Negara mana yg bebas maksiat????

Jangan seperti katak dlm tempurung.

On Thu, Oct 22, 2020, 15:28 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> *Kalau tidak keliru pesantren didirikan agar murid-muridnya memperdalam
> pengetahuan tentang agama, jadi sepatutnya dan sebagusnya para santri
> dikirim untuk melanjutan pendidikan ke Arab Saudi jadi bukan ke
> negeri-negeri yang banyak maksiatnya membuat para santri  mudah  tergoda
> untuk terjerumus kedalam dosa. hehehehe*
>
>
>
> https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/25472/sri_mulyani__pesantren_pegang_peranan_penting_dalam_pembangunan
>
>
>
> *Sri Mulyani: Pesantren Pegang Peranan Penting dalam Pembangunan*
>
> Kamis , 22 Oktober 2020 | 12:50
>
>
>
> *JAKARTA -* Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan
> jumlah pesantren yang mencapai 28.194 dengan 18 juta santri memegang
> peranan penting, strategis, dan unik, dalam pembangunan negara dan
> masyarakat.
>
> “Jumlah yang sangat besar ini memegang peranan sangat penting, strategis,
> dan unik di dalam pembangunan negara dan masyarakat,” kata Sri Mulyani
> dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional secara daring di Jakarta, Kamis
> (22/10/2020).
>
>
> Oleh sebab itu, lanjut Sri Mulyani, pemerintah terus memberikan dukungan
> bagi pesantren agar dapat berkontribusi membantu meningkatkan kesejahteraan
> dan memberdayakan masyarakat Indonesia.
>
> Sri Mulyani mengatakan salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap
> pesantren adalah dengan menyediakan akses pembiayaan untuk para santri
> dalam rangka menyelenggarakan usaha produktif yaitu melalui Kredit Usaha
> Rakyat (KUR).
>
> “Kami harapkan para santri dapat menggunakannya untuk membiayai usaha
> produktif dengan mengakses pembiayaan KUR di kantor cabang pelaksana
> terdekat termasuk yang melayani syariah,” kata Sri Mulyani.
>
>
> Tak hanya itu, kata dia, pemerintah juga memberikan akses untuk usaha
> berskala ultra mikro melalui Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) bagi
> santri yang masih belum dapat mengakses perbankan melalui KUR.
>
> Sri Mulyani menyebutkan Program Pembiayaan UMi hingga 20 Oktober 2020
> telah disalurkan kepada 3,3 juta penerima dengan 565 ribu UMKM di antaranya
> melalui akad syariah.
>
> Kemudian, pondok pesantren juga dapat bekerja sama dengan OJK dan Laznas
> untuk mendirikan bank wakaf mikro sehingga mampu lebih memberdayakan
> masyarakat di sekitar pesantren.
>
>
> Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga 9 September 2020
> secara kumulatif pembiayaan yang disalurkan bank wakaf mikro telah mencapai
> Rp 48 miliar.
>
> Selanjutnya, kata Sri Mulyani, pemerintah terus mendukung potensi santri
> yang berbasis Usaha Kecil Menengah (UKM) dan koperasi yang berbasis
> industri kelapa sawit.
>
> Dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Badan Pengelola Dana
> Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Kementerian/Lembaga (K/L) lain pada 1
> Oktober 2020 meluncurkan pengembangan potensi *santripreneur* berbasis
> sawit.
>
> Sri Mulyani melanjutkan pemerintah juga meningkatkan kapasitas dan peranan
> para santri melalui investasi di bidang pendidikan yakni dengan membangun
> dana beasiswa LPDP.
>
> Ia menyebutkan hingga tahun lalu telah ada 293 santri yang dikirimkan
> untuk menempuh pendidikan tingkat magister dan doktor ke seluruh dunia
> mulai dari Australia, Inggris, Kanada, Swedia, dan Amerika Serikat.
>
> “Selain mereka belajar di universitas-universitas di Indonesia, mereka
> juga belajar di Australia, Inggris, Kanada, Swedia, hingga Amerika
> Serikat,” ujar Sri Mulyani. *(E-3**)*
>
>
>
> 
>

Kirim email ke