Lagi-lagi Jokowi Beri Sorotan Tajam soal Komunikasi Vaksinasi
Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 07:01 WIB
https://news.detik.com/berita/d-5230038/lagi-lagi-jokowi-beri-sorotan-tajam-soal-komunikasi-vaksinasi?single=1
3 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-5230038/lagi-lagi-jokowi-beri-sorotan-tajam-soal-komunikasi-vaksinasi?single=1#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/berita/d-5230038/lagi-lagi-jokowi-beri-sorotan-tajam-soal-komunikasi-vaksinasi?single=1>
5 Tahun Jokowi-JK dan 1 Tahun Jokowi-Maruf Amin baru saja dilewati.
Berikut serba-serbi pencapaian para tokoh tersebut untuk
Indonesia.Presiden Jokowi (Foto: Tim detikcom)
*Jakarta*-
Komunikasi publik soal pengadaan danpelaksanaan
vaksinasi<https://www.detik.com/tag/vaksin-covid_19>di Indonesia kembali
menjadi sorotanPresiden Joko Widodo (Jokowi).
<https://www.detik.com/tag/jokowi>Jokowi meminta jajaran menteri
menyiapkan strategi komunikasi agar tidak ada disinformasi
mengenaivaksin virus Corona (COVID-19).
<https://www.detik.com/tag/vaksin-corona>
Sorotan tajamJokowi <https://www.detik.com/tag/jokowi>soal komunikasi
publik terkait vaksinasi ini disampaikan dalam rapat terbatas Rencana
Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi, Senin (26/10/2020). Jokowi awalnya
berbicara mengenai keamananvaksin COVID-19.
<https://www.detik.com/tag/vaksin-covid_19>
"Saya minta pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi betul-betul dipastikan
keamanan dan keefektifannya. Keamanan artinya kalau disuntik betul-betul
melalui sebuah tahapan-tahapan, uji klinis yang benar. Karena kalau
tidak, ada satu saja yang masalah, nanti bisa menjadikan
ketidakpercayaan masyarakat akan upaya vaksinasi ini," kata Jokowi.
*Baca juga:*Jokowi: Libatkan MUI-NU-Muhammadiyah, Yakinkan Umat
Kehalalan Vaksin COVID
<https://news.detik.com/berita/d-5229168/jokowi-libatkan-mui-nu-muhammadiyah-yakinkan-umat-kehalalan-vaksin-covid>
Jokowi melihat, faktor keamananvaksin
COVID-19<https://www.detik.com/tag/vaksin-covid_19>menjadi perhatian
utama masyarakat. Jokowi meminta vaksin COVID-19 didasarkan kaidah sains.
"Saya melihat aspek keamanan vaksin menjadi concern utama masyarakat,
termasuk para pakar dan peneliti. Karena itu semua tahapan harus melalui
kaidah-kaidah saintifik, kaidah ilmu pengetahuan berdasarkan data sains
dan standar-standar kesehatan. Hati-hati, jangan sampai kita
tergesa-gesa ingin vaksinasi, sehingga kita kaidah-kaidah saintifik,
data-data kesehatan dinomorduakan. Tidak bisa," ujar Jokowi.
*Baca juga:*Jokowi Minta Distribusi-Sasaran Vaksinasi Corona
Dipersiapkan Detail
<https://news.detik.com/berita/d-5229135/jokowi-minta-distribusi-sasaran-vaksinasi-corona-dipersiapkan-detail>
Jokowi enggan ada persepsi pemerintah seolah tergesa-gesa melakukan
vaksinasi COVID-19 tanpa memperhatikan masalah saintifik dan keamanan.
"Jangan timbul persepsi pemerintah tergesa-gesa, terburu-buru tanpa
ikuti koridor-koridor ilmiah yang ada. Tolong betul-betul kita lalui
semuanya meskipun ingin dipercepat, hal-hal tadi jangan sampai
dilupakan," ucap Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung soal harga vaksin
COVID-19. Dia ingin harga vaksin tersebut dapat dijangkau oleh seluruh
masyarakat Indonesia.
"Selain itu juga masalah dengan, karena ini ada yang gratis, ada yang
mandiri atau bayar sendiri, ini juga pengenaan biaya dalam pelaksanaan
vaksinasi secara mandiri harus betul-betul dikalkulasi dan dihitung
secara cermat, disiapkan aturan sejak awal dan saya minta harganya bisa
terjangkau," kata Jokowi.
Selain itu,Jokowi<https://www.detik.com/tag/jokowi>meminta jajarannya
untuk menjelaskan secara gamblang terkait akses masyarakat terhadap
vaksin. Termasuk juga penjelasan terkait alasan kelompok masyarakat yang
mendapatkan prioritas vaksin COVID-19 lebih awal.
