*Polisi Bubarkan Acara KAMI
<https://m.tribunnews.com/topic/polisi-bubarkan-acara-kami>*
*Agum Gumelar: *
*Jangan Mentang-mentang Jenderal Lalu Tak Hargai Petugas di Lapangan*
Jumat, 2 Oktober 2020 19:09 WIB
https://m.tribunnews.com/nasional/2020/10/02/agum-gumelar-jangan-mentang-mentang-jenderal-lalu-tak-hargai-petugas-di-lapangan
<http://m.tribunnews.com/nasional/2020/10/02/agum-gumelar-jangan-mentang-mentang-jenderal-lalu-tak-hargai-petugas-di-lapangan>
<https://m.tribunnews.com/regional/2020/09/29/bubarkan-acara-yang-dihadiri-gatot-nurmantyo-polisi-pihak-penyelenggara-terlambat-ajukan-izin>
tribunnews<https://m.tribunnews.com/regional/2020/09/29/bubarkan-acara-yang-dihadiri-gatot-nurmantyo-polisi-pihak-penyelenggara-terlambat-ajukan-izin>
*Baca Selanjutnya:
<https://m.tribunnews.com/regional/2020/09/29/bubarkan-acara-yang-dihadiri-gatot-nurmantyo-polisi-pihak-penyelenggara-terlambat-ajukan-izin>*
*/Bubarkan Acara yang Dihadiri Gatot Nurmantyo, Polisi: Pihak
Penyelenggara Terlambat Ajukan Izin
<https://m.tribunnews.com/regional/2020/09/29/bubarkan-acara-yang-dihadiri-gatot-nurmantyo-polisi-pihak-penyelenggara-terlambat-ajukan-izin>/*
*X
<https://m.tribunnews.com/regional/2020/09/29/bubarkan-acara-yang-dihadiri-gatot-nurmantyo-polisi-pihak-penyelenggara-terlambat-ajukan-izin>*
tribunnews
<https://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/jenderal-gatot-didebat-dandim.jpg>
tribunnews
<https://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/jenderal-gatot-didebat-dandim.jpg>
Warta Kota/Feryanto Hadi
Dandim Jakarta Selatan Kolonel inf Ucu Yustia berdialog dengan Jenderal
(Purn) Gatot Nurmantyo di Taman Makam Pahlawan, Rabu (30/9/2020).
*TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA* - Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar
<https://m.tribunnews.com/tag/agum-gumelar> angkat bicara sekaligus
mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap sejumlah purnawirawan TNI
saat berziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Kamis (1/10/2020).
Menurutnya, para purnawirawan tersebut terlihat sangat memaksa untuk
masuk dan melakukan deklarasi di halaman TMP Kalibata
<https://m.tribunnews.com/tag/tmp-kalibata> itu.
Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum
Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI) menyatakan, tidak
seharusnya purnawirawan TNI bersikap memaksa seperti itu.
*Baca: /Kronologis Jenderal Gatot Nurmantyo Diadang Kolonel Ucu Saat
Aksi Tabur Bunga di TMP Kalibata/
<https://www.tribunnews.com/nasional/2020/10/02/kronologis-jenderal-gatot-nurmantyo-diadang-kolonel-ucu-saat-aksi-tabur-bunga-di-tmp-kalibata>*
"Terus terang saja saya merasa prihatin dan bahkan kesal melihat
kejadian itu. Terutama untuk mereka yang kemarin mengenakan baret merah
dengan gagah perkasa. Saya ini mantan Danjen Kopassus," kata Agum dalam
wawancaranya di Kompas TV, Jumat (2/10/2020).
"Seharusnya mereka itu menjadi prajurit baret merah yang dicintai dan
mencintai rakyat. Ini malah kejar-kejaran dengan mahasiswa. Apa itu,"
ungkap Agum menyatakan kekecewaannya.
