Bung Djie yb,
Sebetulnya saja, komentar saya atas pertanyaan bung Lusi itu juga
sekadar iseng saja, ... TIDAK perlu dianggap serius!
Hanya saja hendak menunjukkan kita-kita yang sudah lanjut usia sering
MUDAH LUPA yang yang kita bicarakan/tulis saja, ... Coba perhatikan
dibagian bawah jawaban pertama bung Lusi itu, sudah saya tandai dengan
warna merah sbb:
*"Masalah itu kan saya tujukan kepada para penulis buku itu. Bukan untuk
bung"
*
Jadi, setelah saya komentari, bung Lusi memang bilang pertanyaan itu
ditujukan pada penulis buku! Bukan untuk saya, ... Tentu, ... siapapun
boleh-boleh saja menanggapi atau kasih komentar atas pertanyaan
sekalipun tidak diajukan untuk dirinya! Apalagi pertanyaan yang tidak
jelas ditujukan pada siapa, ...
Salam,
ChanCT
kh djie 於 2020/10/19 下午 02:45 寫道:
Kalau ada posting dari seseorang ke Gelora, ada reaksi dengan
pertanyaan yang
tidak disebutkan ke siapa, apa yang memposting tidak akan merasa
ditujukan ke dia?
Atau siapa saja yang merasa tahu jawabannya, akan menjawab?
Op ma 19 okt. 2020 om 04:21 schreef ChanCT [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]>>:
Rupanya saya berhadapan dengan seorang perasa berlebih, terlalu
sensitive, ... Sungguh maaf kalau tersinggung dengan kata-kata
yang saya gunakan! Sungguh mati tidak ada sedikitpun maksud saya
untuk begitu!
Pertama soal ketambahan nama Lusi Djerman, itu hanya sekadar
membedakan Lusi yang satu di Jerman dengan yang lain di Jakarta
saja! Tidak lebih dan tidak kurang, ... Bahwa nama apapun
boleh-boleh saja digunakan lelaki atau perempuan, TIDAK ada
salahnya! Sepenuhnya adalah HAK pribadi seseorang, ...
Kedua, memang tidak ada larangan orang bertanya, tapi juga TIDAK
ada larangan orang memberi komentar dan menjawab pertanyaan
seseorang, ... Lalu, maksud pertanyaan bung itu diajukan pada 3
pembicara diacara itu? Sedang jelas bung tidak yakin bertul ke-3
pembicara disitu tergabung di GELORA45, ...???Jadi, Bukan diajukan
pada saya yang melemparkan keluar di GELORA45? Hehehee, ...
Salam,
ChanCT
'Lusi D.' [email protected] <mailto:[email protected]>
[nasional-list] 於 2020/10/18 下午 10:02 寫道:
Nama ChanCT juga banyak dan apa hubungannya dengan jenis kelamin?
Bung
membedakan pikiran seseorang dari jenis gender atau pandangannya?
Elok tidak elok itu kan bukan urusan gender pribadi seseorang!!
Bung kok seenak udelnya menambah-nambah nama orang. Emangnya dari
1,4 miliard orang Tionghoa itu hanya ada satu laki-laki bernama
ChanCT?
Bung bisa memahami atau tidak masalah yang sesederhana ini?
Kembali ke msl pertanyaan saya.
Kenapa kok sulit untuk, saya kutip, ". . . bisa mengerti maksud
pertanyaan bung > itu ditujukan pada penulis buku Harry?" spt bung
tulis dibawah.
Loh itu kan ada tiga figur dengan nama-namanya yang ditampilkan pada
pamflet situs dng huruf-huruf "Indonesia Dalam Mimpi Tan Malaka"?
Dan tidak ada larangan untuk bertanya sesuai dng tema pembicaraan.
Normalnya yah mereka itu yang saya tuju. Nama bung kan nggak ada di
situ?
Salam
Lusi.-
Am Sun, 18 Oct 2020 20:03:22 +0800
schrieb "ChanCT [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45]"
<[email protected]> <mailto:[email protected]>:
> Oouh, itu karena saya ada satu lagi teman bernama Lusi juga, hanya
> saja perempuan! Kan tidak elok kalau saya kasih Lusi Lelaki, leb ih
> baik dikasih tambahan Jerman untuk membedakan saja?! Hehehee, ...
>
> Tapi bung Lusi, acara Historia Bonie di youtube itu mengajak Harry
> Poeze dan Hasan memperbincangkan pemikiran Tan Malaka dalam gerakan
> nasional Indonesia, bukan membedah buku Tan Malaka yang ditulis
> Harry. P., ... Bagaimana saya bisa mengerti maksud pertanyaan bung
> itu ditujukan pada penulis buku Harry? Sedang jelas penulis buku
> Harry itu tidak tergabung di GELORA45, ...!!!
>
> Salam,
>
> ChanCT
>
>
>
> Lusi D. 於 2020/10/18 下午 06:18 寫道:
> > Bung Chan mengapa menulis nama saya dengan tambahan kata
"Djerman"?
> >
> > Sementara itu menanggapi pertanyaan saya saja bung Chan kayaknya
> > tidak mampu. *Masalah itu kan saya tujukan kepada para
penulis buku
> > itu. Bukan untuk bung. *Dan nyatanya tanggapan bung itu
menunjukkan
> > kalau bung tidak bisa menghayati isi pertanyaan saya itu dan
> > ngobrolkan soal yang tidak menjadi topik persoalan.
> > Lusi.-
> >
> >
> > Am
> > Sun, 18 Oct 2020 16:23:22 +0800 schrieb ChanCT
> > <[email protected]> <mailto:[email protected]>:
> >> Lalu, ... bagaimana bung Lusi kembali meneliti dan belajar dari
> >> sejarah jejak perjalanan bangsa kita ini? Bermimpi
mewujudkan tekad
> >> Tan Malaka, mendirikan PARI dan bentuk negara ASLIA, ...?
> >> Hehehee, ...
> >>
> >> Tapi, saya melihat KESALAHAN prinsip perjuangan intern PKI yang
> >> terjadi! Tidak seharusnya hanya karena BEDA pendapat, lalu
saling
> >> menyingkirkan, depak-mendepak bahkan membunuh lawan pendapat
begitu
> >> saja! Kenapa tidak jalankan DEMOKRASI lebih baik, sebagai
langkah
> >> mempersatukan segenap kekuatan yang bisa dipersatukan!
> >>
> >>
> >>
> >> 'Lusi D.' [email protected] <mailto:[email protected]>
[nasional-list] 於 2020/10/18 上午 01:43
> >> 寫道:
> >>> Masih memimpikan mendirikan Partai PARI dan negara ASLIA ?
> >>>
> >>> Am Sat, 17 Oct 2020 20:44:27 +0800
> >>> schrieb "ChanCT [email protected]
<mailto:[email protected]> [nasional-list]"
> >>> <[email protected]>
<mailto:[email protected]>:
> >>>
> >>>> *https://www.youtube.com/watch?v=M30OHN8eN54*
> >>>>
> >>>