Kecam ekstremisme, Menlu AS sebut Indonesia contoh harmonis beragama

Kamis, 29 Oktober 2020 22:23 WIB

Kecam ekstremisme, Menlu AS sebut Indonesia contoh harmonis beragama

Menteri Luar Negeri AS Mike Richard Pompeo tiba di Gedung Pancasila untuk melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Sabtu (4/8/2018). Pertemuan Menteri Luar Negeri RI-AS itu untuk meningkatkan hubungan mitra strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menjadikan Indonesia sebagai contoh kehidupan harmonis dalam beragama, seiring dengan dirinya yang mengecam ekstremisme dan kekerasan atas nama keyakinan tertentu.

"Sungguh, tidak ada alasan untuk menyebut Islam tidak dapat tumbuh berdampingan secara damai dengan Kristen atau Buddha.  Kita semua tahu bahwa koeksistensi dalam damai dan rasa saling menghormati adalah hal yang mungkin," kata Pompeo dalam dialog bersama Gerakan Pemuda Ansor di Jakarta, Kamis.

"Indonesia, sejak Reformasi 1998, telah memberikan contoh positif kepada dunia tentang bagaimana aspek yang berbeda-beda, kelompok etnis yang berbeda-beda, dan juga ideologi yang berbeda-beda dapat hidup bersama dengan damai," ujar Pompeo.

Ia menambahkan bahwa keharmonisan di tengah perbedaan keyakinan akan sulit diterima oleh pihak yang memelintir ajaran Islam demi memberikan pembenaran atas perilaku kekerasan mereka--yang dalam hal ini disebut ISIS sebagai contoh.

Dalam acara yang dipandu oleh Katib 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf dan dihadiri sejumlah tokoh lintas agama itu, Pompeo memuji dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, atas peran mereka menciptakan kebebasan beragama.

"Kelompok seperti NU dan Muhammadiyah merepresentasikan puluhan juta umat Muslim Indonesia yang percaya pada tradisi toleransi dengan demokrasi yang berkembang," kata Menlu AS.

Terkait dengan kebebasan beragama, Pompeo menyerukan agar lebih banyak tokoh keagamaan yang berbicara dan menentang diskriminasi serta penindasan terhadap siapa saja yang hak hidupnya, termasuk hak beragamanya dilanggar.

Untuk hal itu, ia menyebut isu Muslim Rohingya di Myanmar dan Muslim Uighur di Xinjiang, China, sebagai masalah pelanggaran hak kemanusiaan yang terkait dengan kebebasan beragama.

Pompeo melakukan lawatan resmi ke negara-negara Asia, pada 25-30 Oktober. Ia telah mengunjungi India, Sri Lanka, Maladewa, kemudian menjalankan agenda selama satu hari di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, Pompeo mengawali kunjungan dengan melakukan pertemuan bilateral bersama Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, lalu bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo. Terakhir, ia hadir dalam dialog keagamaan GP Ansor.

Setelahnya, Pompeo dijadwalkan singgah dahulu di Vietnam--untuk kunjungan yang awalnya tidak masuk dalam rencana perjalanan ini--pada Kamis dan Jumat (30/10) esok, sebelum kembali ke AS.

*Baca juga:Di hadapan tokoh NU, Pompeo tuding China sebagai ancaman umat beragama <https://www.antaranews.com/berita/1811361/di-hadapan-tokoh-nu-pompeo-tuding-china-sebagai-ancaman-umat-beragama> Baca juga:Pompeo puji peran Indonesia dukung perdamaian di Afghanistan <https://www.antaranews.com/berita/1810993/pompeo-puji-peran-indonesia-dukung-perdamaian-di-afghanistan> Baca juga:Presiden Jokowi terima Menlu AS Pompeo di Bogor <https://www.antaranews.com/berita/1810805/presiden-jokowi-terima-menlu-as-pompeo-di-bogor>*

Pewarta: Suwanti
Editor: Atman Ahdiat


   Wawancara Eksklusif Gus Nur


 Eksklusif! Gus Nur Jelaskan 'Pancingan' yang Picu Munculnya Ujaran Hina NU

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 07:18 WIB
https://news.detik.com/berita/d-5234305/eksklusif-gus-nur-jelaskan-pancingan-yang-picu-munculnya-ujaran-hina-nu?single=1
23 komentar <https://news.detik.com/berita/d-5234305/eksklusif-gus-nur-jelaskan-pancingan-yang-picu-munculnya-ujaran-hina-nu?single=1#comm1> SHAREURL telah disalin <https://news.detik.com/berita/d-5234305/eksklusif-gus-nur-jelaskan-pancingan-yang-picu-munculnya-ujaran-hina-nu?single=1>
Wawancara Eksklusif Gus NurFoto: Wawancara Eksklusif Gus Nur (20detik)

*Jakarta*-

Sugi Nur Rahardja aliasGus Nur<https://www.detik.com/tag/gus-nur>jadi tersangka kasusujaran kebencian<https://www.detik.com/tag/ujaran-kebencian>terhadap Ormas Nahdlatul Ulama (NU <https://www.detik.com/tag/nahdlatul-ulama>). Dia dianggap menghina dan mengujarkan kebencian karena mengibaratkan NU seperti bus yang disopiri orang mabuk, dengan kondektur teler dan kernet ugal-ugalan. Gus Nur mengaku dirinya terpancing saat mengungkapkan hal tersebut di akun Youtubenya.

*detikcom*mewawancarai Gus Nur di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2020). Dia buka-bukaan soal pernyataannya yang menyeretnya jadi tersangka.

Dalam video yang ditayangkan di akun YouTube MUNJIAT Channel, Gus Nur tampak sedang berbincang dengan Refly Harun. Video itu diunggah pada 16 Oktober 2020. Pada menit 3.45 di video tersebut, Gus Nur menyampaikan pendapatnya soal kondisi NU saat ini. Menurut Gus Nur, NU saat ini tidak seperti NU yang dulu.

"Sebelum rezim ini, ke mana jalan dikawal Banser. Saya adem ayem sama NU./Ndak/pernah ada masalah. Nah, tapi setelah rezim ini lahir tiba-tiba 180 derajat itu berubah," ujar Gus Nur dalam video itu.

*Baca juga:*Teruskan Perjuangan Suami, Istri Gus Nur Jalankan Akun YouTube yang Baru <https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5234065/teruskan-perjuangan-suami-istri-gus-nur-jalankan-akun-youtube-yang-baru>

"Saya ibaratkan NU sekarang itu seperti bus umum. Supirnya mabuk, kondekturnya teler, kerneknya ugal-ugalan. Dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Merokok,/nyanyi/juga, buka-buka aurat juga, dangdutan juga," lanjutnya.

Gus Nur lantas menyebut sejumlah nama. Dia menyebut nama pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas hingga Ketum PBNU Said Aqil Siroj.

"Jadi saya kok pusing/dengerin/di bus yang namanya NU ini. Ya tadi itu, bisa jadi keneknya Abu Janda. Bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut. Dan sopirnya KH Aqil Siradj. Penumpangnya liberal, sekuler, PKI di situ numpuk," ungkapnya.

Dikonfirmasi soal pernyataannya tersebut, Gus Nur menyebut dirinya terpancing oleh Refly Harun, sehingga melontarkan analogi NU seperti bus yang dikendari sopir mabuk.

"Ya itu kan saya kan kalau/nggak/diwawancara sama Refly, saya kan/nggak/ngomong gitu," kata Gus membuka perbincangan. Dia mengenakan rompi tahanan Bareskrim warna oranye dipadu peci warna putih.

Gus Nur mengatakan kritik terhadap NU itu tidak direncanakan dirinya untuk ada dalam video wawancara dengan Refly Harun. Namun Gus Nur mengaku memang akan menyampaikan hal serupa bila ditanya soal kondisi NU saat ini.

"Ya itulah saya, karena Pak Refly/nanya/itu (soal kondisi NU saat ini-red). Jadi itu bukan berarti diagendakan, saya itu orangnya/ngalir/aja. Coba sekarang tanya saya (soal) NU, saya akan jawab seperti itu lagi. Jadi itu sudah naluri," ucap Gus Nur.

Gus Nur juga menyatakan, sebenarnya tidak hanya dirinya yang berpendapat NU saat ini sedang bermasalah.

