Balai Diklat Industri Kemenperin gelar program inkubator bisnis
Selasa, 13 Oktober 2020 16:57 WIB
Balai Diklat Industri Kemenperin gelar program inkubator bisnis
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan arahan pada
saat melakukan kunjungan kerja di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta,
Selasa (13/10). (ANTARA/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)
Program inkubator bisnis juga sejalan dengan prinsip UU Cipta Kerja yang
mendorong lahirnya wirausahawan untuk menggerakkan perekonomian di Tanah Air
Jakarta (ANTARA) - Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta di bawah
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar program unggulan
inkubator bisnis guna menumbuhkan wirausaha baru.
“Tujuannya adalah membina dan mempercepat pengembangan bisnis melalui
rangkaian program permodalan yang diikuti dukungan kemitraan atau
pembinaan elemen bisnis lainnya dengan tujuan menciptakan dan
mengembangkan usaha baru yang mempunyai nilai ekonomi dan berdaya saing
tinggi,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang
Kartasasmita lewat keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Tahun ini BDI Jakarta meluncurkan program inkubator bisnis bertajuk BDI
Jakarta Signature 2020. Hal itu akan menjadi ajang untuk menjalin
sinergi antara antara pemerintah dan wirausaha baru, serta calon tenaga
kerja industri dan mitra industri.
Tujuannya adalah untuk bersama-sama mengembangkan, membangun, dan
meningkatkan SDM industri yang terampil sehingga berperan bagi
perekonomian nasional.
*Baca juga:Tekan angka pengangguran, Kemenperin gulirkan Program Diklat
3 in 1
<https://www.antaranews.com/berita/1780817/tekan-angka-pengangguran-kemenperin-gulirkan-program-diklat-3-in-1>*
“Program inkubator bisnis juga sejalan dengan prinsip UU Cipta Kerja
yang mendorong lahirnya wirausahawan untuk menggerakkan perekonomian di
Tanah Air,” papar Menperin.
Kepada para/tenant/, Menperin berpesan untuk selalu menjaga kesehatan,
menaati protokol kesehatan dimanapun berada, dalam mengikuti inkubator
bisnis dengan tertib dan aktif.
“Sektor industri diharapkan dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru
sekaligus bertransformasi dalam memanfaatkan peluang adanya pandemi saat
ini,” ujar Menperin.
Kepala BDI Jakarta Hendro Kuswanto menyampaikan seiring perkembangan era
Industri 4.0, BDI Jakarta menyiapkan SDM industri yang mampu menerapkan
teknologi digital. Sebab, pemanfaatan teknologi akan mendorong
peningkatan produktivitas di sektor industri serta menciptakan inovasi
unggulan.
*Baca juga:Menperin: Revolusi Industri 4.0 tuntut SDM industri cepat
beradaptasi
<https://www.antaranews.com/berita/1719166/menperin-revolusi-industri-40-tuntut-sdm-industri-cepat-beradaptasi>*
“Ke depan, kami ingin membuat/mini factory/yang akan memberikan gambaran
alur proses di industri garmen, mulai dari penerimaan bahan baku sampai
barang jadi yang siap dipasarkan,” terangnya.
/Mini factory/tersebut akan berisi mesin-mesin seperti yang digunakan
dalam industri garmen, antara lain mesin potong otomasi, mesin/metal
detector/, meja sablon,/screen sablon/,/printer sablon/,/mini border/,
mesin press, dan mesin/steam sealing/.
Di samping itu, BDI Jakarta juga akan mengembangkan fasilitas
perpustakaan yang menjadi sarana edukasi untuk menampilkan berbagai
macam jenis tekstil dan produk tekstil beserta turunannya. Bahkan, turut
menampilkan produk-produk hasil pelatihan yang selama ini telah
dilaksanakan oleh BDI Jakarta.
*Baca juga:Kemenperin gelar Diklat 3 in 1 serentak di 7 balai
<https://www.antaranews.com/berita/1718318/kemenperin-gelar-diklat-3-in-1-serentak-di-7-balai>*
“Namun, yang saat ini sedang berjalan, BDI Jakarta tengah
mengaplikasikan/smart office/pada area kantor dan area asrama sehingga
menjadi lebih efisien dan dapat memperkenalkan teknologi yang
terintegrasi internet kepada seluruh peserta diklat,” imbuhnya.
Pencapaian BDI Jakarta pada 2019, telah berhasil mencetak lulusan tenaga
kerja industri TPT yang kompeten sebanyak 10.525 peserta yang di
tempatkan di berbagai mitra industri garmen. Selain itu, BDI Jakarta
juga telah membina wirausaha industri di bidang batik,/custom made/,
dan/shibori/.
Sejak 2013, BDI Jakarta telah bekerja sama dengan 104 perusahaan tekstil
dalam melaksanakan Diklat 3in1. Pelaksanaan Diklat 3in1 juga dilakukan
dengan menggandeng Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Organisasi
Pekerja Garmen Indonesia (OPGI).
*Baca juga:Cetak SDM industri animasi, Kemenperin kembali gelar diklat
<https://www.antaranews.com/berita/1636870/cetak-sdm-industri-animasi-kemenperin-kembali-gelar-diklat>*
Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah