*Kalau tidak keliru pesantren didirikan agar murid-muridnya memperdalam
pengetahuan tentang agama, jadi sepatutnya dan sebagusnya para santri
dikirim untuk melanjutan pendidikan ke Arab Saudi jadi bukan ke
negeri-negeri yang banyak maksiatnya membuat para santri  mudah  tergoda
untuk terjerumus kedalam dosa. hehehehe*


https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/25472/sri_mulyani__pesantren_pegang_peranan_penting_dalam_pembangunan



*Sri Mulyani: Pesantren Pegang Peranan Penting dalam Pembangunan*

Kamis , 22 Oktober 2020 | 12:50



*JAKARTA -* Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan
jumlah pesantren yang mencapai 28.194 dengan 18 juta santri memegang
peranan penting, strategis, dan unik, dalam pembangunan negara dan
masyarakat.

“Jumlah yang sangat besar ini memegang peranan sangat penting, strategis,
dan unik di dalam pembangunan negara dan masyarakat,” kata Sri Mulyani
dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional secara daring di Jakarta, Kamis
(22/10/2020).


Oleh sebab itu, lanjut Sri Mulyani, pemerintah terus memberikan dukungan
bagi pesantren agar dapat berkontribusi membantu meningkatkan kesejahteraan
dan memberdayakan masyarakat Indonesia.

Sri Mulyani mengatakan salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap
pesantren adalah dengan menyediakan akses pembiayaan untuk para santri
dalam rangka menyelenggarakan usaha produktif yaitu melalui Kredit Usaha
Rakyat (KUR).

“Kami harapkan para santri dapat menggunakannya untuk membiayai usaha
produktif dengan mengakses pembiayaan KUR di kantor cabang pelaksana
terdekat termasuk yang melayani syariah,” kata Sri Mulyani.


Tak hanya itu, kata dia, pemerintah juga memberikan akses untuk usaha
berskala ultra mikro melalui Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) bagi
santri yang masih belum dapat mengakses perbankan melalui KUR.

Sri Mulyani menyebutkan Program Pembiayaan UMi hingga 20 Oktober 2020 telah
disalurkan kepada 3,3 juta penerima dengan 565 ribu UMKM di antaranya
melalui akad syariah.

Kemudian, pondok pesantren juga dapat bekerja sama dengan OJK dan Laznas
untuk mendirikan bank wakaf mikro sehingga mampu lebih memberdayakan
masyarakat di sekitar pesantren.


Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga 9 September 2020
secara kumulatif pembiayaan yang disalurkan bank wakaf mikro telah mencapai
Rp 48 miliar.

Selanjutnya, kata Sri Mulyani, pemerintah terus mendukung potensi santri
yang berbasis Usaha Kecil Menengah (UKM) dan koperasi yang berbasis
industri kelapa sawit.

Dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Badan Pengelola Dana
Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Kementerian/Lembaga (K/L) lain pada 1
Oktober 2020 meluncurkan pengembangan potensi *santripreneur* berbasis
sawit.

Sri Mulyani melanjutkan pemerintah juga meningkatkan kapasitas dan peranan
para santri melalui investasi di bidang pendidikan yakni dengan membangun
dana beasiswa LPDP.

Ia menyebutkan hingga tahun lalu telah ada 293 santri yang dikirimkan untuk
menempuh pendidikan tingkat magister dan doktor ke seluruh dunia mulai dari
Australia, Inggris, Kanada, Swedia, dan Amerika Serikat.

“Selain mereka belajar di universitas-universitas di Indonesia, mereka juga
belajar di Australia, Inggris, Kanada, Swedia, hingga Amerika Serikat,”
ujar Sri Mulyani. *(E-3**)*

Kirim email ke