Tiongkok Terus Ambil Aksi untuk Dorong Distribusi Adil Vaksin
http://indonesian.cri.cn/20201010/3459da27-bc72-8168-a47a-2b6da4ce9d2f.html
2020-10-10 14:49:38
Tiongkok Terus Ambil Aksi untuk Dorong Distribusi Adil
Vaksin_fororder_评论配图
Tiongkok pada hari Kamis (8/10) menandatangani persetujuan dengan
Aliansi Global Vaksin dan Imunisasi dan secara resmi berpartisipasi
dalam Program/Covid-19 Vaccine Global Access Facility/atau COVAX yang
disponsori oleh Aliansi Global Vaksin dan Imunisasi (Gavi), Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi Pencegahan dan Inovasi Epidemi (CEPI).
Program tersebut bertujuan untuk mempercepat pengembangan dan produksi
vaksin Covid-19 dan menjamin tiap negara dapat secara adil memperoleh
vaksin Covid-19. Padahal, ini sesuai dengan ide Tiongkok untuk membentuk
komunitas kesehatan manusia dan menunaikan komitmennya agar vaksin
menjadi produk publik global.
Presiden Tiongkok Xi Jinping di depan sidang Majelis Umum PBB pernah
dengan tegas menyatakan, setelah dirampungkan litbang dan mulai
digunakan, vaksin Covid-19 Tiongkok akan dijadikan produk publik global
dan akan menjadi kontribusi Tiongkok kepada keterjangkauan negara-negara
berkembang di bidang vaksin. Ini juga sesuai dengan upaya program COVAX
agar semua negara memiliki kesempatan sama derajat untuk memperoleh
vaksin Covid-19 yang cocok, aman dan efektif.
Kini, wabah Covid-19 masih merebak di seluruh dunia dan dengan serius
mengancam keselamatan jiwa dan kesehatan fisik rakyat berbagai negara.
Menjamin semua negara berkembang memiliki kesempatan sama derajat untuk
memperoleh vaksin yang cocok, aman dan efektif selalu merupakan titik
berat perhatian Tiongkok.
Dikabarkan, kini di seluruh dunia terdapat 10 jenis vaksin yang telah
memasuki ujicoba klinis tahap ke-3, dan 4 jenis di antaranya berasal
dari Tiongkok. Meski litbang beberapa vaksin Tiongkok memimpin di dunia
dan memiliki kemampuan produksi yang memadai, tapi Tiongkok tetap
memutuskan untuk ambil bagian dalam program COVAX. Tujuannya ialah
dengan aksi nyata mendorong distribusi adil vaksin dan menjamin
disediakannya vaksin kepada negara-negara berkembang, sementara
mendorong lebih banyak negara yang berkemampuan ikut serta dan mendukung
pelaksanaan program.
Menurut Global Times, pakar penyakit menular Brasil Caseiro menyatakan,
vaksin Tiongkok merupakan vaksin yang paling aman dan paling menjanjikan
di seluruh dunia dan kemungkinan paling besar akan amenjadi vaksin
Covid-19 pertama yang akan digunakan di Brasil. Brasil kini merupakan
negara ketiga menyusul AS dan India dengan kasus terdiagnosa melampaui 5
juta. Kepala Kantor Riset Sao Paulo Brasil Dimas Covas menyatakan, taraf
penelitian vaksin Tiongkok kini menempati jajaran terdepan di dunia dan
ia menyatakan penuh keyakinan terhadap kerja sama vaksin
Tiongkok-Brasil. Pihak Tiongkok berkomitmen, vaksin Tiongkok sesudah
merampungkan litbang dan mulai digunakan akan dijadikan sebagai produk
publik global dan secara prioritas disediakan kepada negara-negara
berkembang. Tiongkok selalu mengambil aksi untuk mendorong distribusi
vaksin secara adil.
Wang Yi akan Lakukan Kegiatan Diplomatik Intensif di ASEAN
2020-10-10 14:44:23
http://indonesian.cri.cn/20201010/8f3d26e2-68b1-4783-8fc6-9dc45a36e050.html
Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi akan
mengadakan serangkaian kegiatan diplomatik intensif dengan 7 anggota
ASEAN. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying hari
Jumat kemarin menyatakan, kegiatan Wang Yi itu memperlihatkan keinginan
tulus dan ketetapan hati Tiongkok untuk mendorong kerja sama
Tiongkok-ASEAN dan memperdalam hubungan persahabatan dengan ASEAN.
Dikabarkan, serangkaian kegiatan itu termasuk kunjungan Utusan Khusus
Presiden Indonesia Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Luar Negeri
Filipina di Tiongkok, serta kunjungan Wang Yi ke Kamboja, Malaysia,
Laos, Thailand dan kunjungan transit ke Singapura.
Hua Chunying menyatakan, semua anggota ASEAN adalah tetangga dekat yang
bersahabat bagi Tiongkok dan juga mitra penting dalam pembangunan
bersama Sabuk dan Jalan. Menghadapi wabah Covid-19, Tiongkok dan
berbagai anggota ASEAN saling membantu dan berupaya mengatasi kesulitan,
dan kini berada di jajaran depan penanggulangan wabah global dan
pemulihan pasca wabah. Dalam 8 bulan pertama tahun ini, volume
perdagangan Tiongkok-ASEAN meningkat 3,8 persen, ASEAN untuk pertama
kali menjadi mitra dagang terbesar bagi Tiongkok, dan telah direalisasi
penerobosan historis kedua pihak saling menjadi mitra dagang terbesar.
Hua Chunying menunjukkan, Wang Yi berharap bersama dengan para menlu
anggota ASEAN memfokus pada situasi baru wabah yang berlarut lama dan
normalisasi penanggulangan wabah, aktif mendorong komunikasi dan kerja
sama pada era pasca wabah, membantu pemulihan ekonomi dan perkembangan
masyarakat berbagai negara, mengubah krisis menjadi peluang dan
mendorong hubungan Tiongkok-ASEAN naik ke jenjang yang baru.