*Baca juga:*Hadapi Kasus Ujaran Kebencian, Gus Nur Didampingi 8 Pengacara <https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5231444/hadapi-kasus-ujaran-kebencian-gus-nur-didampingi-8-pengacara>

Wawancara Eksklusif Gus NurFoto: Wawancara Eksklusif Gus Nur (20detik)

"Yang ngritik seperti saya ini banyak. Ada yang lewat buku, ada yang lewat ceramah-ceramah. Ya supaya nggak bias, saya sebut saja satu nama dan ini nama sudah sangat berpengaruh di Jawa Timur, sebut saja Habib Taufiq (Habib Taufiq Assegaf-red) misalkan," tutur Gus Nur.

"Searching di YouTube, Habib Taufiq sama, beliau juga ngomong 'NU <https://www.detik.com/tag/nahdlatul-ulama>ini sopirnya mabuk, makanya saya turun aja. Nanti kalau sudah ganti sopir, saya naik lagi'," imbuh Gus Nur.

Gus Nur <https://www.detik.com/tag/gus-nur>menilai ucapannya yang saat ini menjadi pokok perkara di kepolisian adalah hal kecil dan bersifat internal di NU. Dia pun bersikeras tak akan mencabut kata-katanya soal NU.

"Jadi ini hanya persoalan sepele, internal. Dan NU itu dari dulu sudah biasa dikritik, sudah biasa dibangun, dibenahi sudah biasa. Dan saya pertanggungjawabkan itu ujaran saya dunia akhirat, tidak saya cabut itu," tandas Gus Nur.

Gus Nur menegaskan, kritiknya ke NU itu adalah bentuk kasih sayang. Dia menyebut dirinya adalah orang NU, sehingga tidak mungkin jika benci terhadap NU.

"Kalau orang NU, kritik NU itu namanya sayang,/nggak/mungkinlah menjatuhkan. Benci apalagi,/ndak/. Karena sayang," ucapnya.

Gus Nur ditangkap polisi di sebuah rumah yang beralamat di Pakis, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (24/10) dini hari. Dia kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena diduga telahmenyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian <https://www.detik.com/tag/ujaran-kebencian>atau permusuhan karena pernyataannya di akun YouTube MUNJIAT Channel pada 16 Oktober 2020.

"Tindak pidana menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan, menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas SARA dan penghinaan," ujar Direktur Tindak Pidana Siber, Brigjen Slamet Uliandi kepada*detikcom*.

*Baca juga:*Bareskrim Pastikan Siapa Pun Terlibat di Kasus Gus Nur Akan Diperiksa <https://news.detik.com/berita/d-5231218/bareskrim-pastikan-siapa-pun-terlibat-di-kasus-gus-nur-akan-diperiksa>

Penangkapan terhadap Gus Nur ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas sejumlah pelaporan ke Bareskrim Polri, salah satunya dari Ketua pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Cirebon Azis Hakim. Gus Nur dilaporkan karena dianggap telahmenghina NU <https://www.detik.com/tag/gus-nur-hina-nu>.

Laporan itu bernomor LP/B/0596/X/2020/BARESKRIM tanggal 21 Oktober 2020. Azis mengatakan pihaknya melaporkan dengan dugaan tindak pidana penghinaan ujaran kebencian dan/atau/hate speech/melalui media elektronik.

Kuasa hukum NU Cirebon, Saleh, mengatakan pihaknya mentersangkakan Gus Nur dengan dua pasal dalam Undang-Undang (UU) ITE. "Kita laporkan Pasal 27 ayat 3 UU ITE, Pasal 28 ayat 2 UU ITE, yang ancamannya kalau yang dua itu 4 tahun, yang 28 ayat 2, 6 tahun," tuturnya.

Selain dilaporkan NU Cabang Cirebon,Gus Nur <https://www.detik.com/tag/gus-nur>dilaporkan oleh GP Ansor. Hal ini dikonfirmasi oleh Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Mohammad Nuruzzaman.

Gus Nur juga dilaporkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kabupaten Pati di Polres Pati dan Aliansi Santri Jember di Polres Jember. Semua laporan merujuk pada ujaran yang sama.

Wawancara Eksklusif Gus NurFoto: Wawancara Eksklusif Gus Nur (20detik)

*(aud/hri)*

Kirim email ke