Liburan Panjang Hari Nasional Dorong Pariwisata Dalam Negeri

http://indonesian.cri.cn/20200930/a8604352-1723-a3ae-376a-eac6ab58928b.html
2020-09-30 15:14:50

Liburan Panjang Hari Nasional Dorong Pariwisata Dalam Negeri_fororder_%5c%5c172.100.100.3%5ctemp%5c9500049%5c1%5c9500049_1_1_31e2c686-422b-4414-b9c1-e8190455ffc8

Tanggal 1 Oktober adalah Hari Nasional Tiongkok, juga adalah Festival Bulan Purnama atau Tiongciu, rakyat Tiongkok akan diliburkan sepanjang 8 hari. Hasrat bertamasya masyarakat pun ikut melambung. Pemandangan alam, tempat peninggalan, warisan dunia, kebun binatang dan taman tematik menjadi lima tujuan wisata yang paling populer. Pasar konsumsi pariwisata Tiongkok menunjukkan tren pemulihan, bertamasya ke pinggir kota, bertamasya dengan menyetir mobil, bertamasya dengan tema langganan pun menjadi pilihan utama.

Liburan Panjang Hari Nasional Dorong Pariwisata Dalam Negeri_fororder_%5c%5c172.100.100.3%5ctemp%5c9500049%5c1%5c9500049_1_1_167f6c8a-c8c8-4a3d-adbf-a856f679cf17

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tiongkok  menunjukkan, tempat-tempat di dalam negeri Tiongkok semuanya adalah tempat yang rendah risiko wabah dan cocok untuk diadakan pariwisata secara normal.

Karcis tempat wisata tertentu sudah terjual habis selama liburan hari nasional. Informasi terbuka menunjukkan, karcis museum Kota Terlarang antara tanggal 29 September-7 Oktober telah terjual habis. Museum Nasional Tiongkok telah dipesan penuh antara antara 1-4 Oktober. Menurut situs web Akademi Dunhuang, karcis tipe A Dunhuang telah terjual habis antara 1-8 Oktober.

Liburan Panjang Hari Nasional Dorong Pariwisata Dalam Negeri_fororder_%5c%5c172.100.100.3%5ctemp%5c9500049%5c1%5c9500049_1_1_755cce8c-802b-4bd9-a9d5-2941c4ca0aea

Menurut situs web pariwisata Qunar, pemandangan alam, tempat peninggalan, tempat warisan, kebun binatang dan taman tematik menjadi lima tempat tujuan yang paling populer.

Para ahli berpendapat, selain beberapa tempat wisata yang populer dan kota, perjalanan dekat, tur dengan rombongan kecil dan bertamasya dengan menyetir mobil akan menjadi pilihan utama dalam liburan panjang hari nasional.

Liburan Panjang Hari Nasional Dorong Pariwisata Dalam Negeri_fororder_%5c%5c172.100.100.3%5ctemp%5c9500049%5c1%5c9500049_1_6012_e90a289e-b1d5-41de-acd0-0c843a697e71

Beijing dan Shanghai juga akan menggelar aneka kegiatan budaya. Wakil Kepala Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing Cao Pengcheng menyatakan, pasar pariwisata Hari Nasional dan Festival Tiongciu Beijing mengalami pemulihan kuat, dengan jumlah wisatawan diperkirakan akan mencapai 90% dibandingkan masa sama tahun lalu. Dikabarkan, Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing akan mengadakan sejumlah 1000 lebih kegiatan kebudayaan, dengan cara online dan offline terus memperkaya pasar kebudayaan dan pariwisata. Berkisar pada tema Tiongciu, Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing pertama kali mempromosikan “10 Tempat Wisata dan Sepuluh Rute yang Paling Cocok untuk Menikmati Bulan Purnama”, memadukan faktor kebudayaan tradisional Tionghoa dengan pariwisata liburan.

Liburan Panjang Hari Nasional Dorong Pariwisata Dalam Negeri_fororder_%5c%5c172.100.100.3%5ctemp%5c9500049%5c1%5c9500049_1_6016_3015c0c7-349f-4d55-9900-619a2eddbdf2

Sebagai grup teater yang berskala paling besar dan paling banyak, Dunia Pertunjukan Shanghai akan mementaskan rangkaian pertunjukan dan atraksi dengan berbasis di Lapangan Rakyat. Tahun ini Dunia Pertunjukan Shanghai mengadakan berbagai macam pertunjukan seperti opera musik, acara berjalan-jalan di Shanghaitan pada malam hari, konser musik jazz, pertunjukan opera nasional dan lain sebagainya. Terhitung sampai 8 Oktober, Dunia Pertunjukan Shanghai akan menggelar sejumlah 216 pertunjukan untuk memeriahkan suasana perayaan Hari Nasional dan hari raya Tiongciu.



 Desa Cuogao Cari Keseimbangan antara Perkembangan dan Pelestarian
 Lingkungan

http://indonesian.cri.cn/20200930/e26480f8-9dd5-70e6-ddc3-c8f03d55ad8b.html
2020-09-30 15:40:07

Desa Cuogao Cari Keseimbangan antara Perkembangan dan Pelestarian Lingkungan_fororder_%5c%5c172.100.100.3%5ctemp%5c9500049%5c1%5c9500049_1_1_8651960b-8048-4636-8316-ae26bc775533

Bulan September, Desa Cuogao, Kabupaten Gongbujiangda, kota Linzhi, Tibet terbenam di sela-sela bukit. Awan dan kabut berputar-putar, di kaki Gunung Salju Jieqingnalagabu dan di samping Danau Basom yang jernih, angin berpuput sepoi-sepoi membelai gandum yang kekuningan, penduduk desa Cuogao sedang sibuk memanen di ladang. Labadunzhu sedang bergegas ke kandang babi untuk melihat apakah babi piaraannya sudah pulang kandang belum.

