinping_fororder_1123511393_15383192735741n

Menjelang Hari Nasional 2015, para wakil dari 13 daerah, antara lain Mongolia Dalam, Guangxi, Tibet, Ningxia dan Xinjiang  diundang oleh Xi Jinping untuk menghadiri resepsi perayaan Hari Nasional di Beijikng.

Pada 30 September 2015, Xi Jinping menerima kunjungan mereka di Balai Agung Rakyat. Xi Jinping menyatakan, di Tiongkok terdapat 56 etnis yang semuanya adalah anggota sama derajat di keluarga besar bangsa Tionghoa. Mereka merupakan komunitas senasib sepenanggungan yang saling terikat dan terkoneksi. Mewujudkan kejayaan bangsa Tionghoa merupakan impian Tiongkok, sekaligus impian bagi semua etnis yang bergabung dalam bangsa Tionghoa.

Xi Jinping berkali-kali menyatakan harus menyayangi persatuan antar etnis seperti menyayangi mata diri sendiri. Republik Rakyat Tiongkok merupakan keluarga besar yang multi etnis. Hubungan rukun antar etnis merupakan harapan terbesar bagi dirinya. Kita sama-sama adalah anggota keluarga besar bangsa Tionghoa. Dalam proses pengentasan kemiskinan, perwujudan masyarakat sejahtera dan modernisasi, etnis mana pun tidak akan ketinggalan.


 Pahlawan-Pahlawan RRT Yang Dipuji Presiden Xi

http://indonesian.cri.cn/20200930/3f555712-3222-98d2-ab68-9630de386b60.html
2020-09-30 18:03:19

Pahlawan adalah simbol yang paling gemilang bagi sebuah bangsa. Mengenang kembali proses pembangunan RRT selama 71 tahun, banyak pahlawan memberikan kontribusi brilian demi kemakmuran negara dan kebangkitan bangsa. Sejak dibukanya Kongres Nasional Ke-18 Partai Komunis Tiongkok, Presiden Xi berkali-kali menghargai pahlawan, menghimbau seluruh masyarakat mengingat pahlawan yang mengorbankan diri demi bangsa Tionghoa dan rakyat Tiongkok, menghormati pahlawan, membela pahlawan, membelajari pahlawan dan mencintai pahlawan. Kami bersalut kepada pahlawan RRT yang melakukan hal luar biasa dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Pahlawan-Pahlawan RRT Yang Dipuji Presiden Xi_fororder_1126467770_15995742700601n

Pandemi Covid-19 yang tiba-tiba merebak pada tahun 2020 memungkinkan Zhong Nanshan kembali muncul di publik. 17 tahun sudah lewat, namun orang lansia ini tetap seperti di masa penanggulangan SARS pada tahun 2003, berjuang di garda depan penanggulangan wabah. Di depan rapat penghargaan kepada para tenaga penanggulangan wabah yang digelar pada 8 September yang lalu, Xi Jinping menganugerahkan gelar tertinggi nasional yaitu “Bintang Republik” kepada Zhong Nanshan, untuk menghargai kontribusi mahabesar yang dilakukannya dalam pencegahan dan pengontrolan wabah SARS dan wabah Covid-19. Menghadapi kehormatan ini, Zhong Nanshan mengatakan:

“Kehormatan ini merupakan pengakuan terhadap seluruh tenaga medis, karena mereka berjasa lebih banyak daripada saya. Saya merasa seharusnya memikul lebih banyak tanggung jawab, dan sungguh-sungguh berupaya demi penanggulangan wabah negara kita. ”

Sejak dimulainya perang perlawanan wabah Covid-19 pada awal tahun ini, jutaan tenaga medis di seluruh Tiongkok dikerahkan ke garda depan, rela mengorbankan diri demi menyelamatkan nyawa rakyat, dengan aksi sesungguhnya menafsirkan semangat sayang dan peduli dari para tenaga medis. Mereka dipuji Presiden Xi sebagai sosok tercinta pada era baru ini.