"Yang jadi concern masyarakat adalah akses masyarakat terhadap vaksin
seperti apa. Bagaimana masyarakat bisa akses vaksin ini karena kita tahu
penduduk kita gede banget, besar sekali. Maka dipastikan proses
vaksinasi ini akan berjalan dan dilakukan secara bertahap dan hal ini
perlu dijelaskan secara jelas, secara gamblang kepada masyarakat.
Jelaskan siapa saja kelompok masyarakat mana yang mendapat prioritas
vaksin lebih awal, kenapa mereka dulu, itu harus dijelaskan. Mengapa
mereka dapat prioritas," ujar Jokowi.
*Baca juga:*Jokowi: Semua Negara Berlomba Dapat Vaksin COVID-19
Secepatnya
<https://news.detik.com/berita/d-5229120/jokowi-semua-negara-berlomba-dapat-vaksin-covid-19-secepatnya>
Barulah kemudian Jokowi menekankan mengenai pentingnya komunikasi publik
terkait vaksinasi. Dia berpesan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk
menyiapkan strategi komunikasi publik seputar vaksin COVID-19. Erick
juga akan dibantu Menkominfo Johnny G Plate.
"Ini penting sekali, sekali lagi strategi komunikasi publiknya disiapkan
dengan baik. Dan saya minta ini timnya Pak Menteri BUMN disiapkan lagi
mengenai strategi komunikasi ini, di-backup, dibantu oleh Kominfo," kata
Jokowi.
*Baca juga:*Cegah Hoax, Jokowi Minta Erick Thohir Siapkan Komunikasi
soal Vaksin COVID
<https://news.detik.com/berita/d-5229115/cegah-hoax-jokowi-minta-erick-thohir-siapkan-komunikasi-soal-vaksin-covid>
Jokowi berpesan kepada menterinya menjelaskan secara lengkap manfaat
serta roadmap vaksin COVID-19. Ini dilakukan supaya tidak terjadi hoax.
"Dijelaskan secara komprehensif terhadap publik mengenai manfaat vaksin
dan peta jalan pelaksanaan vaksinasi sehingga tidak terjadi disinformasi
dan penyebaran berita hoax dari berbagai platform di media yang ada,"
ujar Jokowi.
Jokowi juga ingin ormas keagamaan seperti NU hingga Muhammadiyah
dilibatkan dalam sosialisasi vaksin COVID-19. Jokowi ingin umat yakin
terkait kehalalan vaksin.
"Kita libatkan dari awal majelis dan organisasi keagamaan, MUI, NU,
Muhammadiyah, dan ormas-ormas yang lainnya, terutama dalam menjelaskan
soal manfaat vaksin dan meyakinkan kepada umat mengenai kehalalan dari
vaksin," kata Jokowi.
*Baca juga:*Jokowi Dorong Keamanan Vaksin COVID: Jangan Timbul Persepsi
Terburu-buru
<https://news.detik.com/berita/d-5229093/jokowi-dorong-keamanan-vaksin-covid-jangan-timbul-persepsi-terburu-buru>
*Baca juga:*Soal Vaksin, Jokowi: Komunikasi Kurang Baik Bisa Kayak UU
Ciptaker
<https://news.detik.com/detiktv/d-5219207/soal-vaksin-jokowi-komunikasi-kurang-baik-bisa-kayak-uu-ciptaker>
Sorotan Jokowi soal komunikasi publik mengenai vaksin COVID-19 ini
sebelumnya pernah disampaikan juga dalam rapat terbatas Senin
(19/10/2020). Jokowi tak ingin komunikasi yang kurang baik menyebabkan
persepsi masyarakat buruk seperti UU Cipta Kerja.
"Vaksin ini saya minta jangan tergesa-gesa karena sangat kompleks
menyangkut nanti persepsi di masyarakat, kalau komunikasinya kurang baik
bisa kejadian kaya UU Ciptaker ini," kata Jokowi, dalam rapat terbatas
secara virtual, Senin (19/10/2020).
Untuk itu, Jokowi meminta agar betul-betul disiapkan komunikasi publik
tentang vaksin Corona. Baik yang berkaitan dengan halal haram, kualitas,
hingga proses distribusi.
"Saya harap betul-betul disiapkan mengenai vaksin, mengenai komunikasi
publiknya terutama yang berkaitan dengan halal dan haram, yang berkaitan
dengan harga, yang berkaitan dengan kualitas, kemudian yang berkaitan
dengan distribusinya seperti apa, meskipun tidak semua perlu kita
sampaikan ke publik, harganya juga tidak harus kita sampaikan ke
publik," ujarnya.
*(knv/lir)*