China janji ekspor vaksin COVID-19 dengan harga wajar
Kamis, 1 Oktober 2020 07:21 WIB
China janji ekspor vaksin COVID-19 dengan harga wajar
Penjaga stan pameran Ciftis di Beijing, Jumat (4/9), menunjukkan dua
kandidat vaksin COVID-19 buatan Sinopharm dan Sinovac. (ANTARA/HO-GT)
Vaksin dari berbagai negara masih dikembangkan. Tidak jelas berapa
harganya. Tapi bagi China sudah jelas. Kami akan memberikan vaksin kami
kepada dunia sebagai barang kebutuhan publik global dengan harga yang
fair dan rasional
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah China berjanji mendistribusikan vaksin
COVID-19 ke negara-negara di seluruh dunia yang membutuhkannya dengan
harga yang rasional.
"Vaksin dari berbagai negara masih dikembangkan. Tidak jelas berapa
harganya. Tapi bagi China sudah jelas. Kami akan memberikan vaksin kami
kepada dunia sebagai barang kebutuhan publik global dengan harga
yang/fair/dan rasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China
Wang Wenbin dalam pernyataan tertulis yang diterima ANTARA, Kamis.
Pernyataan tersebut untuk menanggapi laporan bahwa vaksin COVID-19 yang
dikembangkan oleh China akan lebih mahal daripada yang diproduksi oleh
Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa.
Wang menampik laporan tersebut dengan menyatakan China telah berjanji
untuk menjadikan vaksin mudah diakses dengan harga terjangkau di negara-
negara berkembang dan akan menjaga komitmen tersebut.
*Baca juga:Sinovac ingin memasok lebih banyak vaksin ke Amerika Selatan
<https://www.antaranews.com/berita/1745989/sinovac-ingin-memasok-lebih-banyak-vaksin-ke-amerika-selatan>
Baca juga:Vaksin corona mungkin siap bagi publik China pada November
<https://www.antaranews.com/berita/1726858/vaksin-corona-mungkin-siap-bagi-publik-china-pada-november>*
China sedang berpacu dengan waktu dalam mengembangkan vaksin COVID-19.
Setelah vaksin tersedia, akan segera dibagikan sebagai barang kebutuhan
publik global.
Wang menambahkan bahwa China akan memprioritaskan distribusi vaksin
kepada negara-negara berkembang melalui berbagai cara, termasuk
sumbangan dan bantuan gratis.
China mengembangkan sedikitnya 11 jenis vaksin COVID-19, sebanyak
sembilan di antaranya sudah memasuki uji klinis tahap ketiga di China
dan beberapa negara lain, termasuk Indonesia.
Kandidat vaksin yang dikembangkan Sinopharm dan Sinovac telah dipajang
di salah satu anjungan pameran di Shanghai beberapa waktu lalu.
Bahkan sudah beredar pula harga untuk dua dosis sekitar 900 yuan atau
sekitar Rp2 juta.
*Baca juga:Sinovac China harapkan analisis data uji tahap akhir vaksin
tahun ini
<https://www.antaranews.com/berita/1747077/sinovac-china-harapkan-analisis-data-uji-tahap-akhir-vaksin-tahun-ini>
Baca juga:Vaksinasi massal di Beijing akhir September, murid sekolah
gratis
<https://www.antaranews.com/berita/1746765/vaksinasi-massal-di-beijing-akhir-september-murid-sekolah-gratis>*
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
Kemenlu Tiongkok: *Tiongkok dan ASEAN Berada di Barisan Depan
Penanganan Wabah dan Pemulihan Pasca Wabah*
2020-09-30 10:55:37
http://indonesian.cri.cn/20200930/b1be99dc-5521-6738-5db8-5810ba94a778.html
Kemenlu Tiongkok: Tiongkok dan ASEAN Berada di Barisan Depan Penanganan
Wabah dan Pemulihan Pasca Wabah_fororder_w1
Kemenlu Tiongkok: Tiongkok dan ASEAN Berada di Barisan Depan Penanganan
Wabah dan Pemulihan Pasca Wabah_fororder_zd1
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin kemarin (29/9)
di Beijing menyatakan bahwa setelah terjadinya wabah virus Corona,
Tiongkok dan negara-negara ASEAN saling mendukung dan membantu dalam
mengatasi kesulitan bersama, Kini kedua pihak sama berada di barisan
depan dalam hal penanganan wabah dan pemulihan pasca wabah. Tiongkok
bersedia bersama dengan negara-negara ASEAN memperkaya makna hubungan
strategis kedua pihak, membentuk komunitas senasib sepenanggungan
Tiongkok-ASEAN yang lebih erat.
Dilaporkan EKSPO Tiongkok-ASEAN (CAEKSPO) ke-17 dan Pertemuan Puncak
tentang Investasi-Perdagangan ASEAN-Tiongkok (CABIS) akan
diselenggarakan di Guangxi pada bulan November mendatang. Wang Wenbin
menyatakan hubungan Tiongkok-ASEAN merupakan hubungan yang paling
dinamis dan bermakna paling banyak dalam hubungan ASEAN dengan mitra
dialog. Tahun ini merupakan tahun penting kerja sama Tiongkok-ASEAN,
tidak hanya adalah tahun kerja sama ekonomi digital Tiongkok-ASEAN, tapi
juga adalah genap 10 tahun pemberlakuan Zona Perdagangan Bebas
Tiongkok-ASEAN(CAFTA). Pada semester pertama tahun ini, Tiongkok dan
negara-negara ASEAN mengatasi pengaruh wabah, kerja sama perdagangan dan
investasi kedua pihak bangkit kembali di tengah pandemi, di mana ASEAN
untuk pertama kali menjadi mitra perdagangan terbesar bagi Tiongkok. Hal
ini menunjukkan kerja sama kedua pihak mempunyai potensi besar dan daya
yang tangguh.
Kemenlu Tiongkok: Tiongkok dan ASEAN Berada di Barisan Depan Penanganan
Wabah dan Pemulihan Pasca Wabah_fororder_zd6
Kemenlu Tiongkok: Tiongkok dan ASEAN Berada di Barisan Depan Penanganan
Wabah dan Pemulihan Pasca Wabah_fororder_zd2
Kemenlu Tiongkok: Tiongkok dan ASEAN Berada di Barisan Depan Penanganan
Wabah dan Pemulihan Pasca Wabah_fororder_zd5
Wang Wenbin menyatakan bahwa Tiongkok bersedia bersama dengan ASEAN,
meningkatkan kerja sama di bidang penelitian vaksin, bergandengan tangan
menangani wabah secepat mungkin, bersama-sama membangun jaringan “jalur
cepat” dan “jalur hijau” regional, memelihara kestabilan rantai industri
dan rantai pasok, mendorong penandatanganan perjanjian hubungan
kemitraan ekonomi menyeluruh regional atau RCEP, meningkatkan integrasi
ekonomi regional, dan mendukung kemakmuran perkembangan kawasan.
Kemenlu Tiongkok: Tiongkok dan ASEAN Berada di Barisan Depan Penanganan
Wabah dan Pemulihan Pasca Wabah_fororder_zd3