Pahlawan-Pahlawan RRT Yang Dipuji Presiden Xi_fororder_1126467770_15995728030321n

Di antara para tenaga medis itu, hampir separuh orang adalah generasi milenial bahkan generasi yang dilahirkan pada abad yang baru. Dalam pandangan orang tua, mereka masih anak-anak yang belum dewasa. Tapi hampir satu hari saja, mereka telah beranjak dewasa, dan berkembang menjadi tulang punggung RRT pada era baru.

Xi Jinping mengatakan: di dunia ini tidak ada pahlawan yang turun dari langit, hanya ada orang biasa yang berani maju ke depan. Generasi muda tidak takut kesulitan dan bahaya, mereka berani bertugas berat dan mengemban harapan bangsa Tionghoa. Marilah kita memberikan pujian kepada mereka.

Pahlawan-Pahlawan RRT Yang Dipuji Presiden Xi_fororder_1126391294_15978937319911n

Sejak bulan Juni tahun ini, di berbagai tempat Tiongkok terjadi hujan lebat, bencana banjir terjadi di 800 sungai di 26 propinsi. Bencana ini adalah bencana paling serius sejak tahun 1998. Rakyat dan tentara berturut-turut dikerahkan ke front penanggulangan bencana. Tanggal 19 Agustus, Presiden Xi khusus menuju ke Tanggul Chaohu, di Hefei, Propinsi Anhui, menginspeksi situasi bencana banjir dan menengok para petugas yang berjuang di front penanggulangan bencana.

Kata Presiden Xi, saya ingin menyampaikan salam tulus kepada kawan-kawan yang berjuang di garda depan penanggulangan bencana. Seluruh masyarakat, tentara dan polisi bersenjata maju terus pantang mundur, dan dengan usaha dirinya mencerminkan semangat pahlawan, dan rasa cinta bangsa Tionghoa yang saling membantu.


 Xi Jinping: *Bagaimana RRT Maju Terus Pantang Mundur*

2020-09-30 18:05:12 http://indonesian.cri.cn/20200930/a81fef40-7b9a-6b4f-4d89-2c952ac4fd4e.html

Pada tanggal 1 Oktober tahun 2014, RRT merayakan HUT Ke-65. Di depan resepsi Hari Nasional tahun itu, Presiden Tiongkok menyampaikan pidato penting. Media luar memperhatikan, ini merupakan pertama kalinya pemimpin tertinggi Tiongkok dan PKT menyampaikan pidato di depan resepsi Hari Nasional sejak memasuki abad ke-21.

Dalam pidato tersebut, Xi Jinping mengajukan pedoman “Delapan Mempertahankan”. Menjelang 6 tahun genap pidato itu, kami mengenangkan kembali dan mengenal jalur perkembangan Tiongkok.

“Berdirinya RRT, tidak hanya adalah peristiwa agung dalam sejarah perkembangan Tionghoa, tapi juga adalah peristiwa agung dalam perkembangan sejarah manusia. Hari ini, kami dengan bangga menyatakan, Tiongkok yang penuh dengan vitalitas, penuh dengan harapan telah berdiri di bagian timur dunia.”

Mengenangkan prestasi bersejarah yang dicapai mulai dari berdirinya RRT, Xi Jinping menyatakan, kapal RRT sedang maju terus pantang mundur, kami lebih mendekat dengan misi mewujudkan kebangkitan kembali Bangsa Tionghoa dibandingkan masa manapun. Dia mengajukan, perkembangan Tiongkok pada masa depan seharusnya mempertahankan bersama rakyat, melayani rakyat dan mengandalkan rakyat mengembangkan usaha. Konsep pemerintahan “rakyat diprioritaskan” sangat menonjol.

