-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5210952/cerita-subandi-dipiting-satpol-pp-berontak-karena-hidupi-5-anak-yatim?tag_from=wp_nhl_22




Cerita Subandi Dipiting Satpol PP, Berontak Karena Hidupi 5 Anak Yatim

Esti Widiyana - detikNews

Senin, 12 Okt 2020 21:45 WIB
6 komentar
SHARE
URL telah disalin
subandi
Subandi (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Video Satpol PP Surabaya bertindak kasar kepada pria bernama Subandi (38) yang 
tak mengenakan masker dengan benar viral di medsos. Seperti apa kronologi versi 
Subandi?

Subandi mengatakan sebelum kejadian itu, ia duduk dan beristirahat sejenak, 
karena depo air isi ulang tempatnya bekerja sedang sepi. Ia pun menurunkan 
maskernya ke dagu dan tiba-tiba ada operasi dari tim swab hunter yang langsung 
menemuinya.

"Waktu itu duduk karena pas sepi. Maskernya saya diturunin, terus ada operasi 
dan saya langsung ditarik suruh ikut. Cuma saya tidak mau, berat kerjaan karena 
nggak ada yang jaga," cerita Subandi saat ditemui di rumahnya di Jalan Jojoran 
gang IV, Senin (12/10/2020).

Saat itu, Subandi bukan hendak menolak, tetapi ia harus meminta izin terlebih 
dulu kepada pemilik depo. Tetapi petugas terus menariknya dan akhirnya Subandi 
memberontak hingga pemilik depo keluar sambil menghadang.
Baca juga:
Viral Satpol PP Surabaya Bentak dan Piting Warga Tak Pakai Masker

Petugas pun saat itu tidak memberikan peringatan terlebih dulu kepada Subandi. 
Tim swab hunter langsung menarik untuk hendak membawanya ke Puskesmas Mojo 
untuk dilakukan tes swab guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Saya berontak menolak karena tidak ada yang menunggu (depo). Lalu pas 
rame-rame, bos saya keluar. Ngingetin enggak, langsung ngajak dan akhirnya 
tarik-tarikan," kata Subandi.

Tetapi tidak ada pikiran negatif Subandi atas tindakan Satpol PP yang 
menariknya sampai memiting di mobil patroli. Dia juga menyadari kesalahannya 
karena tidak mengenakan masker dengan benar.

"Udah nggak kepikiran ke situ (atas tindakan petugas), yang penting selesai dan 
kembali bekerja. Otot-ototaan ya karena kerjaan. Ya mungkin caranya mereka 
seperti itu, saya juga sih yang salah. Nggak sepenuhnya salah Satpol PP, mereka 
juga menjalankan tugas," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


                        ===========





https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5210952/cerita-subandi-dipiting-satpol-pp-berontak-karena-hidupi-5-anak-yatim/2



Cerita Subandi Dipiting Satpol PP, Berontak Karena Hidupi 5 Anak Yatim

Esti Widiyana - detikNews

Senin, 12 Okt 2020 21:45 WIB
6 komentar
SHARE
URL telah disalin
subandi
Subandi (Foto: Esti Widiyana)

Namun suasana bersitegang itu rupanya hanya sebentar. Mulai dari depan Samsat 
Jalan Kertajaya ia dan petugas mulai mengobrol hingga Puskesmas Mojo sempat 
bercanda.

"Waktu nyampai di puskesmas kita sudah maaf-maafan becanda biasa. Ya mungkin 
itu sudah tugas mereka. Habis swab langsung kembali kerja. Tapi di puskesmas 
dikasih masker sama Satpol PP," ujar pria asal Pandeglang, Banten itu.

Saat diswab, Subandi hanya terpikirkan pekerjaannya. Sebab, menunggu hasil 
menjadi baban baginya, jika hasilnya keluar positif ia tidak bisa menafkahi 
istri, dua anak, dan lima adik iparnya yang yatim.

"Saya nggak pikiran (dibawa ke Liponsos), saya kepikiran kerja. Swab ini juga 
jadi beban pikiran sampai sekarang (karena belum keluar), amit-amit kalau 
keluar poaitif kan tambah susah saya. Kalau karantina saya enak tidur, tapi ada 
anak dua dan tanggungan adik-adik ada lima orang, anak yatim semua," pungkas 
Subandi.
Baca juga:
Viral Bentak dan Piting Warga Tak Pakai Masker, Ini Kata Satpol PP Surabaya

Video razia protokol kesehatan oleh Satpol PP Surabaya viral di aplikasi 
percakapan. Video itu memperlihatkan tindakan petugas Satpol PP yang dianggap 
kasar.

Video berdurasi 1 menit 36 detik itu memperlihatkan sejumlah petugas Satpol PP 
dan Linmas membentak-bentak hingga menarik seorang pria berkaus hitam yang 
tidak mengenakan masker dengan baik. Petugas itu mengatakan ke pria itu jika 
tindakan yang dilakukannya berdasarkan aturan dari pemerintah.

Pria tersebut lalu coba ditutupi oleh seorang perempuan berdaster kuning. 
Perempuan bermasker itu menghalangi petugas yang hendak membawa pria berambut 
gondrong itu. Si perempuan meminta petugas untuk tidak menindak dengan cara 
yang kasar dan tidak etis.
Halaman
1 2 





     

Kirim email ke