*Baca: /Selain Cegat Jenderal Gatot, Kolonel Ucu Juga Sempat Tegang
dengan Pensiunan Bintang 3 TNI AL/
<https://www.tribunnews.com/nasional/2020/10/01/selain-cegat-jenderal-gatot-kolonel-ucu-juga-sempat-tegang-dengan-pensiunan-bintang-3-tni-al>*
"Jadi cara-cara seperti kemarin itu, mohon maaf ya, sebagai prajurit
Baret Merah, saya sebagai mantan Danjen saya ingin koreksi, tidak
seperti itu. Jangan terlalu murah meneriakkan Komando di tempat-tempat
yang tidak tepat," katanya.
Ia juga menyoroti sikap sejumlah purnawirawan berpangkat tinggi yang
terlibat debat dengan petugas di lapangan.
*Baca: /Kronologi Ricuh Kedatangan Gatot Nurmantyo di TMP Kalibata,
Pendemo & Peziarah Sempat Bentrok/
<https://www.tribunnews.com/metropolitan/2020/10/01/kronologi-ricuh-kedatangan-gatot-nurmantyo-di-tmp-kalibata-pendemo-peziarah-sempat-bentrok>*
"Kita ini kan pernah bertugas. Tahu kondisi di lapangan. Janganlah
mentang-mentang pangkat jenderal lalu menganggap remeh petugas di
lapangan. Mereka itu hanya bertugas, melaksanakan perintah. Pernah punya
pangkat tinggi itu seharusnya lebih bisa menghargai," katanya.
Secara khusus Agum juga menyampaikan pesan kepada Gatot Nurmantyo.
"Jika Pak Gatot ingin membangun gerakan moral sebagai bentuk tanggung
jawabnya terhadap bangsa, itu. Namun mohon harus betul-betul gerakan
moral, jangan menjadi suatu gerakan politik. Gerakan moral itu tentunya
harus diikuti dengan moral yang tinggi," ujarnya.\
*Pangdam Jaya*
Fakta baru mulai muncul di balik peristiwa kericuhan yang terjadi antara
purnawirawan TNI dan kelompok massa di depan Taman Makam Pahlawan
Kalibata, Jakarta Timur, Rabu (30/9/2020) lalu.
Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman mengungkap sejumlah fakta
tersebut dalam jumpa pers di Makodam Jaya, Jalan Mayjen Sutoyo,
Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2020).
Salah satunya soal kegiatan ziarah kelompok purnawirawan TNI ke makam
pahlawan itu ternyata tak mengantongi izin dari Kementerian Sosial.
Izin tak diberikan karena kegiatan tersebut melanggar protokol kesehatan
Covid-19.
Namun, di samping itu, Dudung mengaku bada fakta yang lebih
mencengangkan lagi.
Kegiatan ziarah d TMP Kalibata
<https://m.tribunnews.com/tag/tmp-kalibata> rupanya berujung dengan
deklarasi dukungan terhadap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Kompas.com pun merangkum beberapa fakta tersebut baru tersebut.
1. Tak diberi izin oleh Kemensos
Dudung mengatakan peziarah yang terdiri dari purnawirawan TNI termasuk
mantan Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo sempat berkirim surat
kepada Kementerian Sosial.
Surat itu bertujuan agar mereka dapat izin untuk melakukan ziarah dalam
jumlah besar ke TMP Kalibata <https://m.tribunnews.com/tag/tmp-kalibata>.
Tentu ziarah itu dilakukan dalam rangka memperingati peristiwa tragedi
G30S PKI.
"Surat (izin untuk menggelar ziarah) itu ditunjukkan ke Kemensos namun
dari Kemensos tidak diizinkan dengan alasan karena Covid-19," kata Dudung.
Namun demikian, anggota PPKP itu tetap datang menggelar ziarah. Alhasil,
berkumpulah sekitar 150 orang di depan TMP Kalibata
<https://m.tribunnews.com/tag/tmp-kalibata> untuk menggelar ziarah.
2. Kegiatan tak resmi yang tidak diketahui Pepabri
Selain tak mendapat izin dari Kemensos, kegiatan tersebut juga diluar
dari sepengetahuan pengurus Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata
Republik Indonesia (Pepabri).
"Saya konfirmasi kepada Pepabri ternyata kegiatan kemarin tidak ada
konfirmasi kepada Jenderal (Purn) Agum Gumelar
<https://m.tribunnews.com/tag/agum-gumelar> sebagai Ketua Pepabri,"
jelas Dudung.
