*Akhir-akhir ini saling berkunjung menteri rezim neo-Mojopahit ke Maluku,
salah satu yang baru ialah meteri yang ada hubungannya dengan laut. Langung
menjadi berita lokal, ekspor ikan tuna 2,5 ton. Bukan seharusnya puluhan
ton atau bahkan ribuan ton, karena laut di Maluku adalah lumbung ikan
nasional. Yah, maklumlah karena nelayan Maluku hanya boleh menangkap ikan
dalam batas 12 miles. Parut dicatat bahwa selama penjajahan kolonial
Potugis, Spanyol, Inggris, Jepang dan Belanda tid ak ada peraturan
demikian, mereka mungkin lebih bodoh? Barangkali bisa ditanya sekian ratus
kapal penangkap ikan yang berada diperarian Maluku itu milik siapa?
Sekarang mau biking Food Estate di pulau yang dijadikan tempat konsentrasi
tapol 1965? Pertanyaannya siapa itu **kita **yang akan membangun Food
Estate di Pulau Buru. Apakah estate ini sama fungsinya dengan yang dibuat
di Merauke (Papua)?*


*https://terasmaluku.com/mentan-kita-akan-bangun-food-estate-di-buru/
<https://terasmaluku.com/mentan-kita-akan-bangun-food-estate-di-buru/>*


*FOOD ESTATE* <https://terasmaluku.com/topic/food-estate/>
*Mentan : Kita Akan Bangun Food Estate di Buru*

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Bupati Buru Ramly Umasugi
membawa alat berat untuk menggarap lahan sawa untuk ditanam di Desa
Grandeng Kecamatan Lolong Guba Kabupaten Buru, Minggu (4/10/2020). FOTO :
HUMAS KEMENTAN


*TERASMALUKU.COM <http://TERASMALUKU.COM>,-NAMLEA-**Menteri Pertanian
(Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja optimalisasi lahan
di Desa Grandeng Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Maluku Minggu
(4/10/2020).*

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membawa alat berat saat panen padi
perdana di Desa Grandeng Kecamatan Lolong Guba Kabupaten Buru, Minggu
(4/10/2020). FOTO : HUMAS KEMENTAN

*Dalam kunjungan ini,  Mentan melakukan panen raya padi perdana diatas
lahan 155 hektare, melakukan insiminasi buatan terhadap lima ekor sapi
betina yang induk jantannya di Pulau Jawa, serta menyerahkan sejumlah paket
bantuan pertanian untuk Maluku dan Kabupaten Buru.*

*Produktivitas pertanian di Pulau Buru memiliki skala produksi mencapai 8
ton dalam sekali panen. Menurut Mentan Syahrul, capaian tersebut bahkan
bisa bertambah banyak mengingat kondisi alam di Pulau Buru sangat
menjanjikan.*

“*Caranya adalah varietas harus lebih bagus, budidaya yang diolah lebih
dikembangkan, pupuk harus berimbang. Selain itu kita persiapkan pompa air
pasca panen lebih rapih lagi, agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal,”
katanya.*

Kirim email ke