Industri Matsutake Bantu Mereka Keluar Dari Kemiskinan
http://indonesian.cri.cn/20201009/68eb8c01-9a18-8d3a-a915-a17efc9b9b43.html
2020-10-09 16:23:43
图片默认标题_fororder_赤松茸2020100901
<http://indonesian.cri.cn/20201009/68eb8c01-9a18-8d3a-a915-a17efc9b9b43-2.html>
Pak Song Shengwen yang berusia 38 tahun hidup di daerah pegunungan yang
sangat miskin di Keresidenan Linxia Provinsi Gansu. Keluarganya yang
beranggota 7 orang itu sudah terdaftar sebagai keluarga miskin karena
orangtuanya jatuh sakit. Untuk merawat orangtuanya, Pak Song yang dulu
kerja di luar itu pulang kampung halamannya dan menjadi pekerja kelompok
pertama di Pusat Matsutake Merah Kabupaten Hezheng Kereisdenan Lnxia.
Kota Xiamen adalah mitra Linxia dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Selain membantu Linxia memilih Matsutake Merah sebagai usaha yang cocok
dikembangkan, Xiamen juga membantu Linxia mendatangkan investor dari
Provinsi Fujian
Pada awalnya, Song Shengwen dan teman sekampungnya yang sudah lama
menanam gandum dan kentang itu belum tahu cara menanam jamur yang
harganya jauh lebih mahal itu. Matsutake memberi harapan kepada dia
untuk keluar dari kemiskinan.
Wakil Kepala Keresidenan Linxia mempromosi jamur matsutake segar yang
harganya sedang melalui kegiatan penjualan live streaming pada 16
Agustus 2020, langsung terjual lebih dari 200 buah. Perusahaan China
Post berupaya membantu mereka menyelesaikan masalah logistik. Dengan
bantuan berbagai pihak dan upaya penghuni Linxia diri sendiri, industri
matsutake sudah mulai berkembang sehingga berhasil meningkatkan
pendapatan penghuni lokal. Pak Song juga akan menyongsong kehidupan yang
bahagia.
图片默认标题_fororder_赤松茸2020100903图片默认标题_fororder_赤松茸2020100911
图片默认标题_fororder_赤松茸2020100902