Maka dari itu, pihaknya saat itu sempat mengimbau para peziarah untuk
tak melanjutkan kegiatannya di TMP Kalibata
<https://m.tribunnews.com/tag/tmp-kalibata>.
3. Deklarasi KAMI berujung kericuhan
Walau sempat dilarang, akhirnya petugas memperbolehkan pada purnawirawan
TNI untuk berziarah namun dengan pembatasan jumlah orang.
Namun, di luar dugaan, Gatot Nurmantyo dan beberapa purnawirawan yang
terdiri dari Pengawal Pengawal Kedaulatan Purnawirawan (PPKP) menggelar
deklarasi dukungan terhadap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
"Namun di luar dugaan ada sebagian yang memanfaatkan situasi untuk
mendeklarasikan untuk mendukung KAMI dan menyinggung masalah kebijakan
pemerintah saat ini," kata Dudung.
Deklarasi itu pun berbarengan dengan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat
yang sedang berorasi di depan TMP Kalibata
<https://m.tribunnews.com/tag/tmp-kalibata>.
Narasi dari orasi tersebut berisi kritikan tentang keberadaan MAKI dan
Gatot Nurmantyo.
Alhasil, kericuhan pun tak bisa dihindari pada saat ini.
4. Belum ada yang dikenakan sanksi
Dudung memastikan belum ada yang dijatuhi hukuman akibat peristiwa
kericuhan di depan TMP Kalibata <https://m.tribunnews.com/tag/tmp-kalibata>.
"Untuk sementara sampai saat ini belum ada sanksi, kami hargai itu walau
bagaimanapun (purnawirawan) senior-senior kami. Saya sudah koordinasi
dengan Kapolda bahwa saya yakin juga bapak-bapak para senior
purnawirawan punya hati nurani kami pun melaksanakan tugas di sini,"
kata Dudung.
Walau demikian, Dudung meminta pengertian kepada para purnawirawan agar
memaklumi jajaran TNI yang tengah bertugas.
Dirinya dan jajaran yang lain hanya menjalankan perintah pemerintah
pusat agar menaati protokol kesehatan ditengah pandemi.
Tidak ada niatan dari Dudung untuk tak menghargai para purnawirawan
dalam kegiatan ziarah kemarin.
"Kami mohon kepada bapak-bapak yang tergabung dalam purnawirawan agar
senantiasa kita sama-sama untuk menjaga agar virus corona ini tak meluas
apalagi rata-rata (purnawirawan) sudah berusia lanjut," kata dia.
*
*
*Berdebat dengan Komandan Kodim*
Mantan Panglima TNI sekaligus Ketua Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan
Indonesia (KAMI) Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sempat dicegah oleh
Komandan Kodim Jakarta Selatan Kolonel inf Ucu Yustia saat hendak
memasuki komplek Taman Makam Pahlawan Nasional Umum Kalibata, Rabu
(30/9/2020) siang.
Sang Kolonel mencegat sang jenderal dan sempat melarang jenderal beserta
rombongan masuk. Terjadi perdebatan sengit saat itu.
"Ini di makam pahlawan ya, anda punya Sapta Marga sumpah prajurit, anda
bertanggungjawab kepada Tuhan YME. Bahwa kami purnawirawan akan
menghormati para pahlawan yang jadi korban G30 S PKI," ujar Gatot kepada
dandim.
Dandim menegaskan, dia hanya melaksanakan tugas dan tidak bermaksud
melarang Gatot dan para purnawirawan untuk nyekar ke makam pahlawan.
"Kami hanya menjalankan tugas agar sesuai dengan protokol kesehatan,"
jawab Kolonel Ucu.
Setelah terjadi perdebatan alot, akhirnya rombongan diperbolehkan masuk
dengan syarat per kelompok maksimal 30 orang.
Sekitar 20 menit Gatot nyekar ke makam para pahlawan pada momentum yang
mereka sebut sebagai aksi mengenang pemberontakan Gerakan 30 Sepember PKI.