Xi Jinping: Bagaimana RRT Maju Terus Pantang Mundur_fororder_180373316289159518360e

Masalah rakyat tidak hanya memperlihatkan sifat partai politik, tapi juga memperlihatkan pengejaran terhadap nilai pada saat kunci. Dalam proses penanggulangan pandemi Covid-19, dari orang lanjut usia yang berumur 108 tahun sampai bayi yang baru berusia 30 jam, Tiongkok selalu mengumpulkan dokter, perlengkapan, serta sumber daya yang paling unggul dan paling maju untuk mengobati mereka, sementara itu ongkos pengobatan semuanya ditanggung oleh negara. Jawaban penanggulangan wabah Tiongkok ini dengan penuh memperlihatkan pengejaran nilai anggota PKT yang memprioritaskan rakyat.

Di depan resepsi tahu 2014, Xi Jinping menunjukkan, berorientasi masa depan, Tiongkok harus mempertahankan jalan sendiri. “Jalan kami sendiri, adalah jalan sosialisme yang berciri khas Tiongkok”.

Xi Jinping: Bagaimana RRT Maju Terus Pantang Mundur_fororder_1803733162891595189d11

Berorientasi pada masa depan, Tiongkok seharusnya mempertahankan tugas utama yaitu berkembang. Dalam resepsi tersebut, Xi Jinping menekankan, “hanya dengan mewujudkan perkembangan barulah dapat kita mandiri, dan hanya perkembangan secara ilmiah yang dapat menjamin perkembangan berkelanjutan”. Untuk mengatasi masalah dan tantangan yang dihadapi Tiongkok dalam proses pembangunan, “selain memperdalam reformasi, tiada cara lain”.

Menjelang HUT Ke-70 berdirinya RRT, mengenangkan sejarah Tiongkok, rakyat Tiongkok selalu maju terus pantang mundur, dan telah mengatasi banyak kesulitan. Dalam proses ini, kami juga memahami dengan mendalam, yaitu dunia berkembang baik, Tiongkok baru bisa baik; Tiongkok berkembang baik, dunia baru lebih baik. Seperti apa yang disampaikan Presiden Xi dalam ucapan selamat tahun baru ini, “Dalam sejarah perkembangan, tidak hanya terdapat masa tenang, tapi juga ada masa berombak. Kami tidak takut angin dan hujan, tidak takut kesulitan dan hambatan apa pun. Tiongkok berketetapan hati untuk senantiasa berpegang teguh pada jalan perkembangan yang damai, berketetapan untuk memelihara perdamaian dunia dan mendorong pembangunan bersama. Kami bersedia bersama rakyat seluruh dunia bergandengan tangan, dengan aktif membangun Sabuk dan Jalan, mendorong pembentukan masyarakat senasib sepenanggungan, berupaya keras demi menciptakan masa depan manusia yang bahagia.”


 Presiden Xi Jinping Paparkan Seperti Apa Impian Tiongkok

http://indonesian.cri.cn/20200930/e10358fb-60c1-242e-12c7-2462ab9fac25.html
2020-09-30 18:20:11

Setelah Kongres Nasional ke-18 PKT, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengajukan ide baru “Impian Tiongkok”, yang mengajukan arah baru untuk Tiongkok. Impian Tiongkok adalah impian yang sederhana, dia menanam di dalam pemikiran rakyat terhadap kehidupan sejahtera, impian Tiongkok adalah impian yang perlu diperjuangkan melali kerja keras, impian Tiongkok adalah impian yang menyejahterakan dunia. Berikut mari kita simak bersama pemaparan Presiden Tiongkok tentang impian Tiongkok.

Pada 1960-an, Xi Jinping pergi ke desa Liang Jiahe dari Beijing dan menjadi petani di sana selama 7 tahun.

“Waktu itu, saya dan penduduk desa tinggal di rumah gua, tidur di ranjang tanah liat, kehidupan penduduk desa sangat miskin. Setelah itu, saya menjadi kepala desa itu, dan memimpin penduduk desa mengembangkan pertanian. Yang saya paling mengharapkan adalah penduduk desa bisa makan daging sepuasnya, dan bisa sering makan daging.”