Babi Zangxiang adalah produk lokal di kawasan Linzhi, oleh karena dipelihara di hutan, babi Zangxiang makan tumbuhan liar, jadi dagingnya enak, sangat populer di pasar. Tahun-tahun belakangan ini, pemerintah setempat mendukung proyek pengentasan kemiskinan, peternakan babi Zangxiang adalah salah satu proyek penting.

Desa Cuogao Cari Keseimbangan antara Perkembangan dan Pelestarian Lingkungan_fororder_%5c%5c172.100.100.3%5ctemp%5c9500049%5c1%5c9500049_1_1_43cbd269-d70c-4782-9528-4bac419b4298

Pada akhir tahun 2017, Labadunzhu yang berumur 23 tahun pulang ke kampung setelah mengakhiri masa dinas di tentara dan mulai merintis usaha peternakan babi Zangxiang.

Labadunzhu mengatakan bahwa uang dari penjualan 10 ekor sapi  semuanya digunakan untuk membeli babi Zangxiang, dia total membeli 20 ekor babi Zangxiang, ada yang bayi babi, ada juga babi betina.

Desa Cuogao mendirikan Koperasi Peternakan Babi Zangxiang pada tahun 2018. Kepala Desa Cuogao, Danzengdunzhu mengatakan koperasi tidak hanya membantu peternakan, tetapi juga mencari jalur penjualan untuk para petani. Untuk menyelesaikan masalah keluarga miskin susah memelihara babi, koperasi menerapkan modal “babi betina menjadi saham”, koperasi membantu petani beternak. Desa Cuogao membantu mencari jalur penjualan, dan setiap tahun satu keluarga mendapat pendapatan dividen 5000-6000 yuan RMB.

Labadunzhu dan kakaknya mengontrak peternakan babi dari koperasi desa, sekarang mereka memelihara 115 ekor babi Zangxiang.

Labudunzhu mengatakan bahwa peternakan babi setiap tahun bisa menerima pendapatan 50.000-60.000 yuan RMB.

Desa Cuogao Cari Keseimbangan antara Perkembangan dan Pelestarian Lingkungan_fororder_%5c%5c172.100.100.3%5ctemp%5c9500049%5c1%5c9500049_1_1_5a5ba347-05d0-4f2a-bb21-fff6f1b1515f

Desa Cuogao adalah satu-satunya desa yang memelihara kompleks bangunan tradisional secara utuh, dengan gaya bangunan, adat-istiadat, kebudayaan dan keagamaan etnis Tibet terpelihara sebagaimana aslinya, pada tahun 2014 desa ini termasuk  Daftar Desa Tradisional Terkenal Tiongkok gelombang ke-6. Perumahan kuno di desa ini mempunyai sejarah selama seratus tahun lebih. Perumahan kuno bertingkat dua yang mirip dengan rumah panggung, dengan lantai dasar sebagai kandang ternak dan lantai kedua sebagai tempat tidur. Labadunzhu mengatakan, perumahan yang kuno ini tidak sesuai dengan kebutuhan penginapan saat ini, manusia sudah tidak betah tinggal dan hidup bersama ternak, apa lagi rumah-rumah itu sudah kumuh dan tidak tahan angin dan hujan .

Pada tahun 2018, Kabupaten Gongbujiangda mengalokasi 92 juta Yuan untuk melakukan program transmigrasi di desa Cuogao, sementara memelihara desa yang kuno ini, lingkungan hidup penduduknya juga diperbaiki dengan nyata. Sejak Tahun Baru Tibet yang lalu, para petani berturut-turut berpindah ke rumah baru di sebelah desa kuno, dengan standar satu orang satu kamar, setiap keluarga mempunyai gedung yang dilengkapi taman dan halaman. Jalan yang dulu kotor dan banyak lubang menjadi jalan lebar, rata dan bersih, di pusat desa masih dibangun lapangan bola basket. Wakil kepala tim kerja untuk Desa Cuogao, Dinglangzengjie mengatakan, harus mengupayakan keseimbangan antara  kehidupan tradisional dan modern serta antara pemeliharaan dan perkembangan. Ide kami adalah memelihara yang telah ada, mengeksploitasi secara rasional, merenovasi barang tua tetap seperti yang tua, di dalamnya ada perlengkapan yang modern, bar kopi yang sederhana, hotel pedesaan yang nikmat, dengan barang-barang pada jaman lampau tetap terpelihara di sela-sela fasilitas yang modern, kedua-duanya saling berintegrasi dengan cocok dan seimbang.

Desa Cuogao Cari Keseimbangan antara Perkembangan dan Pelestarian Lingkungan_fororder_%5c%5c172.100.100.3%5ctemp%5c9500049%5c1%5c9500049_1_1_d837d3ef-049e-48e6-bef8-9796e632b2cc

Desa kuno juga menarik banyak wisatawan, mereka mondar-mandir di desa sembari menyaksikan tarian Gengwu, tarian tradisional lokal. Ini adalah tari tradisional di daerah Gongbujiangda, pada tahun 2010 tari ini termasuk dalam proyek suaka warisan kebudayaan tak benda Daerah Otonom Tibet. Menggunakan sumber di desa-desa sekitarnya, Cuogao membentuk rombongan tari sebanyak 100 orang. Para petani diberikan insentif untuk membuka layanan Inap Desa atau homestay, dengan demikian, pendapatan mereka pun ditingkatkan melalui pariwisata.

Kirim email ke