Xi Jinping pernah mengatakan bahwa pelajaran pertamanya adalah di desa Liang Jiahe. 7 tahun yang tinggal bersama dengan penduduk di desa, membangun keyakinan yang teguh mengambil jalan politik, yaitu bekerja untuk rakyat. Xi Jinping tidak pernah melupakan harapan dia yang sederhana itu, meskipun dia sudah menjadi presiden.

图片默认标题_fororder_CqgNOlp7voWAGS04AAAAAAAAAAA467.900x655

Tanggal 29 November tahun 2012, Xi Jinping terpilih sebagai Presiden Tiongkok, dia berkunjung ke Museum Nasional, mengunjungi pameran “Jalan Kebangkitan”, dan pertama kali mengajukan ide baru “Impian Tiongkok”.

Xi Jinping mengatakan bahwa saya berpendapat mewujudkan kebangkitan bangsa Tionghoa adalah impian paling besar. Impian ini mengumpulkan harapan beberapa generasi rakyat Tiongkok, mewujudkan kepentingan bersama bangsa Tionghoa dan rakyat Tiongkok, adalah harapan bersama semua rakyat Tiongkok.

Impian Tiongkok mencerminkan pikiran Xi Jinping paling mendalam mengenai masa depan negara Tiongkok, yaitu kemakmuran negara, kebangkitan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Tanggal 17 Maret tahun 2013, Xi Jinping dalam pidatonya pertama kali menjelaskan impian Tiongkok secara sistematis, mewujudkan impian Tiongkok harus menempuh jalur Tiongkok, mewujudkan impian Tiongkok harus mengembangkan semangat Tiongkok, mewujudkan impian Tiongkok harus menyatukan kekuatan Tiongkok.

Praktek lebih penting daripada bicara saja. Terwujudnya Impian Tiongkok dibutuhkan perjuangan setiap warga Tiongkok. Pada Juli 2016, Presiden Tiongkok Xi Jinping sempat mengunjungi pangkalan industri kimia energi Ningdong yang terletak di pinggir kota Yinchuan, Daerah Otonom Ningxia. Di sana tengah dibangun proyek pengolahan batu bara dan minyak terbesar di seluruh dunia. Dalam sambutannya, Xi Jinping menyampaikan perkembangan sosialisme tak terlepas dengan perjuangan. Dia mengatakan, bangsa Tionghoa sudah menyimpan cukup banyak tenaga untuk membangkitkan negara dan mewujudkan impiannya. Ini merupakan misi seluruh warga Tiongkok.

图片默认标题_fororder_timg (45)

Impian Tiongkok tidak dimiliki Tiongkok sendiri, tetapi juga berarti penting bagi dunia. Pada Maret 2013, dalam kunjungan kenegaraan perdana Xi Jinping yang baru dilantik sebagai presiden Tiongkok, Xi Jinping pertama kali menghubungkan Impian Tiongkok dengan dunia dalam pidatonya di Institut Hubungan Internasional Moskow.

Setelah itu, Xi Jinping terus-menerus menjelaskan isi Impian Tiongkok kepada masyarakat berbagai negara, dan juga mengaitkan Impian Tiongkok dengan impian masing-masing negara. Impian Tiongkok tidak hanya bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat Tiongkok, tetapi juga bermanfaat bagi seluruh dunia. Pada September 2015, Presiden Xi Jinping dalam Pertemuan Meja Bundar Kerjasama Selatan-Selatan di Mabes PBB memaparkan Impian Tiongkok kepada dunia, bahwa Tiongkok akan selalu menggabungkan pembangunan diri sendiri dengan perkembangan negara berkembang.

图片默认标题_fororder_timg (44)

“Kami akan selalu menghubung erat perkembangan sendiri dengan perkembangan negara-negara berkembang, menghubung erat impian Tiongkok dengan impian rakyat negara-negara berkembang untuk menempuh kehidupan sejahtera, dan selalu maju bersama dengan negara-negara berkembang. Ini tidak akan berubah untuk selama-lamanya.

Kirim email ke